
Hari ini Ani memasak untuk sang suami tercinta. Ani memasak dengan di bantu oleh asistennya. Setelah selesai memasak Ani dengan di bantu asistennya langsung menata di meja makan. Selesai makan Ani memanggil semua asistennya da juga sang suami untuk makan bersama.
Ani emang sengaja kali ini mengajak asistennya untuk makan satu meja dengan Ani dan sang suami karena ini untuk merayakan keberhasilan mereka karena perusahaan mereka yang di luar negeri gak jatuh bangkrut.
Semua asistennya sangat bahagia dan merasa sangat senang karena bisa makan satu meja dengan majikannya karena jarang-jarang Ani dan Rachel mau ngajak mereka makan bersama. Karena para asistennya punya meja makan tersendiri.
Selesai makan, Ani meminta asistennya untuk membersihkan dapur dan meja makan. Sementara Ani dan Rachel duduk santai di ruang keluarga. Mereka hari ini berangkat ke kantor agak siangan karena mereka males berangkat pagi. Makhlum mereka adalah bos jadi mereka bisa sesuka hati mau masuk jam berapa aja.
"Mas?" panggil Ani.
"Iya ada apa?" tanya Rachel.
"Aku telat datang bulan. Seharusnya 2 Minggu yang lalu." jawab Ani
"Apakah kamu hamil?" tanya Rachel senang
"Entahlah aku juga gak tau. Nanti aku mau beli testpack setelah pulang kerja." jawab Ani
TestpackĀ adalah alat uji kehamilan berbentuk stik yang dirancang untuk mengetahui apakah urine yang dijadikan sampel mengandung hormon hCG. Hormon ini sendiri diproduksi setelah sel telur yang telah dibuahi menempel di dinding rahim.
"Semoga kamu hamil ya sayang." ujar Rachel.
"Semoga aja, Aamiin." jawab Ani. Sungguh mereka berdua ingin sekali memiliki seorang keturunan. Dan mereka sangat berharap kali ini Ani hamil.
"Iya udah sekarang kita mandi bareng yuk. Setelah itu berangkat kerja." ujar Rachel.
__ADS_1
"Iya udah ayo."
Setelah itu mereka pun mandi bersama, karena sebagai suami istri, tak apa-apa jika mandi bersama dalam waktu yang bersamaan. Namun bagi mereka yang belum nikah, jangan coba-coba. DOSA!!!
Setelah mandi bersama, merekapun segera memakai baju kantoran. Anj juga memakai baju kantor yang gak terlalu ketat dan sedikit longga sehingga lekuk tubuh tak akan kelihatan. Ani juga memakai hijab sehingga menambah kecantikannya.
Setelah selesai memakai baju yang sangat rapi, mereka tak lupa memakai parfum. Ani juga memoles sedikit wajahnya dengan make up agar wajahnya gak pucat.
Setelah selesai semua mereka pun berangkat ke kantor bersama. Ani satu kantor bersama sang suami sejak kantornya berada di bawah naungan perusahaan suaminya.
Jadi Ani gak bisa jauh-jauh dari sang suami tercinta.
Sesampai di kantor, seperti biasa mereka sibuj dengan berkas berkas penting. Dan mereka pun bekerja secara profesional.
Hingga tak terasa adzan dhuhur berkumandang. Ani dan Rachel segera menutup laptopnya masing-masing dan mereka pergi ke resto untuk makan siang.
Sesampai di resto mereka segera memesan makanan dan minuman untuk makan siang mereka.
"Aku gak menyangka nafsu makan kamu banyak juga ya sekarang." ujar Rachel karena Ani memesan makanan begitu banyak.
"Makhlum aku lapar banget gara-gara mengerjakan berkas yang begitu banyak." jawab Ani tersenyum.
"Iya udah ayo makan."
Setelah itu, mereka berdua pun makan bersama. Anj juga makan dengan sangat lahap bahkan semua makanan yang ia pesanpun habis tak tersisa. Selesai makan mereka ngobrol sebentar.
Setelah lima belas menit ngobrol sana-sini, akhirnya mereka pergi dari resto dan menuju masjid terdekat. Mereka sholat dhuhur berjamaah. Yah mereka mengusahakan agar selalu sholat berdua, jika Ani sedang halangan maka Rachel akan sholat di masjid dan berjamaah bersama dengan yang lainnya.
__ADS_1
Selesai sholat merekapun kembali ke kantor dan menyelesaikan pekerjaan yang tadi belum sempat terselesaikan. Apalagi sejak mereka keluar negeri, banyak yang harus mereka tandatangani. Sehingga semakin banyak pekerjaan yang harus di kerjakan dengan sangat cepat tapi mereka berdua tetap tak boleh ceroboh.. Walaupun buru-buru mereka tetap membaca dengan sangat detail sebelum menandatangani berkas karena takutnya ada sebuah jebakan yang bisa berakibat fatal. Walaupun itu sangat mustahil tapi tetap aja mereka berdua harus hati-hati.
Hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Mereka pun segera pulang. Namun sebelum pulang mereka sempat mampir ke apotik untuk membeli testpack.
Setelah membeli testpack, lagi-lagi mereka berhenti di resto untuk makan. Karena Ani merasa dirinya sudah lapar lagi sehingga Rachel pun juga ikut ikutan memesan makanan karena bagaimanapun Rachel tak mungkin membiarkan istrinya makan seorang diri.
Kali ini Ani memesan makanan lebih banyak dari yang tadi siang. Dan Rachel pun membiarkannya.
Namun Ani tak mampu menghabiskan semua makanan yang telah ia pesan. Sehingga Ani meminta makanan itu di bungkus.
Setelah selesai membayar semua makanannya, merekapun pulang. Namun di depan Resto mereka melihat seorang pengemis. Ani pun memberikan makanan yang di bungkus tadi kepada pengemis itu.
Dan setelah itu Ani dan Rachel pun langsung pulang ke rumah.
Sesampai di rumah, Ani segera masuk kamar mandi. Ia ingin mencoba testpack yang baru saja ia beli ia apotik.
Sedangkan Rachel menunggu di kamarnya sambil memainkan hp.
Setelah Ani keluar dari kamar mandi, Rachel pun menghampirinya.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Rachel.
"Ada dua tapi yang satunya samar." jawab Ani.
"Iya sudah biar lebih akurat nanti malem kita pergi ke dokter kandungan aja." ujar Rachel.
"Iya mas."
__ADS_1
Setelah itu mereka pun segera mandi bergantian. Karena merasa merasa risih dengan badan mereka yang rasanya gak enak dan terasa lengket.