Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Ana Meninggal Karena Melahirkan


__ADS_3


Setelah beberapa bulan Nadia meninggal, kini waktunya Ana yang mulai mules. Dan sepertinya juga melahirkan. Sedangkan Ani masih kurang beberapa bulan lagi.


Ana sudah di bawa ke rumah sakit oleh Arsha. Sesampai di rumah sakit, Ana langsung di bawa oleh dokter ke dalam ruangan sedangkan Arsha langsung menghubungi Cinta, Taufiq, Aisyah, Will, Pram, Ica, Jay, Nadia dan Rachel dan juga Ana.


Arsha menghubungi nomer mereka satu persatu lewat sebuah pesan teks. Sebenarnya cukup membuat satu kali pesan lalu di kirim ke beberapa nomer sekaligus.


Tak lama kemudian Cinta dan Taufiq datang bersama dengan Will, Aisyah dan juga Khaleed. Dan setelah kedatangan mereka, Pram dan Ica pun juga datang bersama Angel. Dan tak lama kemudian, Jay dan Nadia datang bersama Afnan yang ada di gendongan Nadia. Dan terakhir Rachel bersama Ani.


Mereka semua menunggu dengan was-was. Mereka hanya bisa berdoa semoga Ana bisa melahirkan buah hatinya dengan selamat.


Setelah beberapa jam menunggu, akhirnya sang dokter pun membuka pintu ruangan operasi.


"Dok, bagaimana keadaan anak dan istri saya?" tanya Arsha


"Anak bapak, Alhamdulillah lahir dengan selamat. Dia perempuan. Sangat cantik seperti ibunya." jawab dokter itu tersenyum.

__ADS_1


"Terus bagaimana dengan istri saya dok?" tanya Arsha.


"Maaf, pak. Istri bapak gak bisa di selamatkan. Dia meninggal dunia." jawab Dokter itu sedih karena gagal menyelamatkan nyawa pasiennya.


"Gak, dokter pasti bercanda. Iya kan? Istri saya masih hidup.Tadi dia gak papa saat saya membawanya ke sini." ujar Arsha sambil teriak-teriak.


"Maaf pak, tadi itulah kenyataannya. Istri bapak jantungnya lemah. Dan kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan keduanya namun kami hanya bisa menyelamatkan anak bapak." ucap dokter itu sedih.


Arsha hanya bisa menangis mendengarkan penjelasan sang dokter begitupun yang lain, mereka semua menitikkan air mata karena tak menyangka bahwa Ana akan meninggal secepat ini.


"Boleh saya lihat putri dan cucu saya dok?" tanya Taufiq yang berusaha untuk tegar.


Taufiq dan yang lainnya pun masuk ke dalam, sedangkan Arsha masih ada di luar dengan di temani Rachel, Will, Jay dan Pram. Karena bagaimaba mereka seperti merasakan apa yang di rasakan oleh Arsha, di tinggal oleh sang istri untuk selama-lamanya.


Mereka berusaha memberikan kekuatan kepada Arsha agar Arsha bisa tabah menjalani ini semua. Arsha juga harus kuat karena ada putri mereka yang sangat membutuhkan dirinya.


Taufiq dan Cinta di dalam langsung memeluk jenazah putrinya. Putri kesayangannya. Begitupun dengan Ana, ia juga memeluk saudara kembarnya. Saudara perempuan kandung satu-satunya. Sedangkan Ica dan Aisyah hanya bisa menitikkan air mata melihat kepergian saudara iparnya. Angel dan Khaleed memilih diam karena mereka tau, kini keluarganya sedang berduka.

__ADS_1


Taufiq dan Cinta tak menyangka bahwa putrinya akan meninggal terlebih dahulu sebelum dirinya. Taufiq dan Cinta juga tak menyangka, orang-orang yang mereka sayangi satu-persatu meninggalkan dirinya untuk selamanya.


"Pak, bu. Maaf mengganggu. Ini bayinya belum di azani." ujar seorang suster sambil menggendong putri cantik yang hampir mirip dengan Ana.


Taufiq menghapus air matanya dan mengambil bayi itu dari gendongan suster.


Taufiq mengazani cucunya dengan suara merdunya. Sebenarnya Taufiq ingin Arsha sendiri yang mengazani putrinya tapi karena Arsha masih shok, akhirnya mau gak mau Taufiq lah yang mengambil alih.


Setelah selesai di azani, Arsha bersama mereka berempat (Will, Pram, Jay dan Rachel) masuk ke dalam. Yang lain menyingkir karena bagaimanapun di sini Arshalah yang paling sedih. Karena beberapakali tahun terakhir ini, Ana dan Arsha selalu hidup bersama 24 jam.


"Sayang, walaupun ini sangat berat. Tapi aku ikhlas dengan kepergian mu. Pergilah dengan tenang. Aku doakan semoga Allah menempatkan mu di sisi Nya. Kamu adalah istri yang baik dan juga sholehah, kamu sudah menyelesaikan kewajiban mu di dunia ini dengan sangat baik. Kamu selalu menjalankan kewajibanmu sebagai hamba Allah. Kamu gak pernah meninggalkan sholat, kamu gak pernah bolos saat puasa Ramadhan, kamu juga seringkali puasa sunnah, kamu juga seringkali bersedekah hampir setiap hari. Kamu juga diam-diam, juga mengumrohkan orang lain tanpa sepengetahuan ku. Kamu juga seringkali berbagi dengan anak yatim dan fakir miskin.


Kamu sudah melakukan kewajibanmu dengan sangat baik. Kamu selalu bisa membuatku aku nyaman berada di dekatmu, kamu selalu bisa buat aku bahagia dan tersenyum menjalani hari-hari ku. Kamu begitu patuh dan tak pernah sekalipun berbicara kasar sama aku.


Kamu istri yang sangat sempurna, aku ridho dengan kepergian mu. Tunggu aku di surga Nya. Aku sayang kamu untuk selamanya. Aku janji walaupun kamu gak ada, kamu tetap akan selalu ada di hati aku. Dan aku juga akan menjaga anak kita sebaik mungkin. Karena kamu sudah mempertaruhkan nyawa kamu demi buah hati kita. Aku janji, putri kita tak akan kekurangan kasih sayang sedikitpun." ucap Arsha sambil memberikan ciuman terakhirnya di pipi sang istri.


Walau ini sangat berat tapi Arsha berusaha untuk mengiklaskannya. Karena Arsha tau bahwa jodoh, mau dan hidup matinya seseorang sudah ada yang mengatur dan tak ada yang bisa mencegahnya saat kematian itu datang menghampiri siapapun.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=


Jangan Lupa Like, Komen dan Votenya ya 😊


__ADS_2