
Sejak Cinta hamil, Taufiq di buat pusing olehnya. Gimana tidak pusing coba ketika pulang kerja, ia melihat seisi ruangan seperti kapal pecah. Entahlah sejak sang istri hamil, istrinya lebih suka dengan rumah berantakan dari pada rumah yang rapi, bersih dan juga wangi. Saat ia ingin tidur di ranjang berdua dengan sang istri, Cinta malah mual mual dan pusing sehingga Cinta menyuruhnya untuk tidur di sofa ruang tamu dan itu sangat menjengkelkan sekali. Di saat ia lelah dan ingin meluk istrinya tapi saat di dekati sang istri malah mual mual dan ia bilang bau tubuhnya bau telur busuk padahal jelas jelas saat ia pulang kerja ia langsung mandi jadi bagaimana mungkin jika tubuhnya bau busuk. Taufiq hanya menggeleng gelengkan kepala.
Lebih aneh lagi saat Taufiq ingin kerja tapi sang istri malah menyuruhmya menggunakan daster ke tempat kerja dan istri memakai baju suaminya beserta jas dan juga dasi bahkan celana dalam dan juga celana panjang semuanya dari atas sampai bawah menggunakan milik suaminya sedangkan Taufiq dari atas sampai bawh menggunakan baju istrinya. Apa itu tidak memalukan akhrinya Taufiq tidak jadi kerja dan memilih untuk muter muter aja sampai sang istri lelah dan ketiduran di dalam mobil. Di saat sang istri tidur, di saat itulah ia segera ganti pakaian daster menjadi pakain baju kantor karena ia ada meeting jam 10 siang. Taufiq membawa istrinya ke ruang kantor dan meminta sang asiten untuk terus ada di sampingnya selama Taufiq meeting dengan client dari vietnam.
Setelah selesai meeting,, Taufiq kembali ke ruangannya dan di sana ia melihat ruangannya sudah seperti kapal pecah. Kertas yang berserakan sana sini dan juga bungkus makanan yang sudah ada di lantai, di sova di atas meja. Taufiq hanya menoleh ke wajah asisten seakan minta jawaban.
"Maafin saya pak, tadi istri bapak ngamuk ngamuk karena melihat bapak gak ada di sampingnya terus dia mengambil semua kertas yang ada di rak dan juga di meja bapak dan membuangnya begitu saja di seluruh ruangan. Setelah capek, istri bapak meminta saya untuk membelikan berbagai macam makanan ringan dan jgua minuman. Maaf, tapi saya gak bisa mencegahnya karena takut jika istri bapak ngamuk lagi." Ucap Asistennya menunduk, ia terlihat sangat gugup sekali.
"Baiklah, saya mengerti. Saya gak marah, kamu boleh keluar dan teruskan pekerjaan kamu." Ucap Taufiq tersenyum, yah dia harus tersenyum agar asistennya tidak ketakutan lagi.
__ADS_1
"Sayang..kamu kenapa?" tanya Taufiq setelah asistenya pergi.
"Kenapa kamu ninggalin aku sayang dan membiarkan aku seruangan dengan orang yang gak aku kenal." tanya balik Cinta.
"Maafkan aku sayang. Tadi aku ada meeting dengan client penting dan aku gak bisa untuk tidak datang karena aku dan dia akan menjalin kerja sama yang sangat penting dan itu sangat menguntungkan untuk perusahaan kita. Maafkan aku sayang, lain kali aku gak akan meninggalkan kamu sendirian seperti ini dan maafkan aku juga karena aku menitipkan kamu ke asistenku. Aku hanya ingin kamu ada yang menemani dan tidak sendirian di saat aku meninggalkanmu untuk urusan penting."
"Maafin aku sayang tapi aku gak mungkin meeting dengan menggunakan daster. Aku malu dan gimana dengan karyawanku yang melihat atasannya pergi ke kantor dengan menggunakan baju yang gak pantas. Daster hanya untuk perempuan sayang, bukan untuk di pakai laki laki. Itu tidak wajar. Maafkan aku, telah membuatmu kecewa." Ucap Taufiq sambil memeluk istrinya.
"Enggak papa sayang. Aku faham kog. Oh ya kita ke RESTO yuk." Ajak Cinta
__ADS_1
"Ngapain?" tanya Taufiq.
"Sayang, aku rasa sudah saatnya kita bilang ke bunda yang sebenarnya. Aku tak ingin membohongi bunda lebih lama lagi. Aku merasa berdosa sayang. Aku ingin bunda tau kalau aku sudah tidak lagi hilang ingatan. Aku juga ingin memperkenalkan bunda dengan kedua orang tuaku. Selama ini aku hanya bercerita kepada kedua orang tuaku tanpa pernah mempertemukan mereka. Aku ingin bunda menjadi bagian dari keluargaku. Aku gak ingin ada yang di tutup tutupi lagi. Yayang mau kan nganterin aku ke RESTO dan membantuku menjelaskan kepada bunda."
"Iya, aku mau sayang dan memang saatnya kita harus jujur sama bunda Inah. Bagaimanapun dia adalah orang yang sangat baik yang sudah menolongmu dan menganggap kamu sebagai anak kandugnnya sendiri. Setelah itu barulah kita mempertemukan bunda Inah dngan bunda kandugn kamu. Setlah itu kita juga akan bikin acara keluarga di mana acara itu akan mempertemukan mama, papa, ayah, bunda dan juga bunda angkat kamu. Agar mereka bisa akrab. Apalagi bentar lagi kita akan jadi orang tua jadi kita tidak boleh mikir seperti anak kecil lagi, kita harus mikir ke depan dan memikirkan anak kita gimana. Apalagi kita tidak akan punya anak satu tapi langsung dua sekaligus karena anak kita kembar, aku yakin wajahnya akan mirip dnganku karena mereka laki laki smua." ucap Taufiq tersenyum.
"Terserah deh mirip siapa aja. Aku gak peduli yang penting mereka terlahir dengan selamat. Sekarang ayo kita berangkat, oh ya aku gendong ya samapi mobil. Aku males jalan. Oke. Dan satu lagi nanti di jalan aku mau beli nasi goren pecel yang di campur rujak lontong + penyet lele pasti enak deh. Rasanya pasti nano nano." Pnta Cinta
"Terserah kamu lah yang. Mau makan apa aja. Aku pasrah." ujar Taufiq. Toh jika ia sampai menolak nanti sang istri akan ngambek dan tidak mau ngomong lagi sampai berhari hari dan Taufiq tidak ingin jika itu terjadi lagi. Dia sudah kapok banget rasanya.
__ADS_1