Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Pergi Ke Rumah Bu Wati


__ADS_3

Saat Naila


berkunjung ke rumah bu wati. Sungguh bu wati kaget bahkan ia sempat pingsan


selama kurang lebih 2 jam. Bu wati kaget karena melihat Naila yang tiba tiba


ada di hadapannya. Melihat Bu Wati kaget, Taufiq langsung sigap menggendong Bu


Wati dan menaruhnya di kamarnya. Anaknya yang masih kecil terus saja menangis


karena melihat ibunya yang tak sadarkan diri. Naila mencoba untuk menghibur


anak kecil itu.


“Ka, ini


sebenarnya ada apa sih. Kenapa bu Wati sampai pingsan melihat aku?” tanya Naila


dengan nada sedih. Ia tetap menggendong anak kecil itu karena ia tak mungkin


membiarkan anak kecil itu terus menangis melihat ibunya yang tak kunjung


sadarkan diri.


“Semua


orang yang melihatmu pasti akan pingsan sayang karena mereka mengira kamu hidup


kembali. Soalnya waktu jenazah itu di kuburkan, Bu wati beserta anaknya juga


hadir di pemakaman itu. Nanti biar mas yang menjelaskan kepada Bu Wati. Kamu


tenang aja ya..” Ucap Taufiq mencoba menenangkan istrinya.


“Mas kenal


sama Bu Wati itu di mana?” tanya Naila.


“Dari kamu


sayang. Dulu kamu menemukan Bu Wati di pinggir jalan ia menangis karena anaknya


sakit tapi ia gak bisa membawanya ke rumah sakit. Lalu kamu menolongnya dan


membawa mereka ke rumah sakit untuk periksa. Setelah itu kamu mencarikan


kontrkan kepada bu Wati dan memberikan modal kepada Bu Wati untuk membuka usaha


untuk bisa memenuhi kehidupannya. Dan kontrakan yang di tempati bu Wati


sekarang ini adalah kontrakan yang kamu sewa untuk mereka bahkan kamu juga yang


bayar tiap tahunnya. Berhubung kemaren kamu gak ada jadi mas yang menggantikan


posisi kamu membayar uang kontrakan serta mas juga memberikan mereka uanag tiga


bulan sekali. Mas tau tentang Bu Wati ya karena kamu yang cerita ke mas setelah


kita menikah. Kamu juga yang telah memperkenalkan mas dengan ibu panti beserta


pengurus panti dan kamu juga yang mengenalkan aku ke anak anak pantis sampai


aku dekat dengan mereka. Dulu kamu adalah orang yang sangat baik sayang, kamu


rela ngirit uang jajan agar bisa menabung untuk membantu panti asuhan dan juga


fakir miskin bahkan tak jarang kamu juga membantu ayahmu di kantor dan uangnya


juga kamu tabung untuk bisa membantu mereka semua. Jujur aku salut sama kamu


sayang. Kamu bagaikan bidadari, hatimu sangatlah lembut dan baik. Semua orang


yang mengenalmu pasti akan mengatakan bahwa kamu adalah orang baik dan aku


beruntung bisa memperisitri kamu sayang.” Ucap Taufiq, ia menitikkan air mata.

__ADS_1


Naila merasa tak tega dengan penuh cinta dan kasih sayang, ia pun menghapus air


mata itu.


“Jangan


menangis, mas. Maafkan aku yang belum bisa mengingat itu semua tapi aku janji


mas aku akan bersikap baik seperti dulu lagi. Aku akan berusaha menjadi istri


yang baik untukmu. Maafkan aku ya mas, maafkan aku sudah meninggalkan mu dan


membiarkan kamu tersiksa dengan kepergianku.” Ucap Naila, ia memeluk Taufiq


erat. Sedangkan anak kecil yang melihaat mereka berdua hanya bisa diam dan


memerhatikannya.


“Kamu gak


perlu minta maaf sayang, ini semua bukan salah kamu. Tapi ini adalah takdir,


Allah sedang menguji rumah tangga kita sayang. Dan kita harus bisa melalui


ujian ini. Memang sangatlah berat tapi mas yakin di balik semua masalah ini


pasti Allah sedang merencanakan sesuatu yang berharga untuk kita. Gimana jika


mulai nanti kamu tinggal sama mas lagi, kita pergi ke rumah mama dan papanya


mas. Sungguh, setelah di fikir fikir mas gak bisa jauh lagi dari kamu sayang.


