Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Rumah Tangga Elsa dan Angga


__ADS_3


 


 


Rumah Tangga Elsa dan Angga sampai sekarang masih adem ayem. Bahkan mereka seringkali liburan ke sana kemari. Sejak kedua putrinya, Ica dan Ila menikah. Elsa dan Angga bebas menikmati masa masa berdua tanpa ada yang ganggu tentunya. Sambil mengurus bisnis yang ada di luar negeri, Elsa selalu ikut kemanapun suami pergi, selain membantu sang suami mengurus bisnisnya, Elsa juga bisa berlibur bersama sang suami jika urusan bisnisnya sudah kelar semua.


Angga dan Elsa hanya sebulan sekali datang ke rumah Ica dan juga Ila untuk menengok cucu cucunya. Kadang jika Elsa dan Angga ada di rumah dan kebetulan gak pergi keluar negeri. Ica bersama suaminya pasti akan datang ke rumahnya begitupun dengan Ila dan Jay, mereka akan datang bersama Alina, cucu pertama mereka.


Tapi sejak Ica melahirkan, Pram dan Ica gak pernah lagi ke rumahnya, yang ada Elsa dan Anggalah yang selalu ke rumah mereka untuk membantu Ica merawat dan mengasuh bayinya. Namun sejak Cinta dan Taufiq melarangnya, agar putri dan menantunya itu bisa belajar mandiri, sejak itulah Elsa dan Angga tak lagi datang ke rumah Pram dan juga Ica. Karena mereka fikri apa yang di katakan oleh Cinta dan Taufiq ada benarnya juga. Jika Pram dan Ica terus menerus di bantu lalu kapan Pram dan Ica bisa belajar mandiri dan belajar bagaimana mengasuh anak mereka dengan benar.


Sejak menikah dengan Angga, hidup Elsa begitu bahagia, ia jarang sekali bertengkar dengan suaminya. Jikapun ada masalah, Angga selalu mengalah dan meminta maaf walaupun yang salah itu adalah Elsa, tapi ya itulah Angga, ia tak malu untuk meminta maaf duluan asal Elsa tak lagi ngamuk ataupun cemberut seharian.


Angga type orang yang males debat dan juga males bertengkar. Sedangkan Elsa ia tak bisa sedikitpun di salahkan walaupun dirinya memang salah. Angga dan Alsa selalu berusaha untuk bisa memahami karakter mereka masing masing. Agar ketika ada masalah mereka tau apa yang harus di lakukan. Angga emang gak pernah tapi jika dia kesal dan lagi emosi, dia akan diam berhari hari. Dan itu artinya Elsa sudah melakukan kesalahan yang sudah melewati batas. Dan mau gak mau Elsa akan meminta maaf walaupun dengan sangat terpaksa tapi yang penting suaminya sudah tak lagi mendiamka dirinya.


Angga dan Elsa juga adalah pasangan yang bisa saling mengerti, saling terbuka, saling jujur satu sama lain. Dan jika Angga mendapat masalah, ia akan cerita kepada istrinay dan mengajak Elsa untuk berdiskusi. Apapun yang di lakukan oleh Angga, Elsa pasti tau. Bahkan masalah hp pun, mereka tau pola yang di pakai di hp mereka masing masing, mereka juga tau pasword sosial media mereka. Jadi jika Elsa ingin membuka sosial media suaminya dari hp nya, ia pun tinggal buka tanpa harus tanya apa pasword nya.


Begitupun dengan Angga, ia juga bebas memeriksa dan melihat sosial media istrinya.


Elsa juga selalu ikut suaminya karena ia takut jika suaminya itu kecantol dengan cewek lain di luaran sana atau ada cewek yang berusaha menggoda suaminya. Jadi Elsa selalu ada di samping suaminya, agar rumah tangganya aman dari pelakor (perebut laki orang) atau ia juga tak akan membiarkan suaminya mempunyai wanita simpanan di belakang dirinya. Untuk itulah, Elsa selalu ada di deket suaminya 24 jam.


 


\==============


Saat ini, Elsa dan Angga sedang duduk berdua setelah selesai sholat dhuhur dan makan siang.


"Mas?" panggil Elsa.


"Iya ada apa?" tanya Angga.

__ADS_1


"Aku kangen sama Ica dan Ila." ujar Elsa memang sudah tiga minggu mereka tak bertemu karena Elsa ikut suaminya keluar negeri.


"Iya sudah, nanti setelah pulang dari sini. Kita langsung pergi ke rumah Pram dan Ica, nanti kita menginap di sana. Setelah itu langsung pergi ke rumah Jay dan Ila, kita juga menginap di sana biar kamu puas. Lalu setelah itu balek lagi ke sini. Soalnya kan kamu tau sendiri, pekerjaan di sini numpuk dan gak bisa di tinggalkan. Jadi sekali kita pulang, manfaatkan waktu sebaik mungkin." jawab Angga lembut.


"Beneran aku boleh menginap di rumah mereka, tapi jujur kadang aku malu sih kalau menginap dirumah mereka, gak enak sama suami mereka mas." ujar Elsa mengutarakan isi hatinya.


