Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Nadia Melahirkan, Dokter Fara Yang Menangani


__ADS_3


Setelah dua bulan lalu mengadakan 7 bulanan, gak terasa kini Nadia sudah mau melahirkan. Nadia sudah ada di rumah sakit karena dari beberapa jam yang lalu mengeluh rasa sakit.


Dan kini Nadia sudah berada dalam ruangan bersama beberapa dokter kandungan. Sedangkan Jay menunggu di luar ruangan bersama Cinta dan Taufiq. Ada Aisyah juga bersama Khaleed. Will sendiri ada meeting dengan beberapa dokter hingga ia tak bisa menemaninya. Pram dan Ica juga sudah di hubungi tapi Pram, Ica bersama Angel sedang keluar negeri menemui Mama Elsa dan Papa Angga karena sejak papanya di vonis stroke. Mama dan papanya langsung pergi berobat keluwr negeri dan sejak itu Pram dan Ica gak pernah menemui nya, mereka hanya sering menyapa pakai vidio call. Namun beberapa hari yang lalu, Angel merindukan Oppa dan Omanya sehingga Pram dan Icapun pergi keluar negeri bersama Angel.


Arsha dan Ana ada di luar kota mengurus restorannya sedangkan Rachel dan Ani pergi keluar negeri karena mereka sepakat mau menetap di sana sampai bayinya lahir karena Rachel dan Ani ingin buah hatinya lahir di Singapure.


Sehingga Jay hanya di temani oleh kedua orang tuanya dan juga saudara iparnya.


Setelah 2 jam menunggu akhirnya dokter pun keluar.


"Selamat ya pak, anaknya sudah lahir. Laki-laki." ucap dokter


"Alhamdulillah, istri saya gimaba dok?" tanya Jay.


"Dia ada di dalam. Sebentar lagi saya pindahkan ke ruangan sebelah." jawab Dokter.


"Boleh saya mengazani putra saya?" tanya Jay.


"Boleh tapi saya bersihkan dulu bayinya." jawab Dokter


"Iya Dok."


Dokter itupun membawa bayi Jay dan Nadia, untuk di bersihkan dan setelah itu di pakaikan baju dan selimut. Setelah selesai dokter itupun memberikan bayi itu kepada Jay untuk di azani.


"Ini mas, jika mau di azani." ujar Dokter Fara sambil memberikan bayinya kepada Jay.


Sedangkan Dokter Fara menangani Nadia untuk di pindahkan ke ruangan sebelah.


Setelah Nadia di pindahkan, mereka semua pun masuk untuk menjenguk Nadia sedangkan Nadia masih belum sadarkan diri.


"Mau di kasih nama siapa nak?" tanya Cinta.


"Entahlah bun. Aku nunggu Nadia sadar dulu." Ucap Jay karena bagaimanapun ia gak bisa mengambil keputusan sendiri.


"Iya lebih baik seperti itu." jawab Taufiq sambil melihat menantunya yang masih terbaring lemah di atas brankar.


"Khaleed mau lihat dede bayi." ucap Khaleed yang ada di samping Aisyah.

__ADS_1


"Khaleed mau lihat?" tanya Jay tersenyum.


"Iya om." jawab Khaleed.


"Iya udah sini." Jay duduk di sofa sambil menggendong sang buah hati. Sedangkan Khaleed menghampiri Jay dan berdiri di sebelahnya.


"Tampan kayak aku ya om." ucap Khaleed.


"Iya tampan dan unyu-unyu sama seperti Khaleed." ujar Jay tersenyum.


"Boleh aku gendong dede bayinya?" tanya Khaleed dengan polosnya.


"Gak boleh sayang. Soalnya dede bayinya masih kecil, nanti kalau dede bayinya agak besar, Khaleed boleh gendong dede bayinya. Sekarang sabar dulu ya." ucap Jay


"Kalau aku cium dede bayi boleh gak?" tanya Khaleed yang terus aja berceloteh sedangkan Cinta, Taufiq dan Aisyah hanya diam menjadi penonton.


"Boleh sayang. Ini." Jay menyodorkan sang buah hati kepada Khaleed dan Khaleed pun mencium pipi dede bayi dengan sangat lembut dan pelan-pelan.


"Pipinya dede bayi lembut." ujar Khaleed.


