
“Tau gak mas?” Ucap Naila sambil terus memeluk suaminya.
“Apa sayang?” tanya Taufiq, ia memeluk istrinya dengan erat, sesekali ia mencium
kening istrinya.
“Aku bersyukur punya suami tampan kayak mas. Tapi jujur aku kesal ketika ada wanita
lain yang menatap mas sampek gak berkedip.” Ucap Naila manja.
“Terus aku harus gimana sayang. Masa ia mas pakek topeng biar ketampanan mas gak di liat
oleh orang lain?” tanya Taufiq tersenyum.
“Iya gak gitu juga mas, maksud aku tuh jangan genit gitu loh.”
“Lah siapa yang genit sayang. Mas gak pernah genit sama siapapun. Mereka aja yang liat mas
sampek sebegitunya. Padahal mas mah biasa biasa aja tuh.” Ucap Taufiq. Ia
melepaskan pelukannya dan ia mencium pipi Naila dengan penuh cinta.
“Tatap wajah mas sekarang” ucap Taufiq. Naila pun menuruti keinginannya, ia menatap
wajah Taufiq dengan wajah polosnya.
“Kamu tau, wajah ini, ketampanan ini hanya untukmu sayang. Semua yang melekat di tubuh
mas, ini semua untukmu. Cintanya mas, hatinya mas, fikiranya mas semua tertuju
sama kamu. Tubuhnya mas dari atas sampai bawah, ini milikmu sayang.” Ucap
Taufiq tersenyum.
“Kalau gitu jangan biarkan wanita lain melihat mas, aku gak suka.”
“Terus mas harus gimana, masak ia mas gak boleh keluaran gitu dari rumah.”
“Iya gak gitu. Mulai sekarang mas harus pakek baju longgar yang panjang, celana sampai
bawah, gak boleh sampek lutut lagi, terus pakek kacamata gitu. Mas boleh
membuka kaca matanya hanya di depanku saja tapi jika di depan orang lain, aku
ingin mas seperti orang culun biar gak ada yang tertarik sama mas.” Ucap Naila.
“Baiklah mulai besok, mas akan berpenampilan seperti culun. Sekarang kamu senengkan?”
“Iya hehe. Oh ya ayuk kita pulang, aku yakin mereka sudah selesai menyiapkan pesanan mas.”
“Tapi kamu kan masih sakit.”
“Sakit dari mana, aku sudah sembuh kog. Ayo mas…” Naila turun dari ranjang dan menarik
tangan Taufiq.
“Oke, oke. Tapi janji ya gak boleh sampai kelelahan.”
“Iya aku janji.” Ucap Naila. Taufiq pun menggendong Naila sampai mobil.
“Kenapa mas gendong, aku sih. Malu tau di liatin orang tadi.”
“Kenapa harus malu, yang mas gendong kan istri mas sendiri bukan istri orang lain.
Lagina mereka melihat karena mereka punya mata sayang. Biarlah jangan urus
mereka, terserah mereka mau lihat kita atau gak, itu hak mereka. Sekarang kamu
pakek sabuk pengaman kamu, kita akan segera ke RESTO untuk mengambil pesanan.”
Ucap Taufiq.
“Oke. Tapi nanti aku mandi dulu ya soalnya aku belum mandi dari kemaren sore gara gara
sibuk banget. Gak enak kan jika nanti kita nganterin itu ke panti dalam
keadaanku yang masih belum mandi.”
__ADS_1
“Oke, nanti mas akan tungguin kamu sampai selesai mandi.”
“Sip.”
Taufiq pun segera meluncur menuju RESTO BASMALLAH. Sesampai di RESTO, Naila langsung ke
dapur, ia melihat semua pesanan Taufiq sudah terbungkus semua. Setelah ia
memastikan semuanya aman, ia segera pergi ke lantai atas dan mandi. Dalam waktu
20 menit,ia sudah selesai mandi dan juga selesai pakek baju + dandan.
“Bun, aku berangkat sekarang ya. Oh ya aku nitip RESTO ya bun, jika nanti ada apa apa.
Bunda segera hubungi aku.” Ucap Naila.
“Kamu akn membawa ini pakek apa sayang?” tanya Inah melihat 1 juta pesanan yang hampir
mmenuhi dapurnya.
“Sekarang aku bawa 250 bungkus dulu bun, setelah itu aku akan kembali lagi dan membawa
nasi 250 bungkus lagi.” Ucap Naila
“Emang kamu akan membawanya ke mana sayang?”
“Ke Panti bun.”
“Sama cowok yang tadi pagi itu?”
“Iya bun. Dia juga sekarang partner bisnis aku bun. Dia orangnya sangat baik kog.”
“Iya sudah kalau gitu hati hati ya.”
“Iiya bun.”
Naila memanggil beberapa karyawan untuuk mengangkut makanannya ke dalam mobil Taufiq.
Untung Taufiq membawa mobil yang agak besar sehingga bisa menyimpan makanan
sebanyak itu, coba aja kalau membawa mobil pribadinya yang kecil itu, Mobil
Setelah selesai mengangkut makanan ke dalam mobil, tak lupa Naila mengucapkan terima
kasih dan ia pun segera pergi menghampri Taufiq.
