
Keesokan harinya Cinta udah sampai ke sekolah jam 6.45, ia juga sudah bersih bersih kelas. Sekarang ia sedang duduk santai sambil baca novel. Ayah dan bundanya juga sudah berangkat tadi habis sholat shubuh dan karena sudah gak ada bunda terpaksa Cinta harus cuci baju sendiri, nyapu, ngepel, masak, cuci piring dan setelah itu ia langsung mandi, pakek baju, makan dan langsung berangkat sekolah. Di rumah emang sengaja gak pakek pembantu. Karena kata bunda, walaupun bunda seorang dokter ia juga tak ingin melalaikan kewajibannya sebagai seorang istri dan juga sebagai seorang ibu. Untuk itu, ia gak mau pakek jasa pembantu. Semuanya ia kerjakan sendiri. Ia akan berangkat ke tempat kerja jika semua pekerjaan sudah beres. Tapi untuk tukang kebun dan sopir, bunda tetep pakek karena ayah gak akan membiarkan bunda kemana mana sendiri, harus di dampingi seorang sopir. Untuk tukang kebun, bunda juga gak terlalu bisa mengurusnya tapi selalu suka lihat keindahan. Untuk itu bunda menggunakan jasa tukang kebun untuk merawat taman di depan rumah, di samping rumah dan juga di belakang rumah. Rumahku emang hampir di kelilingi taman hehehe....
Bunda hampir sama kayak aku, selalu mandiri. Kalau bisa di kerjakan sendiri, kenapa harus butuh bantuan orang lain. Bunda juga suka berhemat, ia hanya beli apa yang ia butuhkan bukan apa yang ia inginkan. Mungkin jika di fikir fikir, sifatku itu nurun dari bunda hehe
Jam 07.00, bell berbunyi. Elsa dan Ivan datang secara bersamaan. Cinta sebenarnya merasa cemburu tapi ia tak mau perasaanya mengganggu fikirannya.
"Pagi, Cin." Ucap Elsa lalu duduk di kursi samping Elsa. Sedangkan Ivan hanya tersenyum kepada Cinta lalu duduk di kursinya, paling belakang. Sebenarnya ia ingin ngobrol bareng Cinta tapi karena udah bell, niatnya ia urungkan. Toh ia bisa ngobrol pas jam istirahat.
"Nanti jadi kan?" tanya Elsa
"Iya jadi, mungkin seminggu kedepan aku akan nginep di rumah kamu karena kebetulan ayah dan bunda harus pergi keluar kota. Aku juga udah izin ke mereka. Tapi sepulang sekolah, aku harus kerja dulu menggantikan posisi ayah selama ayah gak ada."
"Oke deh, aku seneng dengernya. Apa perlu aku nemani kamu ke kantor?"
"Gak perlu, aku juga cuma beberapa jam di sana. Setelah urusan beres, aku akan langsung ke rumah ambil baju, lalu ke rumah kamu."
__ADS_1
"Kamu ke sini naik angkot apa bawa mobil." tanya Elsa, karena tadi pas di parkir ia seperti melihat mobil yang mirip dengan mobil milik bundanya Cinta.
"Aku bawa mobil sendiri. Tadinya mau naik angkot tapi aku udah capek banget tadi karena habis bersih bersih apalagi dari sini aku harus ke kantor. Lalu pulang ke rumah terus pergi ke rumah kamu. Bisa capek di jalan aku kalau naik angkot." Yah Cinta emang pertama kali bawa mobil ke sekolah. Bukan apa, ia tak ingin kelelahan naik angkot apalagi naik angkot butuh waktu lama untuk sampai. Cinta membawa mobil bundanya karena ia sendiri belum punya mobil. Bunda ikut ayah ke yogya, otomatis bunda gak bawa mobil. Karena bunda satu mobil dengan ayah dan mereka bawa sopir. Jadi mobil bunda nganggur di garasi, dari pada gak kepakek lebih baik di pakek Cinta ke sekolah dan ke kantor.
"Kenapa kamu gak bawa baju yang banyak sekalian. Biar gak bolak balek, jadi dari kantor kamu langsung ke rumahku. Gak usah pulang dulu."
"Tadinya sih gitu, tapi aku lupa. Baru inget pas di jalan. Aku cuma bawa baju buat ke kantor."
"Aku pintar karena aku mau belajar. Coba kamu belajar, pasti kamu juga pintar. Sayang, kamu terlalu malas....." ucap Cinta. Elsa hanya senyum mendengarkan nasihat dari Cinta. Bu guru datang dan merekapun berhenti ngobrol. Mereka langsung fokus ke depan.
Selama perjalanan, Cinta banyak bertanya jika ada hal yang gak ia mengerti. Sedangkan yang lain hanya menyimak mendengarkan setiap pertanyaan yang di ajukan oleh Cinta.
Hingga dua jampun berlalu. Bell berbunyi, semua anak anak pada berhamburan keluar kelas. Cinta hanha berdiam diri di kelas
__ADS_1
"Kog tumben diem?" tanya Elsa
"Kayaknya aku datang bulan deh."
"Coba kamu cek dulu di toilet. Aku dan ivan Ke kantin dulu ya. Kamu nanti nyusul."
"Oke."
Cinta segera berlari ke toilet dan saat di cek, ia benar benar lagi datang bulan. Ia pun segera pergi ke toko samping sekolah dan beli beberapa pembalut lalu ia kembali ke toilet dan memakainya. Setelah selesai, ia segera pergi ke kantin menyusul Elsa dan Ivan.
Di pintu kantin tampak Elsa dan Ivan yang lagi tertawa, entah apa yang mereka obrolkan sampai mereka tertawa seperti itu. Cinta merasa hatinya begitu sakit, ia pun gak jadi gabung bersama mereka. Ia memilih pergi dari kantin itu dan tiba tiba saja saat ia lari sambil menangis, Ia menabrak tubuh seseorang.
"Cinta, kamu kenapa" tanya seseorang yang ternyata Alvin. Cinta hanya menjawab dengan gelengan lalu ia lari lagi menuju taman belakang.
__ADS_1
"Tuhan......apa aku salah jika aku jatuh cinta. Tuhan aku tidak mau mencintai seseorang seperti ini tapi aku juga tidak tau kenapa rasa ini hadir tanpa bisa aku cega. Lalu gimana caranya agar rasa ini bisa hilang dari ini. Aku tak ingin tersiksa dengan rasa yang aku rasakan. Aku tak ingin menahan rasa sakit hanya karena aku melihat dia bersama sahabatku. Apa yang harus aku lakukan? Tuhann...bantu aku, bantu aku keluar dari masalah ini. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri agar aku tidak jatuh cinta kepada orang lain selain kepada suamiku kelak. Tapi jika rasa ini hadir begitu saja, apakah ini salahku. Sedangkan aku hanya manusia biasa yang gak bisa berbuat apa apa. Aku hanya bisa mengeluh dan mengadu kepada Mu. Karena hanya Engkaulah tempat hambat memohon pertolongan." Ucap Cinta dalam hati.