Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Koma


__ADS_3

Kini Pram, Jay, Ila dan Ica sudah berada di rumah sakit. Pram langsung menuju ke tempat di mana Will di rawat. Tak sulit bagi mereka untuk mencari tau tempat Will di rawat karena semua dokter dan suster pasti tau betul siapa itu Will. Hingga saat pertama kali kakinya menginjak rumah sakit, salah satu dokter yang melihatnya langsung memberitahu kondisi Will.


Kini Will masih ada di ruangan UGD. Pram, Jay, Ila dan Ica hanya bisa menunggu di luar. Dan tak lama kemudian salah satu doker yang menangani Will pun keluar. Pram dan Jay segera menghampirinya.


"Dok, gimana keadaan Will?" tanya Jay panik dan hawatir.


"Ada masalah di bagian kepala sebelah kanan karena benturan keras yang menghantam kepalanya. Saya sudah berusaha semaksimal mungkin namun semuanya hanya tergantung yang di atas. Kita hanya bisa berdoa aja." Ucap Dokter Hadi.


Pram, Jay langsung lemas seketika. Ia tak menyangka jika saudaranya akan mengalami kejadian yang mengenaskan seperti ini.


Ica dan Ila mencoba untuk menguatkan suami mereka masing masing.


"Sabar ya sayang, aku yakin Kalau Mas Will pasti akan sembuh." Ucap Ica sambil memeluk Pram dengan erat. Pram menangis di pelukan istrinya. Inilah pertama kalinya Pram mengeluarkan air mata. Padahal baru beberapa jam yang lalu ia bertemu dengan Will tapi sekarang Will sudah dalam keadaan koma dan entah apa tuhan masih memberikan kesempatan buat Will untuk bertahan hidup atau tidak. Pram hanya berharap tuhan memberikan yang terbaik untuk saudaranya yang kini dalam keadaan koma.


"Bentarr, istrinya Will dimana?" tanya Jay yang baru ingat tentang keberadaaan Aisyah.

__ADS_1


"Apakah Will tadi pergi bersama istrinya?" tanya Pram, ia menghapus air matanya dan juga merasa panik seketika.


"Aku gak tau." Jawab Jay.


Pram pun langsung menghubungi ayahnya.


"Assalamu'alaikum yah." Ucap Pram ketika ayahnya mengangkat von darinya.


"Iya nak, gimana keadaan Will?" tanya Taufiq.


"Astaugfirullah. Terus gimana dengan keadaan istrinya?" tanya Taufiq.


"Aku gak tau yah. Makanya aku nelvon ayah, apakah tadi Will pergi bersama dengan istrinya?" tanya Pram.


"Iya dia tadi pamit pulang bersama istrinya. Coba kamu cari Aisyah, nak. Entah kenapa fikiran ayah dari tadi gak tenang. Ayah juga akan memerintahkan beberapa orang untuk mencari keberadaannya. Oh ya Ani dan Ana sudah ada di sana?" tanya Taufiq.

__ADS_1


"Belum yah." Jawab Pram.


"Iya sudah, ayah bentar lagi ke sana. Ayah minta tolong kamu dan Jay cari Aisyah sampai ketemu ya biar Ica dan Ila yang nunggu Will di sana, entar lagi ayah dan bunda juga akan kesana." Ucap Taufiq.


"Iya yah. Kalau gitu aku tutup dulu ya. Assalamu'alaikum." ucap Pram.


"Waalaikum salam." Taufiq pun segera menaruh hp nya di saku bajunya dan ia segera bersiap siap pergi ke rumah sakit.


Sedankan Pram dan Jay akan berusaha mencari keberadaan Aisyah di tempat kejadian.


"Jay, ayah mennyuruh kita untuk mencari keberadaan Aisyah. Ica dan Ila kalian di sini gak papa kan sambil nunggu ayah dan bunda datang. Nanti juga Ani dan Ana akan datang menemani kalian." ucap Pramm.


"Gak papa mas. Kalian hati hati ya." Ucap Ica.


"Iya." Ujar Pram dan Jay. Mereka langsung pergi ke tempat kejadian. Sebelumnya Pram sudah menghubungi kantor polisi untuk membantunya dan juga Pram menghubungi anak buahnya begitupun dengan Jay. Entah kenapa Pram merasa ada yang tidak beres, ia tau betul bahwa Will bukan orang yang ceroboh. Ia tak mungkin membawa mobil ugal ugalan apalagi dengan kecepatan tinggi. Will selalu hati hati dalam berkendara pasti ada sesuatu yang terlah terjadi yang membuat Will harus mengalami kecelakaan seperti ini. gumam Pram.

__ADS_1


__ADS_2