Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Berpelukan kembali


__ADS_3

Will pergi ke rumah sakit. Sesampai di sana, ia langsung membuka buku di mana buku itu yang akan menjadi petunjuk untuk Will.


Biasanya jika orang ingin berobat, maka ia harus mengisi administrasi dulu. Jadi Will bisa cari tau alamat Aila dari buku formulir yang kemaren sempat di isi oleh Rachel.


Setelah menemukan apa yang ia inginkan. Ia pun langsung mencatat alamat itu baik baik lalu langsung pergi gitu aja menuju rumah Aisyah.


Hanya dalam waktu 45 menit, Will pun sudah sampai di kediaman Aisyah yang sangat besar dan mewah.


Will sebenarnya ragu tapi mengingat ia ingin mencari tau siapa Aila sebenarnya maka Will pun berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk bertamu.


Will menekan bell satu kali dan pelayan datang membukakan pintu.


"Maaf cari siapa ya mas?" tanya pelayan itu.


"Ailanya ada?" tanya Wil sopan.


"Iya mas, ada. Dia baru aja pulang. Masuk mas, saya panggilkan dulu Non Aila nya."


"Ia bi."


Will pun duduk di sofa di ruang tamu yang super mewah bak istana.


 



"Aku jadi ragu dia istriku melihat kediamannya yang mewah seperti ini." gumam Will.


Tak lama kemudian Aisyah datang dan terkejut melihat suaminya datang dan berada di ruang tamu. Tadi pelayannya cuma bilang ada tamu tapi ia gak bilang siapa nama tamunya. Mau gak mau Aisyah pun turun dan menemui suaminya.


"Mas Willl?" panggil Aisyah. Mendengan panggilan itu, Wiill merasa yang memanggil namanay barusan itu adalah istrinya.


"Aila." Jawab Will.

__ADS_1


"Ngapain mas di sini?" tanya Aisyah.


"Enggak ada, tadi aku lewat depan rumah jadi sekalian mampir." Jawab Will.


"Emang mas tau dari mana alamatku?" tanya Aisyah.


"Itu dari buku administrasi yang di isi oleh kakakmu kemaren." Jawab Wil gugup.


"Mas ke sini karena kangen aku ya padahal baru beberapa jam sudah kangen hehe." Goda Aisyah.


"Iya aku kangen. Soalnya kamu seperti istriku walaupun wajahnya berbeda." Jawab Will terus terang.


"Jika memang benar aku istrimu, gimana?" tanya Aisyah serius.


"Aku pasti akan bahagia banget. Aku akan peluk kamu dan membawa kamu pulang ke rumah kita. Dan aku tak akan membiarkan kamu pergi dari aku lagi." Jawab Will.


"Kalau gitu, pelukkah aku sekarang." Ujar Aisyah. Ia juga sebenarnya sangat merindukan suaminya. Walau dia masih belum inget tapi rasa sayang itu tak bisa di bohongi.


"Aku akan izinkan kamu memelukku." Jawab Aisyah tersenyum.


"Tapi kamu bukan istriku." Ucap Will tegas.


"Pelukkah aku layaknya istrimu. Jika kamu menolak, maka aku tak akan membiarkan kamu untuk menyentuh tubuhku ataupun melihat wajahku lagi." Ujar Aisyah.


Will pun segera memeluk Aisyah dengan erat bahkan Will sampai meneteskan air mata. Ia ingin meluapkan semua rasa rindunya selama ini. Aisyah membalas pelukan will dengan hangat. Aisyah juga sangat merindukan suaminya. Berada dalam pelukan Will, membuat Aisyah merasa tenang dan nyaman. Setelah cukup lama Will memeluk Aisyah, ia pun melepas pelukannya.


"Apakah kamu sudah puas memeluk istrimu?" tanya Aisyah berusaha untuk tegar dan tersenyum.


"Belum karena kamu bukan istriku. Tapi thanks berkat kamu rasa rinduku sedikit terobati." Jawab Will.


"Gak papa. Gak masalah. Oh ya kamu mau minum apa?" tanya Aisyah.


"Gak, aku gak butuh minuman. Aku hanya butuh kamu di dekat aku aja. Itu udah lebih dari kata cukup." Jawab Will tersenyum. Entah kenapa ia senang berada di dekat Aila.

__ADS_1


"Boleh aku tanya?" Ucap Will.


"Boleh. Mau nanya apa?"


"Kamu dulu pernah kecelakaan?" tanya Will pelan takut menyinggung perasaaan Aisyah.


"Iya. Emang kenapa?" tanya Aisyah yang mengerti kalau suaminya itu ingin mencari tau identitasnya.


"Gak papa cuma tanya aja. Emmm kapan kecelakaan itu terjadi?" Tanya Will lebih lanjut.


"Satu setengah tahun yang lalu." Jawab Aisyan tenang. Will kaget karena satu setengah tahun yang lalu dia juga mengalami kecelakaan yang membuat istrinya kini hilang entah kemana.


"Boleh aku tanya lagi?" tanya Will.


"Gak hehe........"


"Kenapa?" tanya Will


"Aku merasa risih aja, kurang suka." Jawab Aisyah.


"Iya sudah deh gak papa. Kalau gitu, aku pamit pulang dulu ya."


"Oke, tapi sebelum kamu pulang. Bolehkah aku peluk kamu lagi?" tanya Aisyah.


"Boleh." Jawab Will..


Aisyah pun memeluk suaminya dengan erat lalu ia mencium bibir Will dengan lembut.


"Maaf, sudah mencium bibirmu." Ucap Aisyah malu.


"Gak papa. Aku bahagia. Aku pulang dulu ya." Ucap Will deg deg dengan. Entah kenapa cara mencium juga sma seperti istrinya. Will harus mencari tau lebih lanjut. Ia sekarng sangat yakin kalau Aila itu adalah Aisyah yang kini sedang hilang ingatan.


Setelah kepergian Will, Aiysah pun masuk ke dalamm. Ia sangat bahagia bisa memeluk suaminya lagi. Sebenarnya ia ingin mengakui siapa dirinya. Tapi ia menunggu waktu yang tepat.

__ADS_1


__ADS_2