Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Gantian menyusu


__ADS_3

Hari ini umur Pram, Jay dan Wil sudah menginjak 7 bulan. Mereka sudah bisa ngoceh walaupun gak jelas. Cinta memutuskan untuk berhenti kuliah saja karena ia tak ingin melewatkan perkembanan sang buah hati.. Ayah dan Bundanya Cinta seminggu sekali datang untuk membawakan baju serta mainan untuk mereka sedangkan untuk mama dan papanya Taufiq, mereka datang setengah bulan sekali untuk membawa berbagai macam mainan yang mereka beli di luar kota bahkan di luar negeri. Sedangkan bunda angkat Cinta hanya sebulan sekali karena bunda ke sini harus naik taxi di tambah RESTO gak bisa di tinggal jadi bunda angkat Cinta gak bisa sering main main ke sini.


Pram dan Jay lebih dekat dengan Taufiq sedangkan Will, ia lebih dekat dengan sang bunda. Mungkin karna selama ini Taufiq lebih suka bermain dengan Pram dan Jay yang lebih aktiv dan suka bermain beda dengan Will yang pendiam dan suka di gendong oleh Cinta. Will emang sedikit manja, beda dengan kakak kakaknya yang lebih suka mandiri dan tidak bergantung pada Cinta. Tapi dengan dekatnya Pram dan Jay kepada sang Ayah membuat Cinta bisa lebih banyak istirahat karena ia harus mengurus sang anak.


Taufiq juga sekrang lebih banyak di rumah karna sang papa mertua mau bantuin anaknya untuk mengelola perusahaan Taufiq. Mungkin ia tau bahwa sang anak ingin menghabiskan waktunya dngan ketiga cucunya dan Cinta sangat berterima kasih sekali karena papa mertuanya karena beliau sangat perngertian sekali kepada keluarga kecil putranya.


Saat ini Taufiq, Cinta dan ketiga anaknya lagi ada di ruang tamu. Tiba tiba Cinta ingat bahwa Elsa (sahabatnya) sudah melahirkan bulan lalu dan rencananya Cinta akan mengajak sang suami beserta ketiga anaknya untuk berkunjung ke rumah sahabatnya. Sama seperti dirinya kini Elsa dan Angga juga sudah berhenti kuliah karena ia tidak bisa kuliah sambil mengurus perusahaan karna jika mereka tetep kuliah Elsa dan Angga tidak punya waktu untuk berduaan apalagi Elsa kini sudah menjadi seorang ibu. Oh ya Elsa melahirkan dua bayi kembar perempuan. Andai ia melahirkan 3 putri mungkin Elsa dan Cinta bisa menjodohkan anak anak mereka tapi sayangnya hanya dua. Jadi perjodohan batal deh karena jika cuma dua, terus anaknya Cinta yang satunya lagi mau di gimanakan. Jaid biarkan mereka yang memilih, Cinta tidak akan melarang mereka untuk memilih pasangan mreka masing masing.


"Sayang?" panggil Cinta.


"Iya, ada apa?"


"Besok ke rumah Elsa yuk?" ajak Cinta


"Emm boleh. Oh ya Elsa sudah lahiran kan?" tanya Taufiq.


"Iya sayang. Dia sudah melahirkan bulan lalu. Anak nya kembar dua."


"Oh syukurlah. Aku senang mendengarnya. Tapi kenapa kamu bilang sekarang?"


"Iya karna aku lupa terus sayang. Lagian kita tidak mungkin ke sana bulan kemaren, bagaimanapun seorang ibu harus di berikan waktu untuk bisa berduaan dengan anaknya dan menyesuaikan diri. Dan aku rasa besok adalah waktu yang tepat untuk kita datang kesana bersama anak anak kita."


"Kamu yakin sayang, mau bawa mereka?" tanya Taufiq.


"Iya aku yakin sayang. Emang kenapa?" tanya balek Cinta


"Bukan apa apa sih, aku takut nanti mereka malah nyusahin di sana."

__ADS_1


"Gak boleh ngomong gitu sayang bagaimanapun mereka anak kita. Kita harus menjaganya, lagian gak mungkin kan ketiga anak kita di titipka kepada Aisyah. Kasihan dia sudah capek tiap hari ngurus rumah."


"Tapi kan kita bisa menitipkan anak anak kita sama mama dan papa atau kita juga bisa titipkan ke ayah bunda. Lagian aku pengen kita dua duaan yank. Perasaan sejak kita punya anak, kita belum pernah deh jalan berdua." Ucap Taufiq.


"Baiklah jika itu maumu. Aku mengalah. Besok kita titipkan putra kita ke ayah bunda aja. Kebetulan besok ayah dan bunda hanya di rumah saja jadi biar gak kesepian kita titipkan ketiga anak kita di sana."


"Oke aku setuju sayang."


"Sip."


Setelah mereka selesai ngobrol, merkea berdua melihat ke arah anak anaknya yang bermain di atas kasur lantai. Di sana begitu banyak mainan sehingga anak anaknya bisa bermain dngan tenang. Sejak Cinta melahirkan, Cinta dan Taufiq belum pernah beli baju dan mainan untuk ketiga putranya. Bagaimana mau beli jika mama dan papanya serta ayah dan bundanya seringkali membelikan mereka baju dan mainan. Kadang ibu angkat Cinta juga membelikan mainan untuk mereka bahkan Ibu Wati juga pernah datang dua kali membawa baju dan mainan. Sekarang mainan mereka sudah menumpuk di kamar depan. Bahkan kamar itu bukan lagi seperti kamar melainkan seperti toko mainan. Untunglah Aisyah sangat suka kerapian sehingga mainan itu di tata sedemikian rupa olehnya.


