
Sesampai di rumah, sang bunda sudah menanti kedatangan putrinya dan juga menantu kesayangannya.
“Sudah pulang? Tanya sang bunda basa basi.
“Iya bun.” Ucap mereka berdua. Taufiq dan Cinta mencium tangan sang bunda bergantian.
“Ayah mana bun?” tanya Cinta.
“Ayah masih di kantor.” Jawab sang bunda. “Oh ya, tadi bunda sudah masak untuk kalian.
Bunda juga udah bikin kue kesukaan Cinta.” Imbuh sang bunda.
“Benarkah?” tanya Cinta.
“Iya. Lebih kalian ganti baju dulu setelah itu turun. Kita makan bareng.” Ucap sang bunda.
“Oke bun.” Taufiq dan Cintapun segera naik ke atas. Mereka mandi sebentar lalu pakai baju
dan turun ke bawah. Mereka takut sang bunda menunggu terlalu lama. Sejujurnya
Cinta dan Taufiq sudah kenyang karena sudah makan bakso di kantin kampus. Tapi
mereka juga tidak mungkin mengecewakan sang bunda yang sudah capekk capek masak
untu anak dan menantunya.
Di meja makan. Cinta melihat di situ banyak sekali makanan.
“Bun, kenapa masak banyak banget?” tanya Cinta.
“Karena bunda ingin memasak untukmu sayang. Bunda sudah lama sekali tidak masakin
sesuatu untukmu. Jadi bunda masak yang banyak.”
“Tapi bun, kita gak mungkin bisa menghabiskannya.” Ucap Cinta. Taufiq memilih untuk diam
__ADS_1
saja memperhatikan istri dan mertuanya yang sedari tadi ngomong tanpa
menghiraukan keberadaan Taufiq.
“Kalau gak habis nanti bisa untuk ayah lagi, kalau masih belum habis juga. Kita bisa
ngasih ke tetangga sayang jadi tidak mungkin di buang. Lebih baik kalian makan
aja yang banyak, gak usah mikirin hal hal yang gak penting terutama nak Taufiq.
Bunda lihat kamu sekarang sudah agak kurusan. Kamu pasti jarang makan ya.
Sekarang makan yang banyak ya.” Ucap sang bunda.
“Iya bun.” Taufiq hanya tersenyum ke arah bunda.
Taufiq dan Cinta mencoba untuk menghabiskannya tapi gak bisa, perut mereka sudah gak muat
akhirnya Taufiq dan Cinta pun menyerah.
“Tapi kalian Cuma makan sedikit loh.” Ujar sang bunda.
“Tapi kami sudah kenyang bun. Lebih baik ini untuk nanti malem aja siapa tau kami lapar
lagi atau bunda bisa kasihkan ke tetangga tapi jangan lupa sisakan untuk ayah,
ayah pulang kerja pasti lapar.” Ucap Cinta sambil mengelus perutnya yang
kekenyangan.
“Iya sudah kalau gitu. Oh ya kuenya ada di kulkas sayang.” Ucap sang bunda memberi tahu.
“Mungkin untuk kue, aku dan mas taufiq makan nanti aja deh atau besok pagi. Soalnya hari
ini kami benar benar sangat kenyang.” Ucap Cinta.
__ADS_1
“Iya sudah gak papa. Tapi jika kalian butuh apa apa langsung bilang sama bunda ya.” Ucang
sang bunda.
“Oke bun.” Balas Taufiq dan Cinta bebarengan. Setelah mereka selesai minum, Cinta dan
Taufiq pun menghabiskan waktunya duduk di taman samping rumah sambil nunggu
adzan maghrib tiba. Sedangkan sang bunda memilih untuk menunggu sang suami di
ruang tamu sambil membaca al Qur;an.
Tepat adzan maghrib berkumandang, ayah Cinta datang. San bunda langsung mengambil tas
suaminya dan mencium tangan suaminya.
“Anak anak di mana bun?” tanya ayah menanyakan keberadaan Cinta dan juga Taufiq.
“Mereka ada di taman samping rumah yah.” Jawab sang bunda.
“Mereka sudah makan?” tanya ayah.
“Sudah yah. Mereka sudah makan tadi bareng bunda. Ayah sendiri sudah makan belum?” tanya sang bunda sambil membukakan baju kerja sang suami sehingga hanya menampilkan kaos warna putih.
“Iya sudah tadi siang. Iya sudah ayo ke kamar.” Ucap sang ayah.
Mereka berduapun masuk kamar dan saat mereka mengunci pintu kamar dari dalam, Cinta
dan Taufiq masuk kedalam rumah dan langsung naik ke lantai atas. Taufiq dan
Cinta segera mengambil wudhu dan melaksanakan sholat maghrib berjmaah. Setelah
selesaih sholat seperti biassa, mereka menyempatkan waktu untuk membaca al qur’an.
Selesai ngaji, mereka langsun turun ke bawah menghampiri ayah dan bunda yang
__ADS_1
lagi nonton tivi ri ruang tengah, di depannya sudah tersedia makanan ringan.