Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Bersama Kembali


__ADS_3

Keesokan harinya Aisyah lagi lagi pergi ke rumah sakit Will. Entah kenapa semalaman ia gak bisa tidur karena sangat merindukan suaminya. Namun saat ia pergi ke ruangannya. Ia melihat Will sedang di peluk oleh seorang wanita. Entah kenapa hati Aisyah terasa sangat sakit dan perih. Aisyah yang terbawa emosipun langsung mendobrak pintu ruangan suaminya.


 


"Brak."


Ketika pintu di buka dengan keras. Will dan perempuan itu pun tercengang.


"Ada apa Aila?" tanya Will yang memilat sorot kemarahan, kekecewaan dan kebencian di mata Aila.


"Kamu? Baru kemaren kamu bilang kepadaku kalau kamu sangat menyayangi dan mencintaiku tapi sekarang aku melihat kau malah berselingkuh dengan wanita yang lebih muda. Kau sangat egois Mas." Teriak Aisyah yang sudah tak tahan dengan rasa sakit yang ia rasakan.


"Kamu salah faham Aila. Dia itu.........." belum selesai Will menjelaskan, Aisyah pun langsung memotong ucapannya.


"Cukup. Aku gak mau mendengar siapa dia. Kalian jahat. Aku benci kalian." Ucap Aisyah lalu ia pun lari dari ruangan Will namun kepalanya tiba tiba terasa sakit dan ia pun pingsan. Will dengan sigap menggendong tubuh Aisyah masuk ke dalam ruangannya.


"Dia siapa ka?" tanya Ani. Ya wanita itu adalah Ani, adiknya Will. Setelah pulang kuliah, ia langsung datang ke ruangan kakaknya dan memeluknya. Sudah lama Ani tak lagi memeluk Will karena Will selalu saja di sibukkan dengan pekerjaannya, belum lagi ia sibuk mencari istrinya yang belum ketemu.


"Dia Aila." Jawab Will singkat sambil memeriksa keadaan Aisyah


"Dia tadi bilang kalau kemaren kakak mengatakan kalau kakak menyayangi dan mencintainya. Itu maksudnya apa kak?" tanya Ani tak mengerti.


"Aku gak bilang gitu. Aku cuma bilang kalau kakak itu sangat menyayangi dan  mencintai istri kakak bukan dia." Jawab Will. Setelah memeriksa kondisi Aila, Will pun duduk di sampingnya sambil menggenggam tangan Aila.


"Tapi kenapa kelihatannya kakak juga sangat menyayangi dan mencintai wanita ini?" tanya Ani.


"Entahlah, kakak cuma merasa dia seperti istri kakak. Ada rasa yang kakak gak bisa jelaskan. Mungkin memang wajahnya berbeda tapi kakak yakin dia istri kakak An." Jawab Will.


"Kakak kenal dia di mana?" tanya Ani yang gak tau apa apa.


"Beberapa hari yang lalu. Kakaknya yang membawanya ke sini karena dia pingsan." Jawab Wil.


"Tapi kenapa kalian terlihat sangat akrab?" tanya Ani.


"Entahlah. Kemaren dia emang datang ke ruangan kakak dan kami makan siang bersama. Stelah itu sorenya kakak yang ke rumah dia, kami sempet mengobrol dan pelukan.. Kamu tau An, saat kakak memeluk dia. Kakak seperti memeluk istri kakak. Entahlah apakah karena kakak lagi kangen banget sama istri kakak sehingga kakak merasa kalau dia itu istri kakak atau memang benar kalau Aila itu adalah Aisyah, istri kakak?" tanya balek Will.


Tiba tiba saja Aisyah membuka matanya dan melihat wanita itu masih ada di samping suaminya.


"Dasar penghianat." Ucap Aisyah spontan yang membuat Will dan Ani kaget.


"Ai, jangan salah faham. Dia adik kandung aku. Sumpah." Ucap Will.


"Iya kak. Kak Will ini emang kakak kandung aku. Namaku Ani dan aku punya saudara kembar namanya Ana tapi ssekarang dia gak ikut aku ke sini karena masih ada urusan. Aku gak ada hubungan apapaun sama kak Will selain sebatas kakak adik karena memang aku ini adalah saudara kandugnnya." Ujar Ani mencoba menjelaskan siapa dirinya.


"Apa buktinya kalau kamu adalah adinya Mas Will?" tanya Aisyah yang sudah sangat cemburu melihat kedekatan mereka berdua.


