Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Suasana Di Rumah Pram


__ADS_3

Cinta dan Taufiq sudah sampai di rumah Pram dan Ica. Cinta menekan Bel rumah yang ada di samping pintu dan tak lama kemudian, seseorang membukakan pintu.


"Assalamualaikum." ucap Cinta


"Waalaikumsalam, Eh Cinta, Mas Taufiq. Ayo masuk." ujar Elsa sambil membukakan pintu lebar-lebar


Cinta dan Taufiq pun langsung masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa.


"Kalian mau minum apa?" tanya Elsa.


"Gak usah repot-repot El, duduk aja sini." ujar Cinta sambil menepuk kursi di sampingnya.


Elsa yang tadinya mau buatkan minum, akhirnya gak jadi dan memilih untuk duduk di samping sahabatnya yang kini telah menjadi besannya.


"Suamimu mana, El?" tanya Cinta


"Tadi malem dia pergi keluar negeri, karena ada sedikit masalah dengan bisnisnya." jawab Elsa.


"Kalau Pram?" tanya Taufiq.


"Dia jam segini sudah berangkat kerja." jawab Elsa ramah


"Kalau Ica sama Angel kemana?" tanya Cinta gantian


"Tadi putrinya ngajak tidur. Jadi Ica nemenin tidur dan malah ikut ketiduran juga. Angel tadi bangun jam setengah 3 pagi dan gak bisa tidur lagi. Baru tidur lagi setelah selesai makan MPASI." jawab Elaa tersenyum.


"Oh ya bagaimana perasaanmu sekarang?" tanya Cinta


"Alhamdulillah, sudah baikan. Aku sudah ikhlas dengan apa yang sudah terjadi. Toh walaupun aku sedih dan nangis terus menerus juga tidak bisa membuat Ila dan Alina jadu hidup kembalu. Yang bisa aku lakukan adalah mengikhlaskannya dan mendoakannya setiap selesai sholat." jawab Elsa


"Syukurlah aku senang mendengarnya. Memang berat awalnya tapi setelah itu, akan terasa biasa jika kita benar-benar ikhlas dengan takdir yang kita jalani. Oh ya sebenarnya aku datang ke sini karena Pram tadi kirim pesan kalau kamu lagi gak enak badan." ujar Cinta


"Iya tadi aku emang sempet pusing dan gak enak badan tapi setelah minum obat, Alhamdulillah sudah baikan. Tadi juga sebenarnya Pram mau membawa aku untuk periksa, tapi aku gak mau merepotkan soalnya dia ada meeting pagi ini. Toh aku juga sudah baikan dan sudah merasa sehat kembali setelah minum obat." ucap Elsa, ia gak menyangka menantunya sampai menyuruh kedua orang tuanya datang ke sini hanya karena dirinya tadi yang sempet merasa gak enak badan. Elsa bahkan malu sendiri sama Cinta dan Taufiq. Tapi mungkin Pram melakukan semua itu, karena Pram takut dan khawatir jika mertuanya kenapa-napa. Pram memang selalu memberikan perhatian lebih kepada istri, anak dan mertunya yang tinggal serumah dengannya.


"Oh syukurlah jika kamu sudah baikan. Aku tadi di jalan kefikiran banget, takut jika kamu sakit dan kenapa napa. Kita baru saja kehilangan Ila dan Alina, aku gak ingin kehilangan kamu juga Kamu harus bisa jaga diri baik baik, jangan sampai lelah dan jaga pola hidup sehat." ujar Cinta menasehati.


"Apa yang di katakan istriku benar. Kita bukan anak muda lagi, kita sudah tua untuk itu harus pintar-pintar jaga diri biar gak gampang sakit. Agar kita bisa terus bersama dengan anak dan cucu kita." ucap Taufiq.

__ADS_1


"Ia mas, aku sudah berusaha menjaga kesehatan ku dari olah raga kecil kecilan di rumah, jaga pola hidup sehat dengan banyak makan sayur dan buah serta banyak minum air putih." ujar Elsa.


"Itu sudah benar apa yang kamu lakukan, aku sendiri juga melakukan hal yang sama seperti yang kamu lakukan." ucap Cinta ramah


"Oh ya Jay gimana, apa dia masih sedih?" tanya Elsa, sejak ia pulang dari rumah Jay dan menetap di rumah Pram dan Ica, Elsa sudah tak pernah bertemu lagi dengan Jay.


"Alhamdulillah dia juga sudah tak terlalu sedih. Bahkan mulai hari ini, dia sudah mau bekerja lagi." jawab Taufiq


"Syukurlah, aku senang mendengarnya. Aku taku jika Jay masih terus menerus bersedih karena di tinggal oleh anak dan istrinya. Aku harap Jay bisa menemukan wanita yang tulus mencintai dia seperti Ila yang begitu tulus mencintai suaminya, Jay." ujar Elsa.