Mas gak mau kamu ninggalin mas. Mas ingin kita kita tinggal satu atap lagi


sayang. Untuk sementara waktu, kita bisa tinggal sama mama dan papanya mas.


Setelah kamu sudah terbiasa dngan mas, baru kita akan tinggal di rumah kita


yang dulu pernah kita termpati berdua sayang. Rumah itu sampai sekarang masih


gimana?” tanya Taufiq.


“Terus


gimana dengan Bunda Inah mas. Bagaimanapun juga dia sudah merawat aku selama


ini.”


“Untuk


bunda Indah, biarkan dia tidur di sana dulu. Besok kita akan mencarikan rumah


yang dekat dengan RESTO kamu jadi bunda  bisa setiap hari ke sana. Sedangkan kamu bisa tiinggal bersama mas. Tapi


kamu jangan bilang ke bunda kalau kamu akan tinggal sama mas. Kamu bilang aja


kalau kamu akan tinggal di kontrakan yang dekat dengan kampus biar kamu enak


kalau ke kampus gak terlalu jauh.”


“Tapi aku


gak suka boong mas.”


“Kamu gak


boong sayang. Kamu memang akan tinggal di rumah yang ada di dekat kampus kamu.


Kebetulan rumah mama dan papa dekat kampus kamu sayang sedangkan rumah kita


dekat dnegan kantor mas. Jadi kamu gak boong.”


“Baiklah,


nanti aku akan bilang ke bunda. Semoga bunda ngizinin ya.”

__ADS_1


“Iya semoga


aja. Amin.


Setelah


mereka selesai ngobrol, Bu Wati bangun. Taufiq dan Naila pun segera


menghampirinya. Bu Wati masih tidak percaya jika Cinta yang ia kenal masih


hidup pek sekarang. Bu Wati memegang tanganya dan memeluk Naila dengan erat.


Nailapun membalas pelukan Bu Wati. Setelah mereka selesai berpelukan, Taufiq


mencoba menjelaskan secara detail kepada bu Wati. Bu Wati mendengarkan


penjelasan Taufiq dengan seksama, kadang Bu Waati menangais terharus sambil


terus memegang tangan Naila.


Setelah


selesai cerita, Bu Wati langsung mengucapkan banyak syukur karena Allah masih


memberikan kepada Cinta/Naila untuk merasakan hidup lebih lama lagi.


“Sungguh,


ibu sangat senang nak. Kamu bisa hadir kembali di tengah tengah kebahagian ibu.


Walaupun kamu bukanlah anak ibu tapi ibu sudah menganggap kamu sebagai anak ibu


sendiri. Kamu sangat baik sama ibu dan anak ibu, ibu selalu berdoa semoga Allah


selalu memberikan kebahagian kepadamu Nak.” Ucap Bu Wati sambil mencium kening


Naila. Walaupun Naila gak ingat siapa ibu Wati tapi ia bisa merasakan ketulusan


Ibu Wati dalam menyayangi dirinya.


“Saya juga


berharap Allah bisa menjaga ibu dan memberikan ibu serta anak ibu kebahagiaan.


Oh ya jika ibu ada perlu apa apa, ibu bisa datang ke RESTO BASMALLAH. Itu RESTO


saya, jika ibu ingin makan di sana, ibu gak perlu bayar karena khusus ibu, saya


gratiskan.”


“Makasih


sayang, walaupun kamu hilang ingatan tapi kamu masih tetep aja baik mungkin


memang dasarnya kamu adalah orang baik jadi gimanapun kamu. Kamu akan tetep


jadi roang baik.”


“Oh ya bu,


kami gak bisa lama lama di sini karena kami masih ada urusan.” Ucap Taufiq.


“Baiklah


nak, hati haati di jalan dan sering seringlah datang ke sini. Kalian adalah


keluarga ibu di dunia ini. Ibu sangat senang jika kalian bisa datang dan main


ke tempat ibu.” Ucap ibu Wati.


“Akan kami


usahakan untuk bisa sering ke sini.” Ucap Naila.


Setelah

__ADS_1


mereka pergi dari rumah Bu Wati, Taufiq mengajak Naila ke Mall.


__ADS_2