Will pun mengambil hp nya dan memperlihatkan foto dirinya dan keluarganya. Begitupun dengan Ani, ia juga memperlihatkan foto dirinya bersama dengan Ana, Pram, Will dan Jay.


"Jadi aku salah faham?" tanya Aisyah malu.

__ADS_1


"Makanya kamu harus dengerin aku dulu. Jangan langsung marah gitu." Ucap Will.


"Lagian kenapa Kak Ila harus cemburu, kakak kan bukan siapa siapanya Kak Wil?" tanya Ani penasaran.


"Siapa bilang. Aku ini istrinya. Istri sahnya." Jawab Aisyah keceplosan.


"Apa maksudmu Ai?" tanya Will.


"Maaf, aku harus pulang Mas. Aku lupa kalau aku masih ada janji sama Kak Rachel." Ujar Aisyah mencoba untuk melarikan diri tapi Will menahannya.


"Aku tak akan membiarkan kamu keluar dari ruanganku sebelum kamu jelaskan apa maksud perkataanmu tadi." Ucap Will tegas.


"Jangan bilang kalau Kak Aila ini adalah Kak Aisyah?" tanya Ani ikut ikutan.


Aisyah memilih diam karena ia bingung mau ngomong apa.


"Jawab Ai. Benar kamu adalah Aisyah, istriku?" tanya Will emosi karna Asiyah gak mau segera menjawab pertanyaannya.


"Maaf mas, aku gak bisa jawab." Ucap Aisyah menunduk.


"Kenapa?" tanya Will marah. Ia menghantamkan tanganya yang mengepal ke lemari yang terbuat dari kaca hingga membuat tangan Will berdarah.


"Mas tanganmu terluka." Ucap Aisyah panik.


"Aku gak peduli." Ujar Will.


"Aku mohon, obatin dulu tanganmu mas." Ucap Aisyah menangis.


"Jujurlah kak. Agar semua masalah ini selesai." Ujar Ani yang juga gak tega melihat kakaknya yang terluka.


"Oke, aku akan jujur. Tapi aku mohon obatin dulu lukamu mas." Ucap Aisyah memohon.


Will pun mengalah. Will mau di obatin. Aisyah dengan gesit langsung mengambil peratalannya. Aisyah mencabut beling yang masih menancap di tangan Will. Will sedikitpun tak mengeluh. Ia terus menatap wajah Aisyah yang menangis.


"Kenapa kamu menangis?" tanya Will.


"Mana mungkin aku gak nangis melihat suamiku terluka seperti ini." Jawab Aisyah tak sadar dengan apa yang di ucapkan. Ani hanya tersenyum dan mulai faham maksud perkataan Aisyah. Ani merasa yakin Aila adalah kakak iparnya.


Setelah memastikan tak ada lagi kaca yang menancap di tangan Willl. Aisyah pun dnegan gesit membasuh tangan Will dengan air bersih setelah itu, ia pun mengeringkan luka Will menggunakan kasa/kain. Baru stelah itu di kasih obat antibiotik dan menutupnya dengan perban.


"Nah akhirnya sudah selesai." Ucap Aisyah. Ia menghapus air matanya. Gara gara panik dan takut, Aisyah sampai gak sadar ia menangis saat melihat suaminya terluka seperti ini.


"Sekarang jawab pertanyaanku Aila. Siapa kamu sebenarnya?" tanya Will.


"Aku istrimu mas." Jawab Aisyah.


"Apa maksudmu. Jika kamu memang istriku. Kenapa kamu lupa sama aku, sama adik aku dan kamu juga kenapa dengan wajahmu. Kenapa wajahmu berbeda?" tanya Will.


"Panjang ceritanya mas. Tapi yang jelas aku adalah Aisyah. Dan kenapa aku lupa sama mas. Itu karena aku Amnesia. Kecelakaan itu membuatku lupa dengan apa yang terjadi di masa lalu. Dan kenapa wajahku berubah. Itu karena wajahku dulu terluka parah dan harus di oprasi plastik." Jawab Aisyah.

__ADS_1


"Kenapa kamu gak segera menemuiku Aisyah. Kenapa? Aku mencarimu. Kamu tau, aku tersiksa karena menahan rasa rindu ini." Ujar Will.


