
Satu minggu setelah pernikahannya, Will memutuskan untuk pindah rumah. Will pindah rumah ke tempat yang tak jauh dari rumah bundannya. Rumah itu pemberian dari Taufiq dan Cinta sebagai hadiah pernikahannya. Taufiq membeli rumah 3 sekaligus, satu rumah buah Will, satu rumah buat Pram dan satunya lagi buat Jay.
Rumah Will dan Aisyah
Rumah Pram dan Ica
Rumah Jay dan Ila
Kini Jay, Will, dan Pram ada di ruangan tengah di rumah Taufiq dan Cinta.
Rumah Taufiq dan Cinta
Jay, Will dan pram duduk di ruang keluarga bersama Taufiq dan juga cinta.
Ruang keluarga
__ADS_1
Jay : Yah, apakah rumah yang di beli ayah tidak terlalu besar? Disana aku cuma tinggal bersama dengan Ila dan beberapa Asisten rumah tangga." tanya Jay yang merasa bahwa rumah pemberian ayahnya sangatlah besar.
"Gak kog sayang. Ayah rasa rumah itu sangat cocok untuk kamu. Malah tadinya ayah mau beliin kamu rumah yang lebih besar tapi ayah nunggu kamu punya anak dulu, baru nanti ayah belikan rumah yang jauh lebih besar dan mewah dari itu. Sekarang kamu terima dulu rumah yang sangat sederhana itu ya?" Ucap Taufiq terseyum.
"Itu bukan sederhana ayah. Itu sudah bagaikan istana menurutku." Jawab Jay kesal karena ia tak suka dengan rumah pemberian dari ayahnya yang terlalu luas bahkan Ila sendiri sampai pusing memikirkan gimana caranya membersihkan rumah seluas itu. Ila dan Jay hanya menyewa beberapa asisten rumah tangga, jika Jay sampai menambah asisten lagi bisa bisa gajinya hanya habis buat gaji asisten rumah tanggannya.
"Aku juga kurang suka yah, sama rumah yang ayah berikan. Itu terlalu luas dan besar. Apakah tidak ada rumah yang lebih kecil dari itu. Aku sama Aisyah sampai kewalahan membersihkan rumah itu." Ucap Will yang juga kurang suka dengan rumah pemberian orang tuanya.
"Will kan bisa cari asisten." Ucap Taufiq.
"Cari asisten yang jujur dan setia itu susah yah. Lagian kenapa sih ayah membeli rumah itu, emang uang ayah banyak apa?" tanya Will
"Kalau uang sih ayah selalu punya Will. Bukankah ayah kerja selama ini, itu semua demi membahagiakan putra dan putri ayah. Ayah ingin memberikan yang terbaik untuk kalian semua." Jawab Taufiq tersenyum.
"Baiklah, ayah akan bantuin Pram dan Will untuk mencarikan asisten rumah tangga, Dan ayah juga akan bantuin Jay untuk menggaji asisten rumah tangga dirumah Jay. Ayah harap kalian gak usah protes lagi dengan apa yang di berikan ayah untuk kalian. Percayalah, ayah sangat menyayangi dan mencintai kalian, ayah ingin selalu memberikan yang terbaik untuk buah hati ayah. Ucap Taufiq tersenyum.
"Lebih baik kalian nurut aja dengan apa yang di katakan oleh ayah. Lagian kalian dari kecil sudah biasa hidup di rumah mewah jadi gak mungkin ayah tega membiarkan buah hati ayah untuk tinggal di rumah yang lebih kecil dari rumah yang kalian tempati selama ini." Ucap Cinta.
"Tapi bun.........." belum selesai Jay berbicara, Cinta sudh memotong ucapannya.
"Bukankah kamu merupakan direktur utama, seorang CEO yang kini usahanya di mana mana. Masak cuma menggaji karyawan aja kamu sampai ngeluh gini." Ucap Cinta tersenyum.
"Walaupun aku punya uang, tapi kan bukan berarti aku habiskan buat gaji karyawan mulu bun. Aku kan juga ingin nabung buat anak dan cucuku kelak." Jawab Jay cemberut.
