Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
pergi ke Makam


__ADS_3

Elsa pergi dengan memesan taxi online tapi sebelum pergi ke kampus, Elsa menyempatkan diri untuk pergi ke makam Cinta. Di makan itu, Elsa bisa cerita apa saja. Ia bisa cerita dengan puas. Ia selalu mengungkapkan semua isi hatinya.

__ADS_1


"Cin, tidak terasa sudah satu tahun lamanya kamu meninggalkan kami semua. Cin, aku kangen sama kamu. Aku kangen sama kebersamaan kita. Cin, kenapa sih kamu harus pergi dengan begitu cepat. Kenapa? Cin, kamu tau di kampus aku tidak punya teman sebaik kamu. Mereka kadang mau berteman denganku hanya jika mereka butuh aku saja. Aku sedih, andai saja kamu masih hidup mungkin saat ini kita bisa kuliah bareng. Kita bisa bermain bareng, kita bisa pergi kemana aja sampai puas. Cin, kini aku sudah memasuki semester 3. semester satu dan semester dua aku jalani dengan sebuah kehampaan..Tidak ada yang istimewa, semuanya begitu hambar. Ingin rasanya aku berhenti kuliah tapi aku gak bisa karena aku gak ingin mengecewakan banyak orang terutama kedua orang tuaku. Oh ya tadi aku sudah masak untuk suami kamu, aku juga makan bareng dia. Semoga kamu ga marah ya jika aku makan bareng sama suami kamu. Dia terlihat lebih kurus sekarang mungkin karena dia selalu saja menghabiskan waktunya untuk kerja, kerja dan kerja. Cin, aku bisa lihat dari matanya. Ia masih mencintai kamu dan aku juga bisa melihat bahwa saat ini dia sangaat merindukanmu. Cin, bolehkah jika aku membuat dia tersenyum kembali. Bolehkah jika aku membuatnya lupa dengan masa lalunya. Aku tidak tahan melihat dia hidup seperti itu, aku ingin dia kembali seperti dulu. Aku ingin ia bisa punya semangat lagi untuk terus melangkah menuju masa depan. Dia masih muda, tak seharusnya ia hanya berdiam diri, bergelut dengan berkas berkas tanpa memerdulikan kesehatannya, tanpa memerdulikan orang orang di sekitarnya. Cin, mungkin saat ini aku hanya menganggap dia sebagai seorang kaka dan ia pun hanya menganggap aku sebagai seorang adik tapi jika suatu saat aku mencintai suamimu. Apa itu boleh? Apa kamu ikhlas berbagi suami denganku? Cin, aku bingung gak tau harus gimana. Aku rindu padamu dan aku ingin membahagiakan suami kamu. Oh ya kemaren aku pergi ke rumah kamu untuk menjenguk kedua orang tua kamu tapi ternyata rumah  kamu kosong dan kata tetangga ayah dan bunda kamu pergi keluar negri sejak 3 bulan yang lalu. Katanya sih mereka ingin memulai hidup baru di sana. Aku senang karena akhirnya ayah dan bunda kamu bisa mengikhlaskan kamu dan mau membuka lembaran baru. Sekarang tinggal suami kamu yang juga harus membuka lembaran baru.......Cin, doakan aku ya semoga aku bisa membuat suami kamu bahagia. Aku janji aku tidak akan mengecewakan kamu dan juga suami kamu. Aku akan selalu ada untuknya. Tidak peduli jika ada orang lain yang suka sama aku. Aku akan menolaknya demi kamu dan suami kamu. Aku ingin menjaga suami kamu, aku akan menggantikan posisi kamu. Aku akan melakukan apapun demi kamu dan suami kamu. Kamu sudah aku anggap sebagai saudaraku sendiri dan sebagai saudara, aku rela melakukan apapun. Aku tau, kebahagian suami kamu adalah kebahagiaan kamu juga. Cin, aku sayang kamu. Sangat sangat menyayangi kamu. Iya sudah ya Cin, sampai sini dulu. Kapan kapan aku akan ke sini lagi. Sekrang aku harus pergi ke perpus dulu. Oh ya kalau bisa datang dong sekali kali ke mimpiku. Biar aku seneng gitu. Oke. Dah dulu ya..."

__ADS_1


Setelah puas mengungkapkan isi hatinya, Elsa pun segera pergi ke taxi yang menunggunya sedari tadi. Setelah ia masuk ke dalam taxi tersebut, sang sopir pun langsung pergi menuju ke kampus.

__ADS_1


Elsa hanya akan bicara dengan temannya jika mereka bertanya atau ketika Elsa merasa ada sesuatu yang harus di omongin tapi selebihnya Elsa memilih untuk diam.

__ADS_1


__ADS_2