
Taufiq membawa Naila ke dokter pribadinya. Sesampai di sana Naila langsung di periksa.
“Gimana? Naila gak kenapa napa kan?” tanya Taufiq.
“Dia gak kenapa napa tapi jangan biarkan dia memikirkan sesuatu yang sangat berat. Apa
dia Amnesia?” tanya sang dokter.
“Iya dok.”
“Mungkin dia tadi mencoba mengingat ingat sesuatu yang membuat kepalanya jadi sakit.
Usahakan agar dia tidak terlalu keras mengingat ingat masa lalunya biarlah dia
ingat dengan sendirinya.”
“Tapi tadi saya tidak melakukan apa apa dok. Tadi saya dan dia hanya berbincang biasa aja.”
“Mungkin ada sesuatu dalam diri kamu yang membuat dia seperti mengenalnya sehingga ia
mencoba untuk berfikir keras.”
“Begitukah?”
“Iya.”
“Dok, apakah dia akan kehilangan ingatan untuk selamannya?”
“Tidak, saya rasa cepat atau lambat dia pasti ingat siapa dirinya.”
“Benarkah dok?”
“Iya. Ia sudah, kamu tungguin dia di dalam tapi sekarang dia masih belum sadarkan diri.
Saya harus pergi karena masih banyak pasien yang harus saya tangani.”
“Iya dok, terima kasih ya. “ Ucap Taufiq.
Setelah sang dokter pergi, Taufiq segera pergi menemui istrinya. Di sana ia melihat sang
istri lagi berbaring dengan mata yang masih terpejam. Taufiq mendekatkan
dirinya dan mencoba untuk memegang tangannya.
“Sayang, bangun ya. Jangan bikin mas hawatir seperti ini. Sayang, mas gak papa kog jika
kamu belum ingat siapa mas tapi mas mohon jangan sakit lagi seperti ini. Mas
sakit jika ngeliat kamu sakit. Sayang, mas sangat menyayangi dan mencintai
kamu. Mas gak mau kehilangan kamu untuk yang kedua kalinya. (Tak terasa Taufiq
menangis, air mata terus saja jatuh mengenai tangan Naila, Naila yang sudah
sadar mencoba untuk tetap memejamkan matanya untuk bisa mendengar semua ucapan
Taufiq)
Kamu tau gak, saat kamu kecelakaan satu setengah tahun yang lalu. Itu membuat dunia mas
serasa hancur. Apalagi ketika dokter mengatakan jika kamu meninggal, mas merasa
bahwa hidup mas sudah tidak ada artinya lagi. Mas merasa hidup mas benar benar
hancur sayang. Mas gak bisa hidup tanpa kamu. Kamu adalah istri mas satu
__ADS_1
satunya, istri yang teramat amat sangat mas cintai.
Kamu gak pernah tau sayang, betapa tersiksanya mas selama satu tahun setengah. Mas
menahan rasa rindu seorang diri dan kamu tau sayang. Mas seperti robot karena
mas selalu menghabiskan waktunya mas 24 jam hanya untuk kerja, kerja dan kerja
semua itu mas lakukan agar mas lupa sama kamu. Agar mas gak terlalu kefikiran
sama kamu. Ingin rasanya mas mengakhiri hidup ini karena mas sudah gak tahan,
mas sudah gak bisa menahan kesabaran mas untuk tetep hidup seorang diri tanpa
ada kamu di samping mas. Buat apa mas hidup jika sumber kekuatan mas sudah
tidak ada. Tapi mas mencoba untuk bertahan sambil terus berdoa memohon agar
tuhan memberikan mas kesempatan sekali lagi untuk bisa menjaga kamu sayang. Mas
benar benar menderita, mas bener benar tersiksa apalagi wanita di luaran sana
yang mencoba untuk mendekati mas, membuat mas sangat muak sama mereka.Di tambah
dengan sahabat terdekat kamu yang mencoba untuk terus memberikan perhatian sama
mas membuat mas benar benar frustasi. Sayang, mas menderita sangat menderita.
Tapi ketika mas tahu kamu masih hidup, mas sangat bahagia. Sejak itu mas
seperti punya kekuatan lagi untuk terus hidup. Mas akan selalau menjaga dan
melindungi kamu. Mas gak akan biarkan kamu jauh dari mas lagi. Mas gak akan
biarkan kamu jatuh kedalam pelukan orang lain, mas gak akan biarkan siapapun
Sayang, mas janji cepat atau lambat mas akan
bikin kamu ingat sama diri kamu sendiri dan juga sama mas serta kedua orang tua
kamu. Oh ya mengenai ayah dan bunda kamu, mereka sekarang ada di luar negeri.