__ADS_1
"Sudahlah, masalah anak dan cucumu kelak jangan di fikirkan. Biar nanti kami yang akan membantu kamu. Lebih baik kamu fokus bagaimana caranya agar istrimu hamil dan memberikan kami seorang cucu. Punya anak belum, udah mikirin masa depan anaknya dan cucunya hemmm." Sindir Cinta.
"Iya ya, aku akan fokus bikin anak yang banyak biar ayah dan bunda puas." Ucap Jay pura pura kesal.
"Pram, Jay, Will..........kalian sekarang kan statusnya udah nikah, kalian sudah punya tanggung jawab sebagai seorang suami. Jadi ayah harap, kalian harus memberikan yang terbaik untuk istri kalian, jangan sampai di antara kalian menyakiti hati mereka. Jika ada masalah, segera di omongin baik baik, jangan sampai sesekali kalian membentak apalagi menyakiti mereka secara fisik. Ayah gak pernah mengajarkan putra dan putri ayah menjadi orang yang kasar. Dan satu lagi jangan suka membanding bandingkan istrimu dengan wanita mana pun. Karena ia juga sedang menahan diri agar tidak membanding bandingkan dirimu dengan pria mana pun. Nak, mungkin memang benar cinta bukanlah segalanya. Tetapi tanpa cinta, segalanya pun tak akan ada. Tetaplah saling mencintai selama-lamanya. Percayalah bahwa kalian adalah dua makhluk yang memang ditakdirkan bersama selamanya. Kelak, jika pada saatnya nanti telah tiba gilirannya kalian untuk menjadi orangtua, maka jadilah orangtua yang baik. Yang selalu bisa membimbing dan membesarkan putra-putri kalian dengan penuh cinta." Ucap Taufiq memberikan nasihat.
"Iya yah, kami akan selalu ingat pesan ayah." Ucap will, Pram dan Jay bersamaan.
"Ingat, jika kelak kalian menyakiti istri kalian masing masing, itu tandannya kalian juga menyakiti hati dan perasaan bunda. Jadi bunda mohon, tolong sebisa mungkin berikan mereka kebahagiaan dan jangan sampai melakukan hal hal yang akan membuat hati mereka terluka. JIka kelak ada wanita yang mendekati kalian, maka jauhilah. Ingat kalian sudah punya istri jadi jangan coba coba untuk berdekatan lagi dengan wanita di luaran sana karena jika itu sampai terjadi, maka bunda tidak akan pernah memaafkan kalian." Ucap Cinta menangis terharu
Saat mereka lagi asyik ngobrol tiba tiba hp Pram dan Jay berbunyi bersamaan. Ada pesan masuk, Pram dan jay pun membuka pesan tersebut dan ternyata pesan itu dari papa mertua. Pram dan Jay membaca pesan itu di dalam hati:
Orang pertama yang memeluknya adalah aku,orang pertama yang menciumnya adalah aku,orang pertama yang merawatnya adalah aku,namun kuharap kamu akan jadi orang yang menemaninya seumur hidup.Jika ada hari di mana kamu tak mencintainya lagi, tolong jangan katakan padanya. Katakan padaku, aku akan membawanya pulang.
"Dari siapa?" tanya Taufiq.
"Dari papa meruta yah." Jawab Jay.
"Ada apa?" tanya Cinta.
Jay pun memberikan hp nya kepada sang bunda begitupun dengan Pram, ia memberikan hp itu kepada Taufiq. Setelah selesai membaca Taufiq dan Cinta mengembalikan hp itu kepada pemiliknya.
"Itulah sayang, walaupun seorang ayah terlihat cuek tapi sebenarnya ia sangat menyayangi dan mencintai putriinya. Jadi ayah harap kalian harus bisa membahagiakan istri kalian dan jangan sampai melukai hati dan perasaannya." Ucap Taufiq.
"Iya yah, kami faham." Ujar mereka bertiga.
__ADS_1
Setelah itu, mereka pun pamit pulang ke rumah masing masing. Taufiq dan Cinta hanya menatap kepergian mereka dengan rasa sedih, haru dan juga senang. Semua rasa itu bercampur jadi satu. Dulu rumah ini adalah tempat tinggal mereka tapi kini mereka semua sudah mempunyai rumah masing masing.