Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Nasihat Dari Mama Elsa


__ADS_3


Will keluar dari kamar Jay dan langsung masuk ke kamar Cinta, bundannya. Di sana Wiil melihat Aisyah mencoba untuk menenangkan bundannya. Sedangkan Khaleed di gendong oleh Taufiq karena sejak Khaleed pindah rumah, Khaleed jadi lebih lengket dengan Taufiq.


"Bun." panggil Will pelan


"Nak, gimana kondisi Jay?" tanya Cinta khawatir.


"Jay gak papa bun. Dia itu laki laki yang kuat. Dia pasti bisa melewati semua ini. Oh ya bunda, rencananya setelah ini Jay ingin tinggal bersama kita. Apakah boleh?" tanya Will.


"Boleh sayang, sangat boleh. Pintu rumah selalu terbuka untuk anak, menantu dan cucu bunda. Kamu tau dari mana kalau Jay mau pindah ke rumah kita?"  tanya balek Cinta.


"Dia sendiri yang bilang bun, soalnya kalau di sini Jay pasti akan sedih banget. Bagaimanapun di rumah ini menyimpan banyak kenangan dengan Ila dan juga Alina." jawab Will.


"Bunda bahagia, sangat bahagia jika Jay mau tinggal sama bunda lagi, sama kita." ujar Cinta tersenyum.


"Yank, gak papakan Jay tinggal serumah sama kita?" tanya Will hati hati.


"Gak papa, dia kan saudara kembar kamu yang artinya saudara iparku. Dia juga paman dari putraku. Aku bahagia jika rumah ayah dan bunda bisa rame lagi seperti dulu. Semakin banyak yang menempati akan semakin ramai dan tak lagi sepi. Pasti akan ada cerita seru tiap harinya." jawab Aisyah tersenyum. Ya itulah Aisyah, dia selalu berfikir positif dan akan melakukan apapun demi kebahagian orang lain terutama keluarganya.


"Apakah dia sudah makan?" tanya Cinta.


"Nanti bu, sekarang dia lagi istirahat. Nanti aku akan makan sama dia di kamarnya." jawab Willl.


"Oh ya yank,  kapan kapan aku mau pergi berdua sam Jay jalan jalan. Boleh?" tanya Will.


"Boleh banget mas. Kamu juga perlu untuk liburan bersama saudaramu. Lagian aku kan ada bunda sama ayah, yang akan selalu jaga aku dan Khaleed." jawab Aisyah tersenyum. Senyuman manis yang bisa menghipnotis banyak orang.


"Terima kasih ya." ujar Will.


"Iya mas. sama sama." jawab Aisyah


"Khaleed mana?" tanya Will.

__ADS_1


"Sama ayah." jawab Aisyah, tadi ayahnya ada di sampingnya tapi entah kemana sekarang.


"Iya suda, kamu istirahat gih di kamar. Aku gak mau kamu kecapean nanti sakit. Biar bunda aku yang jaga." ujar Will. Aisyah pun mengangkkan kepala.


"Bun, aku mau istirahat dulu." ucap Aisyah lembut.


"Iya sayang, terima kasih ya udah nemenin bunda dari tadi."


"Iya bunda sama sama, aku ke kamar dulu." ujar Aisyah. Walaupun ini adalah rumahnya Jay dan juga Ila. Tapi di sini mempunyai banyak kemar yang jika seluruh keluarga besarnya datang, mereka punya kamar masing masing.


Sebelum Aisyah pergi ke kamar, ia mencari putranya terlebih dahulu. Ternyata putranya sedang bermain di samping rumah bersama Taufiq. Taufiq hanya diam mungkin ia masih sedih karena baru kehilangan cucu dan menantunya tapi walau begitu Taufiq masih berusaha untuk tegar di depan banyak orang.


Aisyah sebenarnya sangat merindukan Khaleed dan ingin mengajak tidur bersama tapi jika Khaleed ia ambil, gimana dengan ayahnya. Pasti ayahnya akan tambah sedih, beda dengan adanya Khaleed yang kadang selalu bertingkah lucu dan membuat orang orang di sekitarnya tertawa.


Melihat Khaleed yang berusaha mengajak Taufiq mengambil kupu kupu yang menghinggap di bunga, membuat Aisyah tersenyum. Karena Khaleed seakan mengerti bahwa oppa nya itu sedang sedih dan butuh hiburan. Taufiq pun mencoba untuk mengambil kupu kupu itu namun tak berhasil karena kupu kupu itu langsung pergi, terbang jauh ke atas. Setelah itu, Taufiq pun mengambil capung sebagai gantinya. Khaleed menerima capung itu namun malah di lepaskna gitu aja.


Aisyah bahagia melihat Khaleed yang bisa menghibur ayah mertuanya itu. Karena gak mau ganggu, Aisyah pun langsung pergi  ke kamarnya.


Sedangkan Jay, yang berada di dalam kamar. Ia tak langsung istirahat setelah kepergian Will, saudara kembarnya. Jay langsung ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya lalu sholat. Selesai sholat ia meminta ampun kepada Allah atas dosa dosa istrinya. Jay terus menerus mendoakan sang istri agar amal ibadahnya selama ini di terima dan semua kesalahan kesalahannya saat ia masih hidup bisa di ampuni. Jay berdoa agar Allah menempatkan istri dan anaknya di surga Nya walaupun Jay tau pasti, apa yang di lakukan oleh sang istri adalah dosa besar karena Ila menghabisi nyawanya sendiri (bunuh diri)


Melihat Jay, Ica pun pergi dari kamar mamanya. Ica ingin memberikan waktu berdua untuk saudara ipar dan juga mamanya.