Nanti jika kamu sudah ingat kembali tentang masa lalu kamu, mas janji mas akan
membawa kamu ke sana.
Sekarang mumpung kamu masih tidur, bolehkah jika mas memeluk kamu. Toh mas gak akan dosa
kan karena mas memeluk istrinya mas sendiri. Boleh ya?” ucap Taufiq, ia pun
lalu memeluk Naila dnegan erat. Pelukan itu lama banget bahkan hampir 15 menit.
Sedangkan Naila mencoba untuk mencerna setiap kata yang di ucapkan oleh Taufiq.
Ia benar benar gak faham tapi ia mencoba untuk mengerti dan mencoba untuk
mengingat ingat tentang masa lalunya tapi setiap ia mencoba untuk mengingatnya,
maka semakin sakit kepalanya akhirnya ia pun memutuskan untuk tidak mengingat
ingat masa lalunya.
Naila menikmati pelukan yang di berikan oleh Taufiq dan ia juga membalas pelukan
Taufiq. Membuat Taufiq kaget dan melepaskan pelukannya.
__ADS_1
“Kenapa di lepas mas?” tanya Naila tersenyum.
“Kamu gak marah karena mas meluk kamu?” tanya Taufiq.
“Enggak. Sini peluk aku lagi.” Ucap Naila sambil merentangkan kedua tanganya, Taufiq pun
tersenyum dan langsung memeluknya sekali lagi.
“Mas bahagia karena mas bisa meluk kamu lagi.” Bisik Taufiq di telinga Naila.
“Walaupun aku gak tau siapa mas tapi Naila yakin dulu kita pernah saling dekat.” Jawab Naila.
“Jangan menyebut dirimu dngan sebutan Naila karena namamu bukanlah Naila tapi Cinta.”
Ucap Taufiq.
“Iya namaku Cinta jika aku sudah mengingat siapa diriku tapi sebelu aku ingat siapa diriku
maka aku teteplah Naila.” Ujar Naia.
“Terserah kamu. Selama itu bisa bikin kamu senang, aku akan menerima dengan senang hati.
Apakah tadi kamu mendengar semua yang mas ucapkan.”
“Iya.”
“Jadi tadi kamu pura pura tidur?”
“Iya karena aku ingin tau apa saja kata kata yang di keluarkan oleh mas Taufiq. Jika memang
aku benar benar istrinya mas, boleh kah jika aku melihat pernikahan kita dulu.
Maksudku foto atau vidio atau buku nikah misalnya.”Tanya Naila.
“Tentu boleh.” Taufiq mengambil hp nya dan ia memperlihatkan foto mereka berdua saat
menikah, bahkan Taufiq juga mempunyai vidio saat ia mengucapkan ijab qobul. Ia
juga memperlihatkan foto ayah dan bunda Naila yang sesungguhnya. Ia juga
memperlihatkan foto Naila saat berkunjung di panti dan juga saat ia berkunjung
di rumah bu wati, orang yang pernah ia tolong. Sambil menunjukkan beberapa foto
dan vidio, Taufiq pun menjelaskan secara detai satu persatu. Sedangkan Naila
mencoba untuk mengingat ingat tapi sayang ia benar benar lupa dnegan semuanya
tapi setidaknya ia mulai percaya jika Taufiq benar benar suaminya.
“Walaupun kamu sudah tau tentang kita, aku harap kamu tidak menceritakan ke siapaun
termasuk kepada Elsa dan juga bunda Inah, orang yang pernah menolongmu sampai
kamu bener benar ingat dengan semuanya. Aku akan membantumu sayang,aku akan
membantumu untuk mengingat semuanya.”
“Terima kasih mas, terima kasih sudah setia dan terimakasih ata perjuangan mas selama
ini.”Ucap Naila, ia memeluk suaminya dengann erat. Taufiq juga menceritakan
kenapa Naila bisa seperti ini. Dari awal Naila mengalami kecelakaan bahkan
sampai ia bertemu lagi dengan Naila, semuanya ia ceritakan secara detail karena
__ADS_1
Taufiq tidak ingin menyembunyikan apapun tentangnya. Taufiq ingin mencoba untuk
jujur tentang semua yang telah terjadi.