Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Romantis


__ADS_3

Jam 4 sore, Taufiq menjemput Cinta di kampus. Tapi sesampai di sana, ia tidak menemukan


istrinya. Ia pun segera mengambil hp dari saku bajunya. Taufiq menelvon


istrinya beberapa kali gak di angkat, akhirnya ia memilih menulis pesan dan


mengirimkannya.


“Sayang, kamu ada di mana? Aku sekarang sudah ada di depan kampus kamu nih.” Itulah isi


pesan yang di kirim Taufiq untuk istrinya.


Setelah hampir 15 menit menunggu balasa, akhirnya pesan yang di tunggu tunggu pun


muncul di layar hp Taufiq. Taufiq segera membukannya.


“Aku ada di kantin sayang. Lagi makan. Tadi siang aku gak sempat makan. Kamu ke sini aja


ya. “ Itulah isi pesan yang di kirim istrinya.


Mau gak mau, Taufiq segera turun dari mobil dan pergi menuju kantin. Sejak ia turun


dari mobil semua mahasiswi langsung takjub melihat ada seeorang pangeran yang


turun dari mobil. Yah Taufiq layaknya seorang pangeran, dia sangat tampan,


manis, tinggi, putih, punya lesung pipi, bibir yang tipis dan sangat menggoda


apalagi tatanana rambutnya yang aduhai. Bikin kaum hawa jadi klepek klepek.


Sungguh, Taufiq gak suka dirinya di liatin sampai seperti itu tapi apalah daya, ia harus


segera turun dari mobil dan menemui istrinya yang lagi asyik makan di kantin.

__ADS_1


Sesampai di kantin, Taufiq melihat seisi ruangan dan ketika ia sudah menemukan sang istri


yang lagi makan. Ia pun menghampirinya dan duduk di samping istrinya. Semua


kaum hawa yang ada di kantin itu menoleh ke arah Taufiq.


“sayang, kenapa gak makan di rumah aja sih?” tanya Taufiq.


“Aku sudah lapar dari tadi sayang.” Jawab Cinta yang masih menikmati bakso yang ada di


hadapannya.


“Hemmm ya sudah aku minta baksonya.” Ucap Taufiq.


“Kamu kan bisa pesan sendiri.” Ujar Cinta yang tak ingin berbagi bakso dengan suaminya.


“Kog kamu jadi pelit sig?” protes Taufiq.


“Bukan pelit sayang tapi baksonya enak banget dan aku kebetulan belum makan siang.”


lagi.”


“Iya deh. Cowok mah selalu menang.” Ucap Cinta, mau gak mau ia harus berbagi bakso dengan


suaminya. “Nyesel deh  nyuruh datang ke


kantin” Guman Cinta


“Mereka kenapa sih dari tadi natap kamu terus kayak gitu?” tanya Cinta yang merasa


perutnya sudah kenyang dan ia melihat di sekitarnya. Mereka menatap suaminya


penuh nafsu.

__ADS_1


“Entahlah aku juga tidak tau. Ya sudah yo, cepat pulang. Aku risih di sini.” Ucap Taufiq.


“Iya udah ayo.” Ujar Cinta yang tak ingin berlama lama di kantin, ia tak akan membiarkan


mereka menikmati wajah suaminya. Setelah selesai bayar, tanpa aba aba. Taufiq


menggendong Cinta sampai ke parkiran mobil. Semua mahasiswa dan mahasiswi


lainnya yang melihat itu semua melihatnya dengan sangat sangat takjub sekali. Mereka


banyak yang melihat Cinta dengan rasa iri dan juga cemburu. Cinta memang sangat


beruntung mendapatkan suami yang sangat romantis.


Setelah sampai di mobil, Taufiq  membukakan pintu


untuknya.


“Ayo masuk sayang.” Ucap Taufiq lembut. Setelah Cinta masuk dalam mobil, barulah ia


menutupnya dan ia langsung masuk ke dalam mobil juga. Ia segera mengendarai


mobil itu dan meninggalkan kampus.


Di dalam mobil Taufiq memutar lagu romantis, tak lupa ia memberikan bunga beserta coklat


berbentuk love.


“Ini untuk kamu.” Ucap Taufiq memberikan bunga dan coklat itu untuk Cinta. Taufiq


memberikan bunga itu menggunakan tangan kiri karena tangan kanannya sedang


fokus menyetir.

__ADS_1


“Makasih sayang.” Ucap Cinta, ia segera mengambil bunga itu dan menciumnya.


__ADS_2