"Gak usah gitu, aku yakin mereka malah akan senang jika kita menginap karena mereka akan ada yang bantu mengaja buah hati mereka. Aku juga kangen pengen deket deket terus dengan Alina dan juga Angel. Semoga salah satu dari mereka bisa hamiil lagi agar aku bisa punya cucu laki laki. Masak iya, anak kita dua duanya perempuan, eh cucu kita dua duanya juga perempuan. Pengen rasanya punya cucu laki laki." ujar Angga yang juga mengutarakan keinginannya yang selama ini ia pendam seorang diri.


"Iya mas, aku juga sebenarnya pengen banget punya cucu cowok. Tapi kan kita gak bisa menentukan sendiri mas, kita pengen punya cucu cowok apa cewek. Semua itu sudah takdir dari yang maha kuasa. Walaupun aku pengen banget punya cucu cowok, tapi aku sudah bersyukur walaupun cucuku dua duanya cewek paling tidak, aku sudah punya cucu di usiaku yang sekarang. Andai dulu anaknya Ica gak keguguran, mungkin kita mempunyai cucu cowok mas, karena jenis kelamin anaknya Ica adalah laki laki  tapi Allah telah mengambilnya dari kita semua." ucap Elsa sedih mengingat cucu pertamanya yang meninggal sebelum lahir di dunia ini. Andai dulu Ica gak keras kepala mungkin kini dia masih hidup tapi kembali lagi, jika memang sudah takdirnya, tak akan ada orang yang bisa mencegahnya jika maut sudah datang.


"Iya yank, aku juga sudah bersyukur banget punya Angel dan Alina yang sangat cantik jelita. Oh ya nanti sebelum pulang kita belikan mereka baju dan juga mainan yuk. Buat oleh oleh." ujar Angga.


"Boleh mas, aku juga pengen banget membelikan mereka mainan dan juga baju yang bagus bagus dan tentunya yang cantik cantik bajunya biar kalau di pakai Alina dan Angel terlihat bagus dan juga pas." jawab Elsa bersemangat.


"Tapi kita juga belikan buat anaknya Wil dan Aisyah, biar dia gak ngiri bagaimanapun, Khaleed juga sudah aku anggap sebagai cucuku walaupun bukan cucu kandung." ujar Angga.


"Iya mas, nanti aku juga akan belikan buat Khaleed. Aku juga akan membelikan baju dan mainan buat dia." ucap Elsa tersenyum.


"Nanti sore aja gimana mumpung mas gak sibuk juga kan? Kalau besok pagi, mas kan ada meeting. Dan keesokan harinya kita udah pulang." jawab Elsa.


"Oke, sekalian kita jalan jalan dan kulineran." ujar Angga tersenyum.


"Yup bener. Gak nyangka ya mas, kita itu sama. Sama sama suka kulineran hehe." ucap Elsa memang sekarang keduanya itu sama sama suka kulineran. Apapun yang penting halal dan enak, pasti mereka beli walaupun harganya sangatlah mahal dan fantastis.


"Iya udah sekarang kita bobok siang dulu yuk biar nanti gak ngantuk saat jalan jalan."


"Ayo mas."


Setelah itu mereka berdua pun pergi ke kamar mereka dan tidur siang.


 

__ADS_1


\=============================


 


Jangan lupa like, komen dan votenya ya biar aku tambah semangat nulisnya.


Like jika kalian memang benar benar suka dengan ceritanya.


Dan komen jika memang ada kritik dan saran buat aku.


Tapi komenlah dengan kata kata yang sopan, tak perlu menghujat ataupun menghina habis habisan. Biar semangatku gak down.


Aku seringkali mendapat kritikan yang pedas bahkan seperti ingin menjatuhkan. Padahal kalau memang gak suka karyaku tak perlu menghina ataupun menghujat, cukup kasih kritik dan saran aja biar aku tau di mana letak kesalahanku dan dimana kekuranganku. Agar aku bisa memperbaiki tulisanku dan layak untuk kalian baca.


Jika kalian hanya bisa menghina dan terus aja protes tanpa memberi masukan, terus aku harus bagaimana.


Buat cerita juga kan gak gampang. Aku harus mikir agar alurnya bisa nyambung sama yang di depan dan itu gak mudah.


Sedangkan kalian tinggal baca aja, jadi aku harap dari pada kalian menghinaku. Mending kalian stop baca dan cari karya yang lebih bagus dari aku. Tak perlu di teruskan namun kalian selalu komen menghujat di setiap babnya.


Aku soalnya baperan hehe.......


Kerja kerasku seakan akan tiada artinya.


Dan jika memang kalian mau ngasih aku voter, kasih aja gak papa. 10 vote juga tak masalah, aku sudah seneng banget. Tapi jika karena terpaksa mending gak usah ya, lebih baik kasih vote kepada karya yang memang pantas untuk ia dapatkan.


Bukankah Vote itu seperti penghargaan. Jika kita suka ceritanya maka kita akan dengan senang hati memberikan vote secara suka rela. Jadi aku gak akan memaksa kalian, tapi jika di beri, aku juga gak nolak dan aku ucapkan terima kasih heeh.


Ya udah itu aja ya, aku mau buat  bab selanjutnya.


__ADS_1


__ADS_2