
Malam harinya setelah habis sholat isya', Elsa dan Angga datang. Mereka berdua menitikkan air mata terutama Elsa, ia menangis karena merasa gagal menjadi seorang nenek.
Seharusnya ia menjaga cucunya bukan malah liburan sana sini bersama suaminya.
Angga dan Elsa hampir gak ada waktu buat menemui cucunya dan hanya beberapa kali aja mereka datang untuk menjenguk anak dan cucunya itupun tidak bisa lama lama. Namun Angga dan Elsa selalu memberikan hadiah untuk semua cucu cucunya.
Angga dan Elsa tak menyangka bahwa kehidupan cucunya itu hanyalah sebentar di dunia. Andai saja Angga dan Elsa tau mungkin mereka akan memilih untuk tetap tinggal di Indonesia menemani kedua cucunya itu.
Elsa dan Angga sudah kehilangan cucu pertama mereka karena Ica keguguran. Sekarang mereka kehilangan cucu mereka lagi dari Ila. Dan ini sudah kedua kalinya, dan itu membuat Elsa dan Angga pun menjadi sedih dan terpukul.
Cinta dan Taufiq mencoba untuk menghibur Elsa dan Angga begitupun dengan yang lain. Ica juga memeluk Elsa karena Ica tau bagaimana perasaan mamanya itu. Memang berat menerima kenyataan kalai orang yang kita sayangi, orang yang kita cintai telah tiada. Apalagi ini terlalu mendadak untuk semua orang.
"Jay dan Ila ada dimana?" tanya Angel sambil terus menangis
__ADS_1
"Mereka ada di kamar, kayaknya mereka sedang istirahat. Lebih baik kita jangan ganggu mereka dulu. Biarlah mereka istirahat, besok pagi baru kita temui mereka." ucap Cinta
"Apakah mereka sudah makan?" tanya Angga
"Sudah, aku melihat Jay menyuapi Ila Sampai habis." jawab Cinta, yah Cinta selalu memantau kamar Jay dan Ila.. Untunglah pintunya gak di kunci dari dalam sehingga diam diam Cinta membuka ointunya untuk mengetahui bagaimana keadaan di dalam.
Setelah memastikan mereka istirahat, Cintapun merasa lega begitupun dengan yang lain.
"Iya." ucap Elsa dan Angga.. Mereka berdua memang capek banget setelah seharian di perjalanan dan mereka juga gak istirahat sama sekali karena mereka memikirkan Alina yang sudah tiada dan juga kondisi Ila setelah di tinggal oleh putrinya.
Setelah Elsa dan Angga istirahat, yang lainpun juga istirahat setelah seharian mereka hanya bisa menangis dan terus memantau keadaan Jay dan Ila, takut mereka kenapa napa.
Setelah semua orang rumah tidur. Ila bangun, ia mengambil foto putrinya yang kini telah pergi terlebih dahulu.
__ADS_1
"Nak mama masih belum ikhlas kamu meninggalkan mama. Mama akan menyusul kamu agar kita bisa bersama lagi." ucap Ila tersenyum karena ia akan segera bertemu dengan putrinya itu.
Ila menaruh foto itu di meja. Dan setelah itu, Ila pergi ke dapur dan mengambil tali.
Setelah selesai, ia pergi ke belakang rumah. Ila mengambil kursi kayu dan memindahkan nya ke bawah pohon. Lalu Ila mengikat tali itu ke pohon. Setelah selesai, Ila menaruh tali itu ke lehernya.
"Mas, maafkan aku. Tapi aku ingin menyusul anaj kita." ucap Ila sambil menitikkan air mata. Setelah itu Ila mendorong kursi itu hingga jatuh.
Dan tak lama kemudian Ila pun menghembuskan nafasnya karena lehernya terikat ke tali di pohon yang ada di belakang rumahnya.
Sedangkan yang lain masih tertidur lelap bahkan Jay, ia tak tau jika kini istri nya sudah tak ada di sampingnya lagi
__ADS_1