Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Aisyah melahirkan


__ADS_3

Hari ini adalah kelahiran Aisyah. Setelah beberapa bulan yang lalu, Ibu Inah meninggal. Aisyah memang seringkali tidur di rumah Cinta karena ia tak ingin melihat mertuanya yang kadang hanya melamun. Dan untunglah di saat Aisysah mau melahirkan dan Will ada di rumah sakit. Cinta ada untuknya sehingga Cinta dengan sigap membawa mantunya ke rumah sakit Will. Will juga beberapa kali di hubungi tapi gak bisa, mungkin karena sekarang ia ada jadwal untuk opraasi.


Sesampai di rumah sakit, ternyata Will tak sengaja melihat bundannya yang membawa Aisyah. Aisyah masih sadar dan iat terus merintih kesakitan sambil memegang perutnya. Will pun langsung menggendong istrinya dan membawanya ke ruangan VVIP.


Will dan dokter lainnya langsung masuk ke dama ruangan di mana kini Aisyah berada. Sedangkan Cinta mencoba menghubungi suaminya dan juga anak serta menantunya. Tak lama kemudian mereka pun datang bersamaan.


Alina yang di gendong Ila sempat menangis karena Alina tadi sedang tidur dan di paksa bangun karena Ila harus mengajaknya ke rumah sakit. Jika di biarkan di rumah sendirian, Ila takut kenapa napa. Ia juga gak bisa mempercayakan putrinya ke asisten rumah tanggannya.


"Sayang, gimana keadaan menantu kita?" tanya Taufiq panik.


"Entahlah dia masih di dalam. Will juga ada di dalam dengan beberapa suster dan dokter. Aku harap cucu dan menantu kita gak kenapa napa." Ucap Cinta menangis, karena ia sangat menyayangi menantunya itu.


Saat yang lain sibuk menunggu Aisyah keluar dari ruangan, Arsha dan Pram datang. Mereka yang tadinya sedang memimpin rapat langsung di bubarkan gitu aja setelah Cinta mengirim pesan kalau adiknya mau melahirkan.


Semuanya pada tegang dan sibuk memanjatkan doa agar Aisyah dan buah hatinya tidak kenapa napa.

__ADS_1


Setelah dua jam akhirnya suara bayi pun terdengar. Semuanya bernafas lega apalagi ketika Will membuka pintu dengan wajah yang sangat ceria.


"Nak, gimana dengan menantu dan cucu bunda?" tanya Cinta.


"Mereka baik baik aja bun. Tak usah hawatir, bentar lagi saya akan pindahkan Aisyah ke ruang perawat yang lebih besar dari ini." Ucap Will senang.


Will kembali masuk ke dalam ruangan, ia melihat buah hatinya yang sudah di bersihkan oleh suster. Will mengumandangkan adzan di dekat telinga putranya. Setelah selesai, Willl langsung meminta beberapa dokter untuk memindahkan istrinya ke ruang perawat VVIP


Setelah di ruang perawat, semua keluarganya pada masuk karena ingin melihat Aisyah yang masih tak sadarkan diri. Cinta sudah menggedong cucunya dengan sangat hati hati.


Cinta yang menyadari wajah Ica yang sedih langusng meminta Ica menggendong anaknya Aisyah


"Sayang, coba kamu gendong anak ini. Siapa tau kamu bisa segera menyusul." Ucap Cinta lembut.


Icapun hanya menurutinya saja. Ica menggendogn anak itu dengan sangat hati hati dan Will tersenyum melihat putarnya yang begitu menggemaskan.

__ADS_1


Aisyah sedikit sedikit mulai membuka matanya.


"Mas, haus." Ucap Aisyah.


Wil dengan sigap langsung mengambilkan air untuk istrinya.


"Sayang kamu sudah sadar?" tanya Taufiq. Yang memang kadang memanggil sayang kepada anak dan menantunya karena bagi Taufiq menantunya itu sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri.


"Sudah yah." Jawab Aisyah tersenyum.


"Selamat ya kamu sudah jadi ibu." Ucap Rachel dengan lembut.


"Makasih ya kak, semoga kakak bisa segera nikah dan punya anak. juga hehe." Ujar Aisyah.


"Aamin."

__ADS_1


Satu persatu yang ada di ruangan itu mengucapkan kata selamat dan setelah itu Ica memberikan bayi itu kepada Aisyah agar Aisyah menyusuinnya. Taufiq, Pram, Jay, Arsha dan juga Rachel menunggu di luar karena Aisyah tak ingin membuka bajunya jika masih ada mereka.


__ADS_2