"Oh ya ibu Aisyah kemana ya?' tanya Cinta.


"Dia ada di kamarnya sayang, lagi nelvon anaknya. Biarin sudah, kasihan dia. Dari tadi habis subuh  dia bersih bersaih terus. Dari yang cuci baju, kora kora, nyapu, ngepel, bersihin kaca jendela, bersihin kamar mandi, merapikan tempat tidur kita dan anak anak. Merapikan semua ruangan yang di bikin berantakan oleh anak anak kita. Dia pasti kelelahan. Sebenarnya kita harus mencari pembantu satu lagi untuknya tapi saat aku nawarin dia untuk meencarikan teman, dia gak mau. Malah katanya dia maish mampu untuk bersih bersih rumah sendirian. Iya sudah, mau gimana lagi. Tapi liat dia bersih bersih mulu aku jadi kasihan. Nanti siang, kita makan di luar aja yuk. Biar ibu Aisyah bisa istirahat jadi gak perlu masak untuk makan siang kita. Gimana kamu setuju? atau kita bisa pesan lewat online." Ucap Taufiq.


"Bukannya kamu sudah menggaji dia 3 kali lipat tiap bulannya. Seharunya dia di gaji 1.500.000 per bulan tapi kamu sudah memberikan dia gaji 5 juta perbulan." Jawab Taufiq.


"Iya sih yank tapi kasihan sama dia lagian dia juga butuh uang buat kedua anaknya di kampus dan dia juga harus ngirim uang buat berobat suaminya dan aku yakin tidak sedikit uang yang di butuhkan untuk suaminya agar cepat sembuh." Ucap Cinta


"Baiklah, menurutmu kita harus gaji dia berapa perbulan sayang?" tanya Taufiq setelah menimbang nimban omongan istrinya.


"Gimana jika 6.500.00?" tanya Cinta


"Oke aku setuju." Jawab Taufiq tersenyum.


"Sip dah." Ujar Cinta sambil memelukk suaminya. Saat memeluk suaminya, eh tiba tiba Will menangis dan merangkat menuju ke arah Cinta.

__ADS_1


"Da..da..luk..luk." Ucap Will sambil merentangkan kedua tangannya. Cinta yang melihatnya di bikin gemas. Ia segera  memeluk Will dengan erat.


"Cu da....Cu..."Ucap Will lagi sambil menunjuk susu bundannya. Cinta mengerti, ia segera membuka kancing bajunya dan membiarkan anaknya untuk menyusu sampai puas. Taufiq yang melihat itu semua hanya tersenyum dan mengelus rambut Will. Will hanya menatap ke arah ayahnya sambil terus menyusu.


"Yah, atu luk uga." Ucap Pram, anak pertama mereka. Taufiq pun langsung memeluk anaknya sedangkan Jay masih terus saja sibuk dngan mainannnya.


"Aku gak nyangka kita bisa mempunya putra setampan mereka. Mereka sangat gemas dan selalu bikin aku tertawa." Ucap Cinta melihat ketiga anaknya.


"Iya aku juga syang. Setelah penderitaan kita dulu, sekrang kita bisa bahagia bersama anak anak kita." Ujar Taufiq sambil memeluk Pram dan mencium keningnya.


"Aku harap kita akan selalu bahagia seperti ini sayang." Ucap Cinta.


"Iya, smoga aja amin. Gimana jika kita nambah anak sayang?" tanya Taufiq.


"Nambah anak ya? Gak masalah. Asal kamu yang hamil. Di kira enak apa hamil apalagi melahirkan. Kamu gak tau sih sakitnya gimana?" ucap Cinta sewot.


"Yaelah yank, kan sakitnya cuma bentar." Jawab Taufiq.


"Iya cuma bentar tapi rasanya nyawaku sperti mau melayang." Ucap Cinta


"Baiklah, kita tunggu sampai putra putra kita berumur 3 sampai 4 tahun setelah itu aku ingin kita nambah anak lagi. Aku ingin rumah ini di penuhi dengan anak kecil." Ujar Taufiq tersenyum, ia membayangkan gimana ramenya jika rumah ini di penuhi dengan anak anak kecil. Pasti akan seru banget. Apalagi Taufiq ingin merasakan punya seorang putri.


"Terserah kamu dah yank." Ucap Cinta.


"Yah, ram au cucu gak yah." ucap Pram melihat saudaranya yang dari tadi tidak berhenti menyusu.


"Baiklah." Ucap sang ayah. Dia memberikan Pram ke Cinta, Cintapun membiarkan kedua anaknya menyusu. Tapi tiba tiba saja Jay yang melihat ke dua saudara kembarnya menyusu. Ia pun segera merangkat menuju ke Cinta.

__ADS_1


"Au...au.....Jay au cucu." ucap Jay sambil menunjuk susu bundannya. Sang bunda melepaskan Will untuk tidak menyusu lagi dan membiarkan saudaranya menyusu.. Will sudah menyusu dari tadi. Tapi ketika Cinta melepaskan susunya dari Will, Will malah menangis untunglah Taufiq dngan sigap menggendong Will sehingga ia tidak nangis lagi. Sekarang tinggal Pram dan Jay yang menyusu dengan sangat rakus. Tak jarang mereka menggigit susu Cinta. Cinta sih gak pernah marah, Cinta hanya mengelus rambut mereka dan mencium pipi mereka satu persatu.


__ADS_2