"Ma?" panggil Jay.


"Nak, Ila sudah gak ada. Alina, cucu mama juga sudah gak ada." jawab Elsa menangis.


"Maafkan aku ma, aku gak bisa jaga mereka berdua." ucap Jay sedih.


"Kamu gak salah. Mungkin memang takdir mereka yang harus pergi secepat ini. Cuman mama menyayangkan apa yang telah di lakukan oleh putri mama. Mama gak menyangka dia akan mengambil jalan pintas seperti ini. Mama gak nyangka dia akan memilih mengakhiri hidupnya hanya karena Alina sudah tiada.


Ila gak memikirkan bagaimana perasaan kamu, perasaan mama dan juga yang lainnya. Mama takut Allah murka dengan apa yang telah Ila lakukan mengingat bunuh diri adalah dosa besar." ujar Elsa menangis.


"Kita banyak banyak doa aja ya buat Ila. Agar Allah mengampuni dosa dosanya." ucap Jay yang berusaha untuk tegar.

__ADS_1


"Walaupun kamu terlihat baik di depan mama tapi mama tau, kamulah yang paling sakit saat ini. Selama ini kamulah yang selalu ada buat putri mama. Kamu yang selalu menemaninya, membahagaiakannya, berusaha membuat hari hari Ila menjadi menyenangkan. Terima kasih nak, terima kasih karena selama ini kamu sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga dan melindungi putri mama, kamu sudah berusaha untuk bisa membuat Ila bahagia. Mama beruntung mempunyai menantu seperti kamu, menantu yang begitu baik dan Sholeh. Tak pernah sekalipun kamu membuat mama kecewa. Mama bangga sama kamu, nak.


Jika kelak kamu menemukan orang yang kamu cintai dan mencintai kamu, menikahlah. Mama ikhlas, InsyaAllah Ila pun juga ikhlas. Jika dia gak ikhlas, gak mungkin dia memilih untuk meninggalkan kamu untuk selamanya.


Kamu laki laki nak, kamu masih muda, masa depan kamu masih sangat panjang. Kamu juga berhak untuk bahagia.


Kamu tidak mungkin terus menerus hidup dalam bayang bayang masa lalumu. Kini Ila dan Alina hanyalah masa lalumu yang mungkin akan selalu ada di hati dan fikiranmu.


Kamu juga harus memikirkan masa depan mu, jika kamu terus menerus seperti ini, kasihan juga ayah dan bundamu. Mereka juga pasti pengen banget punya cucu lagi dari kamu.


Walaupun kelak kamu menikah dengan orang lain, kamu tetap akan menjadi menantu mama selamanya dan tak ada yang bisa merubah itu.


Kamu juga butuh seorang pendamping yang akan menjaga kamu, merawat kamu dan selalu ada di samping kamu. Kamu juga butuh penerus, butuh seorang anak untuk menggantikan posisi kamu di perusahaan. Seorang anak yang akan mendoakan orang tuanya jika orang tuanya sudah tak ada lagi di dunia ini.


Memang tak pantas mama membicarakan masalah ini karena putri mama baru aja meninggal, tapi ini juga demi kebaikan kamu nak.


Kamu juga jangan menyesali apa yang sudah terjadi karena ini semua adalag kehendak Allah. Ini adalah takdir yang harus kamu jalani." ujar Elsa.


"Iya ma, aku ngerti dan aku akan selalu mengingat semua nasihat mama." ucap Jay.


"Papa mana ma?" tanya Jay


"Entahlah mama tidak tau. Mungkin ada di luar." ujar Elsa. Sejak kedatangan Elsa dan Angga, Jay masih belum bertemu mereka dan mengobrol karena keadaan yang tidak memungkinkan. Makanya Jay menghampiri sang mama mertua yang ada di kamarnya.


"Kalau gitu Jay keluar dulu ma, mama jaga diri baik baik, jaga kesehatan, jangan lupa makan. Biar mama gak sakit." ucap Jay.


"Iya nak."


Setelah itu Jay keluar, "aku titip mama." ucap Jay kepada Ica yang menunggu di luar. Ica sudah mendengar semua pembicaraan mereka walaupun Ica gak terima Jay kelak menikah lagi karena bagaimanapun Jay adalah milik saudara kembarnya tapi Ica juga gak boleh egois, karena bagaimanapun juga masa depan Jay masih panjang.


Setelah kepergian Jay, Ica masuk lagi ke dalam kamar dan menemani sang mama.


Sedangkan Jay mencari papa mertuanya, namun ia malah melihat sang papa lagi ngobrol sama Pram sedangkan Angel duduk di pangkuan papa mertuanya. Karena gak mau ganggu, Jay pun pergi ke samping rumah namun ia malah melihat ayahnya yang lagi bermain dengan Khaleed, cucunya.

__ADS_1


Jay gak mau mengganggu kebersamaan mereka berdua akhirnya Jay memilih untuk kembali ke kamar


__ADS_2