
Setelah dari panti Asuhan, Ivan mengantarkan Cinta ke rumahnya. Cinta ingin sekali mengenalkan Ivan kepada ayah dan bundanya tapi Ivan menolak, alasannya karena ia belum siap bertemu sama mereka. Tadi Ivan juga tidak berniat untuk turun dari mobil, ia hanya menurunkan Cinta sampai depan rumahnya lalu ia pergi begitu saja.
Cinta segera masuk ke dalam rumah, di sana ia melihat ayah dan bundanya duduk manis di ruang tamu.
"Tumben ayah dan bunda ada di rumah?" tanya Cinta yang langsung menyalami mereka secara bergantian lalu duduk di tengah tengah mereka.
"Emang ayah sama bunda gak boleh ya duduk manis berduaan seperti ini." tanya bunda
"Bukan gitu maksud Cinta bu, heran aja. Biasanya kan ayah sama bunda sibuk terus." Ucap Cinta sambil menaruh tasnya di atas meja.
"Kamu kenapa pulang sampai sore gini?" tanya ayah tanpa menghiraukan perkataan Cinta.
"Emmmm tadi habis dari sekolah, Cinta langsung pergi ke mall bareng temen."
"Ngapain?"
"Beli boneka, robot dan juga mukenah yah."
"Buat siapa?"
"Buat anak panti yah."
"Panti asuhan?"
"Iya dong yah. Emang panti apalagi."
"Hemmm.........."hanya itu yang keluar dari mulut ayahnya.
"Oh ya sayang, kamu di sekolah sudah punya pacar belum?"tanya sang bunda.
"Bun, mana mungkin aku berani pacaran. Lagian aku gak berminat untuk pacaran bun. Aku masih mau fokus nuntut ilmu. Aku mau pacaran kalau sudah nikah. Aku mau pacaran dengan orang yang sudah halal untukku bun."
__ADS_1
"Hemmm gitu. Tapi jika bunda boleh nanya, apa kamu deket sama pria di luar sana."
"Iya bu, tapi kami hanya sekedar teman."
"Tapi kamu menyukai pria itu?"
"Iya bun. Aku juga gak tau bun kenapa aku bisa menyukainya. Rasa ini datang tanpa bisa aku cegah."
"Siapa pria itu sayang?" tanya sang bunda.
"Anaknya pak kepsek bun."
"Sudah lama kamu mengenalnya."
"Belum bun."
"Apakah dia orang yang membelikan kamu boneka gede yang ada di kamarmu?" tanya sang ayah.
"Kamu sering keluar berdua bareng dia?"
"Gak yah, gak sering. Cuma beberapa kali saja."
"Jika ayah menyuruh kamu untuk menjauhinya, apakah kamu akan menuruti kemauan ayah?"
"Jika ayah memberikan alasannya, mungkin aku akan menuruti kemauan ayah. Karena bagiku tidak ada yang penting di dunia ini selain kebahagiaan ayah dan bunda."
"Ayah ingin menjodohkan kamu dengan seseorang."
"Ha! ayah lagi bercanda kan?"
"Gak sayang............dan rencana besok dia mau ke sini."
__ADS_1
"Tapi yah, aku belum kenal siapa dia."
"Dia orang baik sayang, namanya Taufiq Firmansyah. Umurnya 25 tahun tapi dia sudah menjadi dosen di Universitas Al Azhar di Mesir. Sejak ia lulus SD, ayahnya menitipkan dia di pondok pesantran sampai dia lulus SMA. Setelah itu dia dapat beasiswa kuliyah di sana sampai S2. Dan kamu tau, ia bisa meraih gelar Magister dengan predikat Mumtaz dan setelah itu ia langsung di angkat jadi dosen. Ia merupakan dosen termuda di sana. Selain fasih dalam berbahasa arab, ia juga seorang hafidz. Tutur katanya sangat lembut, etikanya sangat bagus. Dia juga belum pernah bersentuhan dengan perempuan yang bukan mahromnya. Ayah yakin, dia pasti bisa mendidikmu dan membahagiakanmu dunia akhirat. Dia juga sangat tampan sayang bahkan ada beberapa wanita yang melamar dia tapi ia tolak dan sekarang ia datang ingin melamarmu."
"Tapi yah, dari mana dia tau tentangku......Gimana jika ia menolakku."
"Dulu kalian pernah ketemu saat kalian masih kecil, waktu itu kamu masih umur 5 tahun sedangkan dia umur 13 tahun dan baru saja lulus SD. Waktu itu, dia tertarik melihat kamu yang pakai kerudung dan membaca surat surat pendek. Sejak saat itu ia ingin memiliki kamu sayang. Hanya saja ayahnya menyuruh ia untuk fokus menuntut ilmu terlebih dahulu. Ayahnya dia adalah sahabat ayah."
"Nak, kamu harus nerima dia sayang." Ucap sang Bunda.
"Tapi Bun........."
"Kamu lihat saja besok ya. Bunda yakin kamu pasti akan tertarik...."
"Tapi bun, aku belum siap. Aku masih SMA bun. Belum lulus sekolah."
"Kamu jangan hawatir sayang, dia besok datang memang ingin melamarmu tapi pernikahannya akan dilakukan setelah kamu lulus sekolah. Setelah itu, ia juga harus kembali ke Mesir karena ia masih ngajar di sana. Tapi tahun depan, ia akan kembali untuk menikah denganmu. Dan setelah kalian menikah, ia memutuskan untuk hidup di Indonesia dan membantu ayahnya untuk mengelola bisnisnya."
"Beri aku waktu bun, untuk berfikir karena rasanya ini sangat mendadak."
"Baiklah. Oh ya kamu sudah selesai ujiannya."
"Belum bun, masih kurang dua hari lagi."
"Iya sudah belajar yang rajin dan jangan sampai memalukan ayah dan bunda.
"Oh ya dia jam berapa mau kesini bun?"
"Mungkin jam 7 sayang setelah sholat isya."
"Baiklah. Kalau gitu, Cinta mau ke kamar dulu bun."
__ADS_1
"Iya sayang."