Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Hari-hari Arsha Bersama Arshi


__ADS_3


Arshi bangun jam 6 pagi. Setelah itu Arshi langsung di mandikan oleh Arsha dengan di bantu oleh ibu mertuanya.


Cinta memang mengajarkan bagaimana cara memandikan Arshi. Agar Arsha bisa memandikan putrinya sendiri tanpa bantuan orang lain seperti yang di inginkan oleh Arsha sendiri.


Setelah memandikan Arshi, Arsha langsung memakaikan pokok, memasang baju dan memakaikan bedak di pipi Arshi.


Setelah Arshi cantik, Arsha langsung menggendongnya. Dan memberikan susu, susu yang di buat oleh Cinta tadi saat Arsha sibuk memakaikan baju buat putri kecilnya.


"Nak, kamu ayo kita sarapan pagi, masakannya sudag matang." ujar Cinta.


"Iya bun." jawab Arsha.


Setelah susu Arshi habis, Arsha menaruh Arshi di kereta dorong bari dan menaruhnya di samping dirinya. Sedangkan Arsha sarapan pagi bersama bunda dan ayah mertuanya. Arsha sesekali melihat ke arah putri kecilnya.


Setelah selesai makan, merekapun kumpul di ruang keluarga.

__ADS_1


"Nak, kamu ke depannya ingin bagaimana? Mengurus Arshi seorang diri atau bagaimana? Jika kamu mengurus Arshi sendirian lalu bagaimana dengan resto yang kamu kelola?" tanya Cinta lembut, karena bagaimanapun Ana baru aja meninggal dunia dan jelas Arsha masih sedang dalam berduka termasuk dirinya. Tapi resto yang ia kelola seorang diri dan di berikan kepada Ana, juga tak mau sampai jatuh bangkrut hanya karena Arsha sibuk mengurus Arshi.


"Aku juga bingung bun. Jujur aku gak mau pisah dari Arshi. Aku ingin terus bersamanya." jawab Arsha jujur.


"Ya sudah kalau begitu, bagaimana jika selama kamu fokus ingin merawat Arshi, biar ayah dan bunda aja yang membantu kamu mengurus resto." ujar Cinta.


"Apa ini gak merepotkan ayah dan bunda. Jujur aku ingin mengelola resto itu mengingat bagaimana perjuangan Ana selama ini yang berusaha agar resto yang ia kelola bisa terus maju dan berkembang pesat. Namun di sisi, aku benar-benar gak mau meninggalkan Arshi. Rasanya berat. Arshi sudah kehilangan mamanya, jadi aku gak mau Arshi juga jauh dari papanya. Aku ingin Arshi bisa merasakan cinta dan kasih sayang dari aku dan juga orang-orang terdekatnya. Aku ingin merawat Arshi seorang diri." ucap Arsha sedih.


"Baiklah nak, kami mengerti. Kami akan membantumu mengurus resto selama kamu fokus mengurus Arshi. Tapi jika kamu merasa sedikit kesusahan atau apapun. Jangan sungkan-sungkan, untuk minta tolong sama kami. Ayah dan bunda akan selalu ada buat kamu dan Arshi." ujar Taufiq.


"Terimakasih ya Ayah, Bunda. Terimakasih karena ayah dan bunda mau mengerti kondisiku. Terimakasih karena ayah dan bunda mau tinggal sama kami. Terimakasih karena ayah dan bunda memberikan perhatian lebih buat kami, terimakasih karena ayah dan bunda menyayangi aku dan Arsha." ucap Arsha sedih.. Walaupun ia sudah kehilangan kedua orangtuanya. Namun dengan keadaan ayah dan bunda mertuanya, Arsha merasa seperti berada di tengah-tengah kedua orang tuannya.


Mungkin selama ini hidup Arsha begitu sempurna hingga sekarang Allah uji kehidupannya dengan mengambil istri tercintanya.


Namun walau begitu, Arsha sudah ridho dengan kepergian istrinya, ia hanya bisa berdoa semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan menempatkan istrinya itu di Surga Nya.


"Inget nak, kamu itu sudah menikah dengan putri ayah dan bunda. Jadi kamu itu sudah kami anggap sebagai anak bunda juga dan Arshi adalah cucu ayah dan bunda sama seperti Khaleed, Angel dan juga Afnan. Jadi jika kamu ada masalah, ayah dan bunda siap bantu. Ayah dan bunda juga gak keberatan jika kelak kamu harus kerja lagi dan kami harus menjaga Afnan." ucap Cinta.

__ADS_1


"Aku masih belum kefikiran bun, mau kerja kapan karena Ana juga baru aja meninggal kemaren. Aku cuma fokus menjaga Arshi dan hidup dengan kenangan bersama Almarhum istriku." ujar Arsha.


"Tapi inget nak, masa depan kamu itu masih sangat panjang. Arshi juga butuh kasih sayang seorang ibu. Jadi kamu jangan terus menerus hidup dalam kenangan. Kamu juga harus bangkit demi masa depanmu dan juga masa depan putri kecilmu.


Berat memang, tapi inilah kehidupan. Yang terus berputar layaknya roda. Kita gak bisa menghentikan waktu, kita harus bisa melupakan masa lalu demi masa depan yang cerah. Tapi kamu juga jangan lupa mendoakan istri dan kedua orangtuamu. Walaupun kelak kamu sudah menemukan wanita lain yang akan menjadi pendamping mu, jangan lupa mengenalkan Arshi dengan ibu kandungnya. Bawalah sesekali ke tempat makam mamanya agar Arshi tau bahwa mamanya sangat menyayangi dan mencintainya hingga mamanya rela mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan putri kecilnya." ujar Cinta tersenyum.


"Iya bun, InsyaAllah aku akan selalu mengajak Arshi ke makam mamanya mungkin sebulan sekali. Dan masalah Arshi butuh seorang ibu, akan aku fikirkan tapi gak sekarang. Mungkin 4 atau lima tahun lagi. Karena seperti kataku, aku ingin fokus jaga putriku." ucap Arsha sambil melihat ke arah putrinya.


"Iya sudah kalau gitu ayah dan bunda mau belanja dulu ya. Buat selamatan Ana nanti malam." ujar Cinta


"Maaf ya bun, aku gak bisa nganterin ayah dan bunda." ucap Arsha.


"Gak papa nak, kami mengerti. Kamu jaga Arshi aja dengan baik." ujar Cinta.


"Iya bunda."


Dan setelah itu, Cinta dan Taufiq pun segera pergi menuju pasar tradisional sedangkan Arsha mengajak putrinya berjemur di taman samping rumah, mumpung hari masih pagi.

__ADS_1


*Manfaat menjemur bayi lainnya ketika dilakukan pada pagi hari adalah dapat memperkuat tulang bayi. Kandungan vitamin D yang terkandung dalam sinar matahari dapat membantu kalsium mudah terserap dalam darah. Setelah itu, vitamin tersebut akan menyatu dengan tulang, sehingga membuat bagian tubuh tersebut lebih kuat.


Usahakan jemurnya dari jam 7 pagi sampai jam 9 pagi ya dan tidak boleh lebih dari 15 menit*.


__ADS_2