Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Pergi Ke Sekolah


__ADS_3

Sesampai di sekolah, Cinta langsung membawa suaminya ke kantin karena tak mungkin ia bisa pergi ke kelas dengan berpakaian biasa seperti ini. Cinta sudah kirim pesan kepada Ivan dan juga Elsa untuk menyuruhnya pergi ke kantin.


"Hei Cin. Kenapa kamu sejak selesai ujian gak pernah lagi masuk sekolah. Dan sekarang kamu datang dengan baju santai begini." Ucap Elsa yang langsung duduk di kursi kosong yang ada di depan Cinta.


"Hallah, ngapain masuk. Toh juga gak ada pelajaran cuma tinggal nunggu pengumuman. Kapan sih pengumuannya keluar." Jawab Cinta sambil menatap sahabatnya.


"Kalau gak salah sih besok, Cin. Eh bentar siapa cowok capek di sampiingmu ini." Tanya Elsa yang menatap ke arah cowok yang ada di samping sahabatnya.


"Dia suamiku." Ucap Cinta dengan santainya.


"Apa!" Elsa dan Ivan langsung kaget seketika.


"Ah, jangan bercanda Cin. Masak kamu gak sekolah cuma beberapa hari dan sekarang kamu bilang dia suamimu. Kapan nikahnya, cepet banget." Elsa benar benar gak percaya jika sahabatnya mengatakan bahwa cowok cakep itu suaminya.


"Beneran, tanya aja ke dia." Ucap Cinta masih dengan santai.


"Benar mas, kamu suaminya Ciinta?" tanya Elsa kepada Taufiq. TAufiq hanya tersenyum lalu menganggukkan kepala.


"Kapan nikahnya?" tanya Ivan yang sedari tadi diam.


"Kemaren." Ucap Cinta dan Taufiq hampir bersamaan.


"Aku kog gak di undang sih. Aku kan sahabatmu." Elsa pura pura cemberut karena merasa sebagai sahabatnya ia tidak di hargai.


"Maaf, kemaren acaranya dadakan. Jadi cuma keluargaku dan keluarga suamiku aja yang datang. Lagian kemaren cuma akad nikahnya doang. Resepsinya masih nanti setelah selesai wisuda. Tapi kamu jangan kasih tau siapa siapa ya." Pinta Cinta, ia tak ingin pernikahannya di ketahui oleh guru dan teman temannya. Cukup Cinta dan Ivan aja yang tau.


"Oke deh tapi nanti aku dan Ivan di undang ya." Ucap Elsa


"Pasti, kalian kan sahabatku."

__ADS_1


"Terus setelah ini, kamu mau ke mana. Gak kuliah?" tanya Ivan


"Kuliah dong. Nanti suamiku mau melamar kerja jadi dosen di tempat aku kuliah nanti."


"Emang dia di terima jadi dosen,"


"Pastinya, aku yakin itu. Karena suamiku lulusan s2 di Universitas Al Azhar mesir apalagi ia lulus magister dengan predikat mumtaz. Mana mungkin ada universitas yang menolak dia untuk jadi dosen hehe." Ucap Cinta dengan bangga. Sedangkan Taufiq cuma menggeleng gelengkan kepala dengan tingkah istrinya. Jujur ia merasa risih karena Cinta membicarakan pendidikannya tapi ya sudahlah, mau gimana lagi udah terlanjur juga kan.


"Wau, dapat dari mana kamu suami kayak gitu. Aku juga mau dong di cariin." Ucap Elsa dengan mata berbinar binar.


"Cari aja sendiri. Udah ah, makan yuk. Aku laper nih." Ucap Cinta.


"Oke deh."


Merekapun makan bakso di kantin setelah selesai Cinta dan suaminya pamit untuk pulang. Di perjalanan Cinta tiada henti membicarakan sahabatnya Elsa dan juga Ivan. Taufiq pun hanya mendengarkan saja. Karena ia tau kalau wanita itu suka curhat dan ia ingin menjadi tempat curhatnya agar istrinya tidak mencari orang lain untuk mendengarkan segala ceritanya..


Sesampai di rumah, mereka memilih untuk tidur tiduran di ruang tengah sambill nonton tivi.


"Iya sayang." Jawab Taufiq.


"Emmm nanti malem ke rumah bunda yuk. Kangen nih."


"Oke, nanti mas anterin."


"Makasih ya sayang."


"Iya. Apapun yang bisa bikin kamu bahagai, mas pasti akan melakukannya..


"Oh ya mas, nanti mas pengen punya anak berapa?"

__ADS_1


"Berapa ya. Mas bingung, kamu sendiri ingin berapa?"


"Aku sih dua mas. Cowok satu, Cewek satu."


"Iya sudah, kalau gitu mas juga ingin dua."


"Kog mas ikut ikutan aku."


"Biar kita sehati dong yank. Tapi kamu sudah siap hamil muda."


"Enggak sih mas, aku belum siap."


"Siapknya kapan?"


"Mungkin dua tahun lagi. Karena aku masih ingin menikmati kebersamaan kita mas."


"Tapi jika tuhan memberikan kita anak sekarang. Apa yang akan kamu lakukan. Kamu kan gak ikutan KB sayang dan aku juga gak pakek kondom waktu melakukannya."


"Ya aku terima mas. Mau gimana lagi, kita sudah di kasih kepercayaan. Ya harus kita jaga."


"Terus gimana dengan kuliah kamu."


"Kan gak papa mas orang hamil sambil kuliah. Nanti jika hamilnya udah 8 bulan baru aku cuti sampai anak kita umur 7 bulan setelah itu aku mau nerusin kuliah ku mas biar nanti anak kita aku titipkan ke bunda. Tapi pulang kuliah, aku ambil."


"Iya sudah terserah kamu. Yang penting kamu bahagia, aku dukung."


"Makasih ya mas, mas selalu pengertian."


"Kita emang harus saling pengertian sayang, bukan cuman aku tapi kamu juga harus pengertian biar keluarga kita selalu bahagia dan gak ada pertengkaran."

__ADS_1


"Iya sayang. Aku ngantuk, bobok yuk." Ucap Cinta, ia pun memeluk suaminya dan suaminya memeluk istrinya dengan mengelus elus rambutnya sampai kedua duanya tertidur.


__ADS_2