
Tepat tanggal 8 Agustus 2018
Pertunangan Ana + Arsha dan Ani + Rachel di lakukan dengan sangat sangat meriah. Keluarga Cinta mengundang 100 ribu orang. Bahkan biaya pertunangan itu saja menghabiskan 100 M. Tapi itu tak masalah karena Cinta dan Taufiq bukan orang biasa apalagi Rachel yang seorang milioner. Uang 100 M tak ada apa apanya sama sekali, bagi Rachel uang 100 M itu setara dengan uang satu juta.
Pertuangan itu di lakukan 3 hari 3 malam, seluruh keluarga besar Cinta dan Taufiq serta Seluruh keluarga besar Elsa dan Angga turut bahagia melihat Ani dan Ana sangat bahagia sekali. Will, Jay dan Pram sangat bersyukur karena kini kedua adik perempuannya sudah bertunangan dan bentar lagi akan segera menikah.
Cinta dan Taufiq sendiri juga tak menyangka bahwa kini putra dan putrinya akan segera memberikan mereka seorang cucu. Padahal Cinta dan Taufiq merasa bahwa mereka baru menikah kemaren tapi ternyata mreka sudah punya anak, menantu dan juga seorang cucu.
Jika Aisyah melahirkan dan Ica mempunyai Anak serta Ila nambah Anak, belum lagi jika Ani dan Ana juga punya anak maka rumah kediaman Cinta dan Taufiq akan semakin rame.
Cinta dan Taufiq sudah tak sabar menanti saat saat itu tiba.
Setelah acara pertunangan selesai, mereka segera kembali ke kediaman masing masing. Kecuali Arsha dan juga Rachel yang di minta untuk menginap di rumah Cinta. Cinta sudah menyediakan kamar khusus untuk Rachel dan Arsha jika mereka menginap karena mereka masih belum boleh tidur di kamar Ani dan Ana. Baru jika mereka sudah sah, mereka boleh berkumpul bersama dan tidur bersama.
Masalah pesta, Cinta dan Taufiq sudah menyuruh seseorang untuk membereskannya seperti semula. Inilah enaknya punya banyak uang, tinggal perintah maka semua akan beres.
__ADS_1
"UH capek banget aku sekarang." Ucap Cinta di kamarnya, ia merebahkan tubuhnya di kasur yang sangat empuk. Selama beberapa hari terakhir ini ia emang jarang tidur karena sibuk mengurusi pertunangan kedua putrinya.
"Aku juga yank, capek banget." Ujar Taufiq yang juga merebahkan tubuhnya di samping istrinya.
"Tapi aku senang karena semuanya berjalan dengan lancar dan sesuai dengan keinginan kita semua." Ucap Cinta tersenyum.
"Aku juga yank, apalagi melihat anak anak yatim yang begitu bahagia saat mereka menyantap hidangan. Yah walau berceceran sana sini tapi mereka terlihat sangat ceria dan bahagia. Untunglah kita membuat dua ruangan jadi walau mereka bikin berantakan tak menganggu tamu yang datang." Ujar Taufiq.
"Iya, tapi aku sedikit menyesal sih kenapa kita hanya mengundang 4.500 anak yatim piatu kenapa gak di genepin 5.000 aja. " Ucap Cinta.
"Kalau lima ribu kasihan keluarga kita sayang. Kita kan juga harus mengundang sanak saudara kita yang ada di sini dan luar kota bahkan luar negeri. Apalagi teman teman kamu, teman teman aku, teman teman mama dan papa aku serta teman ayah dan bunda kamu, teman teman Jay, Will, Pram, Ila, Ica, Aisyah, Elsa, Angga, semuanya pada di undang. Belum juga rekan bisnis aku, rekan bisnis Will, Pram dan juga Jay yang sangat banyak belum lagi para penjabat tinggi dan juga beberapa artris ternama dan juga model papan atas yang ikut hadir memeriahkan pertunangan puttri kita. Apalagi wartawan yang begitu banyak membuat istana Rachel seperti mau roboh kayaknya hehe sangking banyaknya tamu yang datang." Ucap Taufiq.
"Sudahlah jangan bahas harta, harta gak akan di bawa mati. Harta kita yang sesungguhnya itu bukan rumah mewah, mobil mewah, uang yang tak terhitung berapa banyaknya. Harta kita yang sesungguhnya adalah harta yang sudah kita sedekahkan, itulah harta kita yang sebenarnya." Ucap Taufiq.
"Iya kamu bener yank. Maaf ya. Oh ya yank, panti asuhan dan panti jompo yang kita bangun, tiap bulannya selalu di kirimi uangkan?" tanya Cinta.
__ADS_1
"Iya dong, hampir seluruh panti asuhan dan panti jompo yang ada di kota ini sudah mendapatkan uang bulanan dari kita. Per panti itu sekitar 100 juta tiap bulannya. Kamu tenang aja, aku gak akan lupa akan hal itu. Walau kita jarang ke sana tapi InsyaAllah uangnya akan selalu sampai, aku sudah menyuruh tangan kananku untuk mewakiliku. Aku juga percaya padanya. Aku yakin dia amanah. Masjid masjid juga sudah aku bangun sesuai yang kamu minta dulu bahkan aku juga membantu orang orang fakir miskin yang ada di desa, aku pastikan mereka selalu mendapat santunan satu juta per kepala rumah tangga. Aku juga selalu menyediakan lowongan kerja bagi mreka yang sudah lulusan SMA sederajat, D1, D2, D3, S1, S2 tapi belum dapat pekerjaan. Semuanya pokoknya beres dehh." Ucap Taufiq.
"Syukurlah aku seneng dengernya.. Oh ya Ibu Inah sudah tidur belum ya?' tanya Cinta.
"Sudah kayaknya bun. Soalnya tadi sebelum kita ke sini, Ibu Inah sempat bilang ke aku kalau mau ke kamar dulu ngantuk. Tadinya sih beliau mau pamit ke kamu tapi karena kamunya sibuk jadi dia cuma bilang ke aku. Ya sudahlah jangan di ganggu kasihan. " Ucap Taufiq.
"Iya udah deh. Aku cuman takut aja dia belum makan malam dan belum minum obat." Ujar Ciinta.
"Sudah kayaknya yank."
"Tau dari mana?" tanya Cinta.
"Tadi pelayan kita ngasih tau kalau dia sudah mengantarkan makan malam nya sekaligus obat untuk Ibu Inah."
"Syukurlah. Iya udah sekarang kita bobok yuk, aku ngantuk banget sekarang." Ujar Cinta.
__ADS_1
"Baiklah."
Taufiq dan Cintapun tidur saling berpelukan.