"Bagaimanam mungkin aku mencarimu mas. Saat aku kecelakaan. Kakakku membawaku ke Singapure. Dan disana aku koma selama 6 bulan lamanya. Setelah itu aku menetap di Singapure selama setahun. Aku baru pulang ke Indonesia baru baru ini. Aku tidak mungkin menemuimu karena aku sendiri tidak tau siapa dirimu. Jangankan dirimu, aku aja gak tau siapa nama asliku. Namun kakakku mencoba mencari tau tentang masa laluku dan ia menceritakan semuanya ke aku. Makanya aku menemuimu mas. Tapi aku tidak berani untuk ngaku melhat wajahku yang kini sudah berubah, belum lagi aku lupa dengan semua kenangan kita." Ucap Aisyah menangis.


Will pun merasa sangat bahagia. Ia gak nyangka jika Aila adalah benar benar istrinya. Will memeluknya dengan sangat erat. Ia tak mau kehilangan istrinya lagi. Will akan menjaga Aisyah, melindunginya dan tak akan membiarkan siapapun menyakitinya.


"Maafin aku mas, sudah membuatmu menderita selama ini." Ucap Aisyah di sela sela nangisnya.


"Gak papa sayang. Yang penting sekarang, kamu sudah kembali. Mas sangat senang dan bahagia." Ujar Will sambil mencium kening istrinya.


"Hem hem." Ucap Ani yang dari tadi tak di hiraukan.


"Jangan lupa ada aku di sini." Tambah Ani tersenyum.


"Kamu tuh pengganggu tau gak. Sana pulang." Will mengusir adiknya.


"Iddiihhhhhhh. Mentang mentang sudah ketemu lagi sama istrinya. Sekarang malah aku yang di usir." Ujar Ani pura pura kesal.


"Tapi gak papa deh. Aku akan pulang. Aku akan memberikan waktu buat kalian untuk melepas rasa kangen." Ucap Ani tersenyum lalu pergi.


Sedangkan Will, ia terus memeluk istrinya dengan erat. Ia melepaskan semua rasa rindu yang ia pendam setelah satu setengah tahun ini.


"Mas jangan erat erat meluknya. Aku gak bisa nafas." Ucap Aisyah. Will pun segera melonggarkan pelukannya.


"Maaf ya hehe."


"Iya gak papa." Ucap Aisyah tersenyum lalu mencium bibir Will.


"Kamu mulai nakal sekarang ya?" goda Will yang sangat senang mendapatkan kecupan dari istrinya.


"Gak papa. Toh aku nakal ke suamiku sendiri, bukan ke orang lain." Jawab Aisyah.


"Hemm  oh ya nanti kamu ikut mas kan pulang?" tanya Will.


"Gak bisa mas. Aku harus izin dulu sama kakakku." Jawab Aisyah.


"Kenapa kamu bilang dia kakakmu Ais. Kamu anak yatim dan gak punya saudara." Ujar Will.


"Dia emang kakak kandungku ka. Dia sudah mencariku selama ini. Kami bertemu saat aku jatuh ke jurang dan dalam keadaan yang mengenaskan. Dia yang membawaku berobat ke Singapure. Awalnya aku emang gak percaya kalau dia kakak kandugnku tapi stelah kami tes DNA ternyata emang cocok. Kak Rachel pun menceritakan semuanya kenapa aku bisa hilang. Aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan kakakku hanya saja aku sedih karena ayah dan ibuku sudah tiada." Jawab Aisyah.


"Sabar ya....Kamu gak perlu sedih. Karena mulai sekarang akan ada aku di sisi kamu. Oh ya jika kamu pulang ke rumah Rachel terus gimana dengan aku. Aku gak mau pisah lagi dengan kamu sayang." Ujar Will.


"Gimana kalau kamu ikut aku aja nginep di rumah kak Rachel?" tanya Aisyah.


"Apakah boleh?" tanya Will.


"Boleh. Malah Kak Rachel yang menginginkan aku untuk berterus terang sama Mas Will. Siapa aku sebenarnya. Dia sangat menyayangiku dan aku yakin, ia pun juga sangat menyayangi mas karena mas adalah adik ipar dia." Jawab Aisyah.


"Baiklah tapi sebelum aku ke rumahmu. Mau gak jika kamu ke rumahku dulu untuk ambil baju?" tanya Will.

__ADS_1


"Boleh." Jawab Aisyah.


Will pun memeluk istrinya lagi karena Will benar benar tak nyangka ia akan bertemu dengan istri yang sangat ia cintai.


__ADS_2