"Aku sih pengennya gitu, tapi biarlah yang penting dia bahagia dulu. Masalah pasangan, biar dia cari sendiri. Jika memang ada yang cocok, InsyaAllah apapun keputusannya, kami akan selalu mendukung nya. Aku yakin cepat atau lambat Jay pasti akan menemukan seseorang yang akan melengkapi hidupnya seperti dulu saat Ila masih ada di sampingnya." ucap Cinta.


"Walaupun kelak Jay sudah menikah dengan wanita lain. Tapi bagiku Jay tetaplah menantuku selamanya."


"Iya pasti, dia akan selamanya menjadi menantu kamu. Dan gak ada yang bisa merubah itu semua." ujar Cinta tersenyum.


Saat mereka lagi asyik ngobrol. Ica bangun dari tidurnya. Sebenarnya tadi ia hanya ingin menemani putrinya tidur tapi apalah daya, ia malah ikutan tidur. Padahal tadi sebelum suaminya berangkat, Pram sudah meminta agar Ica memperhatikan kondisi mamanya tapi Ica malah ketiduran. Dan tadi saat ia membuka mata, ia langsung ke kamar mamanya. Namun sebelum bener bener pergi, Ila malah mendengar seseorang sedang mengobrol. Ica pun menghampirinya.


"Ayah, bunda. Sudah lama?" tanya Ica sambil mencium tangan mereka berdua.


"Yah lumayan. Angel masih tidur?" tanya Cinta.


"Bentar ya ayah, bunda. Aku kebelakang dulu." ujar Ica. Ia segera pergi kebelakang dan meminta salah satu asistennya untuk membuat minum untuk dirinya, mamanya dan ayah ibu mertuanya.


"Bi, tolong buatkan minuman ya untuk 4 orang dan taruh di ruang tamu." ujar Ica.


"Iya non." jawab bibi.


Setelah itu, Icapun kembali ke ruang tamu.


"Mama, gimana keadaan nya?" tanya Ica.


"Mama sudah baikan sayang, sudah seger." jawab Elsa.


"Syukurlah." ucap Ica seneng melihat mamanya sudah sembuh soalnya tadi pagi wajahnya pucat dan ngeluh pusing.


"Mas Jay gimana bun, apakah dia masih sedih?" tanya Ica.

__ADS_1


"Alhamdulillah dia sudah gak sedih lagi. Dan hari ini dia sudah mulai masuk kerja." jawab Cinta ramah.


"Syukur Alhamdulillah, berarti Mas Jay dan Mas Will hari ini sedang bekerja ya?" tanya Ica


"Iya." jawab Taufiq dan Cinta bersamaan.


"Terus Aisyah sama siapa di rumah?" tanya Ica karena yang ia tau sekarang Wil, Aisyah, Khaleed dan Jay sudah tinggal bersama Cinta dan Taufiq.


"Dia bersama Khaleed nak. Tadi ayah dan bunda sudah ngajak dia tapi gak mau." jawab Taufiq.


"Oh gitu." ucap Ica mengerti.


Tak lama kemudian bibi datang membawa 4 gelas teh hangat dan juga kie kering.


"Silahkan di minum." ucap bibi itu ramah.


"Iya, makasih ya bi." ujar Cinta tak kalah ramahnya.


"Iya sama sama, bibi ke belakang dulu masih ada pekerjaan." ucap bibi itu, lalu pergi ke dapur dan menyelesaikan pekerjaannya.


"Di minum yah, bun, ma." ucap Ica. Merekapun minum teh bersama.


"Maaf ya ayah, bunda. Aku belum sempet ke rumag ayah dan bunda. Soalnya Angel akhir akhir ini agak rewel mungkin karena mau belajar jalan jadi agak rewel Biasanya tiap hari Minggu, aku sama Mas Pram ke rumah ayah dan bunda." ujar Ica.


"Gak papa nak, kami mengerti keadaan kamu. Oh ya ayah dan bunda gak bisa lama lama, kasihan jika Aisyah di tinggal terlalu lama. Nanti dia kesepian di rumah." ucap Taufiq.


"Iya yah. Ayah dan bunda hati hati di jalan."


"Iya sayang " ujar Cinta.


"El, aku pulang dulu ya." ucap Cinta kepada sahabat sekaligus besannya itu


"Iya Cin, hati hati ya." ujar Elsa.


"Iya, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."

__ADS_1


Setelah itu, Cinta dan Taufiq pun segera pulang karena takut cucu dan menantunya kesepian di rumah. Mereka tak tau bahwa sebenarnya setelah mereka pergi, Aisyah dan Khaleed malah tidur nyenyak di kamar.


__ADS_2