"Iya sayang, kan belum di sentuh siapapun." jawab Jay yang dengan sangat telaten menjawab pertanyaan Khaleed.


"Boleh dong sayang, boleh banget." jawab Jay


"Umy, umy kapan mau kasih aku dede bayi. Aku pengen punya dede bayi perempuan juga." ucap Khaleed yang membuat semua orang di ruangan itu tak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Khaleed.


"Nanti jika kamu sudah agak besar, umy akan kasih adek buat kamu nak." jawab Aisyah tersenyum.


"Tapi aku maunya sekarang? Kapan perut umy besar kayak Tante Nadia? Bukankah jika pengen dede bayi, perut umy harus besar terlebih dahulu?" tanya Khaleed.


"Iya sayang, nanti perut umy besar kayak Tante Nadia. Tapi nunggu Khaleed besar dulu biar bisa bantu umy merawat dede bayi." jawab Aisyah.


"Aku udah bisa kog jaga dede bayi. Aku janji, setelah pulang sekolah, aku gak akan main sendiri lagi. Aku akan jaga dede bayi. Aku juga akan belajar lebih giat lagi biar nanti aku bisa menjadi kakak yang baik, aku sendiri yang akan mengajari adek aku jika dia gak bisa. Umy buatin aku dede bayi ya." ucap Khaleed sedih.


"Nak, mungkin memang sudah saatnya kamu buat adek untuk Khaleed." ucap Cinta.


"Tapi Khaleed masih kecil bunda, aku takut nanti aku menelantarkan Khaleed. Untuk saat ini, aku ingin fokus terlebih dahulu menjaga dan memberikan kasih sayang buat Khaleed. Aku gak ingin Khaleed kekurangan kasih sayang dari aku dan Mas Will, bunda." jawab Aisyah tersenyum.


"Iya itu terserah kamu nak, kamu jauh lebih tau apa yang membuat Khaleed bahagia. Bunda percaya, kamu pasti bisa memberikan yang terbaik buat keluarga kecil kamu." ujar Taufiq.

__ADS_1


"Iya yah." ucap Aisyah ramah.


"Tapi aku pengen dede bayi." ujar Khaleed yang seperti mengerti, dengan apa yang di bicarakan oleh mereka bertiga.


"Iya sayang, nanti ya." ucap Aisyah.


"Umy pasti bohong, aku akan minta dede bayi sama aby aja. Aku yakin Aby pasti mengabulkan keinginan aku karena Aby sayang aku jadi Aby akan melakukan apapun demi aku." ujar Khaleed karena ia percaya bahwa Will akan mengabulkan semua permintaan buah hatinya itu.


Saat Khaleed dan Aisyah sedang asyik ngobrol, Nadia mulai sadar, "Mas.." panggil Nadia.


"Nadia, kamu sudah bangun sayang?" tanya Jay.


"Iya mas, anak kita mana?" tanya Nadia


"Ini." jawab Jay sambil memberikan buah hatinya kepada Nadia.


Nadia bangun dari tidurnya dan memilih untuk duduk dan bersender ke bantal yang ada di belakangnya. Bantal itu di susun oleh sang ibu mertua.


Nadia mengambil buah hatinya dari gendongan sang suami, Nadia mencium buah hatinya dengan sangat lembut.


"Mau di kasih nama siapa sayang?" tanya Jay.


"Afnan Atma Purnama yang artinya Laki-laki yang memiliki jiwa mekar berseri seperti cahaya rembulan. Nama panggilannya Afnan." jawab Nadia sambil memegang pipi Afnan.


"Namanya bagus, aku suka." jawab Jay.


"Iya, ayah dan bunda juga suka sama nama lengkapnya terutama nama panggilannya." ujar Cinta.


"Berarti nama dede bayi, Afnan ya tante?" tanya Khaleed.


"Iya sayang." jawab Nadia tersenyum.


Saat mereka asyik ngobrol tentang nama, tiba-tiba Afnan nangis.


"Nak, lebih baik kamu susui Afnan dulu, mungkin dia haus." ujar Cinta.


"Iya bun." jawab Nadia.


Taufiq, Cinta, Aisyah dan Khaleed pergi dari ruangan itu agar Nadia bisa menyusui buah hatinya dengan lebih leluasa. Nadia hanya di dampingi oleh sang suami, Jay.

__ADS_1


__ADS_2