
Jam 4 sore, Taufiq menjemput Cinta di kampus. Tapi sesampai di sana, ia tidak menemukan
istrinya. Ia pun segera mengambil hp dari saku bajunya. Taufiq menelvon
istrinya beberapa kali gak di angkat, akhirnya ia memilih menulis pesan dan
mengirimkannya.
“Sayang, kamu ada di mana? Aku sekarang sudah ada di depan kampus kamu nih.” Itulah isi
pesan yang di kirim Taufiq untuk istrinya.
Setelah hampir 15 menit menunggu balasa, akhirnya pesan yang di tunggu tunggu pun
muncul di layar hp Taufiq. Taufiq segera membukannya.
“Aku ada di kantin sayang. Lagi makan. Tadi siang aku gak sempat makan. Kamu ke sini aja
ya. “ Itulah isi pesan yang di kirim istrinya.
Mau gak mau, Taufiq segera turun dari mobil dan pergi menuju kantin. Sejak ia turun
dari mobil semua mahasiswi langsung takjub melihat ada seeorang pangeran yang
turun dari mobil. Yah Taufiq layaknya seorang pangeran, dia sangat tampan,
manis, tinggi, putih, punya lesung pipi, bibir yang tipis dan sangat menggoda
apalagi tatanana rambutnya yang aduhai. Bikin kaum hawa jadi klepek klepek.
Sungguh, Taufiq gak suka dirinya di liatin sampai seperti itu tapi apalah daya, ia harus
segera turun dari mobil dan menemui istrinya yang lagi asyik makan di kantin.
__ADS_1
Sesampai di kantin, Taufiq melihat seisi ruangan dan ketika ia sudah menemukan sang istri
yang lagi makan. Ia pun menghampirinya dan duduk di samping istrinya. Semua
kaum hawa yang ada di kantin itu menoleh ke arah Taufiq.
“sayang, kenapa gak makan di rumah aja sih?” tanya Taufiq.
“Aku sudah lapar dari tadi sayang.” Jawab Cinta yang masih menikmati bakso yang ada di
hadapannya.
“Hemmm ya sudah aku minta baksonya.” Ucap Taufiq.
“Kamu kan bisa pesan sendiri.” Ujar Cinta yang tak ingin berbagi bakso dengan suaminya.
“Kog kamu jadi pelit sig?” protes Taufiq.
“Bukan pelit sayang tapi baksonya enak banget dan aku kebetulan belum makan siang.”
lagi.”
“Iya deh. Cowok mah selalu menang.” Ucap Cinta, mau gak mau ia harus berbagi bakso dengan
suaminya. “Nyesel deh nyuruh datang ke
kantin” Guman Cinta
“Mereka kenapa sih dari tadi natap kamu terus kayak gitu?” tanya Cinta yang merasa
perutnya sudah kenyang dan ia melihat di sekitarnya. Mereka menatap suaminya
penuh nafsu.
__ADS_1
“Entahlah aku juga tidak tau. Ya sudah yo, cepat pulang. Aku risih di sini.” Ucap Taufiq.
“Iya udah ayo.” Ujar Cinta yang tak ingin berlama lama di kantin, ia tak akan membiarkan
mereka menikmati wajah suaminya. Setelah selesai bayar, tanpa aba aba. Taufiq
menggendong Cinta sampai ke parkiran mobil. Semua mahasiswa dan mahasiswi
lainnya yang melihat itu semua melihatnya dengan sangat sangat takjub sekali. Mereka
banyak yang melihat Cinta dengan rasa iri dan juga cemburu. Cinta memang sangat
beruntung mendapatkan suami yang sangat romantis.
Setelah sampai di mobil, Taufiq membukakan pintu
untuknya.
“Ayo masuk sayang.” Ucap Taufiq lembut. Setelah Cinta masuk dalam mobil, barulah ia
menutupnya dan ia langsung masuk ke dalam mobil juga. Ia segera mengendarai
mobil itu dan meninggalkan kampus.
Di dalam mobil Taufiq memutar lagu romantis, tak lupa ia memberikan bunga beserta coklat
berbentuk love.
“Ini untuk kamu.” Ucap Taufiq memberikan bunga dan coklat itu untuk Cinta. Taufiq
memberikan bunga itu menggunakan tangan kiri karena tangan kanannya sedang
fokus menyetir.
__ADS_1
“Makasih sayang.” Ucap Cinta, ia segera mengambil bunga itu dan menciumnya.