“Yuk berangkat.” Ucap Naila. Taufiq hanya menganggukkan kepala dan merekapun
langsung meluncur ke panti asuhan.
Sesampai di panti semua anak panti dan juga pengasuh panti sangat terkejut melihat
kedatangan Naila. Bagaimana gak terkejut dan kaget coba, mereka kan taunya
Naila/cinta sudah tiada dan tiba tiba saja sekarng Ia muncul kembali di
hadapannya bahkan anak anak panti sampai lari karena takut. Mereka mengira
bahwa Naila itu hantu.
Taufiq yang melihat situasi itu langsung menghampiri pengurus panti dan mencoba untuk
menjelaskan secara detail. Setelah selesai menjelakan, ibu panti beserta
pengurus yang lain langsung menyalami Naila, mereka memeluk Naila satu persatu.
Sungguh mereka gak menyangkan jika Naila/Cinta masih hidup dan sekarang ada di
hadapan mereka. Anak anak panti yang tadinya lari juga ikut memeluk Cinta
dengan tangisan mereka. Mereka benar benar sangat menyayangi Cinta malah mereka
sudah menganggap bahwa Cinta adalah kaka buat mereka. Setelah selesai peluk
pelukan. Taufiq menurunkan makanan dan membagikan ke mereka satu persatu, Taufiq
juga tak lupa memberikan kepada ibu panti dan semua pengurus panti. Setelah
__ADS_1
selesai makan, Cinta gak langsung pulang melainkan ia bermain dengan anak anak
panti hampir satu jam sedangkan Taufiq memerhatikan dari jarak jauh. Ia tak mau
mengganggu momen Cinta beserta anak panti. Taufiq memang sengaja memberikan
mereka waktu untuk bisa bersenang senang, siapa tau dengan begitu Naila bisa ingat tentang masa lalunya.
Setelah hampir tiga puluh menit Cinta bermain, akhirnya cinta pami pulang karena ia
masih ingat bahwa ia harus kembali ke RESTO dan mengambil makanan lagi untuk di
bawa ke panti jompo. Sebelum pulang, Taufiq dan Naila pamit dulu ke ibu panti
dan pengurus panti, tak lupa seperti biasa Taufiq memberikan uang sebesar 10
juta untuk ibu panti, semoga uang itu bisa bermanfaat untuk adik adik panti.
Selama dalam perjalanan, Naila cerita banyak tentang anak panti tadi dan Taufiq hanya
diam mendengar cerita Naila yang seakan akan gak ada habisnya. Dari awal mereka
berangkat bahkan sampai mereka sampai di RESTO, Naila masih saja terus
bercerita membuat Taufiq hanya tersenyum, ia sangat senang melihat istrinya
sebahagia itu.
Setelah turun dari mobil, Naila dan Taufiq langsung mencari tempat duduk dan mereka memesan
makanan untuk makan siang karena sedari tadi pagi keduanya belum ada yang makan.
Selesai makan, Naila memanggil beberapa karyawan untuk mengambil makanan dan
menaruhnya di mobil. Sekarang ia membawa sebanyak 500 karena Taufiq akan
mengunjungi 2 panti jompo sekaligus.
Setelah semuanya sipa, Taufiq pun langsung berangkat di sepanjang jalan hari ini mereka
berdua memilih untuk diam dan menikmati lagu yang di putar oleh Naila.
“Aku pengen punya mobil sendiri.” Ucap Naila tiba tiba.
“Kamu mau?” tanya Taufiq.
“Iya. “ Jawab Naila.
“Jika begitu besok kamu harus datang ke rumahku dan pililhlah mobil yang kamu suka.
Di sana kau mempunya banyak koleksi mobil. Tapi jika kamu ingin yang baru kita
bisa membelinya sekarang.” Ucap Taufiq
“Tidak perlu yang baru. Besok aku akan kerumah mas untuk memilih salah satu mobil yang
aku suka. Tapi mas yakin akan memberikan mobil itu untukku?” tanya Naila.
“Iya aku yakin karena semua hartaku juga hartamu, apa yang aku punya itu semua milikmu
sayang.”
“Terimakasih. Jika begitu aku akan datang ke rumahmu besok pagi.”
“Baiklah. Oh ya kita sudah sampai, yuk turun.” Ucap Taufiq.
Mereka segera turun dan langsung membagi bagikan makanan, tak butuh waktu lama karena Taufiq
dan Naila harus segera pergi untuk mengunjungi panti jompo berikutnya.
Untunglah jaraknya gak terlalu jauh hanya dalam hitungan 15 menit, mereka sudah
sampai. Di panti jompo kali ini, Taufiq masih sempat berbincang bincang dengan
pengurus di sana. Tapi hanya sekitar 5 menit karena setelah itu mereka harus
segera ke RESTO lagi untuk mengambil nasi dan membagi bagikan ke fakir miskin
__ADS_1
dan juga ibu wati.