Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Nadia Hamil


__ADS_3

Setelah hampir 2 bulan mereka menikah, akhir akhir ini Nadia seringkali mual di pagi hari, Nafsu makannya juga berkurang dan itu membuat Jay hawatir, hawatir jika Nadia kenapa-napa. Jay takut jika Nadia akan meninggalkan dirinya seperti Ila yang meninggalkan dirinya untuk selama lamanya.


"Sayang, kita periksa aja yuk ke rumah sakit." ujar Jay


"Gak usah mas, aku gak kenapa napa kog." jawab Nadia


"Tapi wajahmu pucat sekali sayang." ujar Jay


"Mungkin aku kelelahan mas, istirahat sebentar juga pasti sembuh." ucap Nadia meyakinkan suaminya.


"Tapi aku bener bener bawatir banget, aku takut kamu akan ninggalin aku seperti Ila yang meninggalkan aku untuk selama lamanya. Aku takut." ujar Jay sedih


"InsyaAllah aku gak papa mas. A...aku.."


Belum selesai Nadia bicara, tiba tiba ia jatuh pingsan.


Jay pun panik seketika.


"Sayang, bangun." ujar Jay sedih dan panik.


"Kak, kak Nadia kenapa?" tanya Putri dan Salsa yang ikutan panik melihat kakaknya pingsan.


"Aku gak tau, kakak mau bawa dia ke rumah sakit. Kalian mau ikut apa gak?" tanya Jay.


"Kami mau ikut kak." jawab Putri


"Iya udah ayo." ujar Jay


Jay menggendong Nadia masuk ke dalam mobil. Sedangkan Putri dan Salsa berjalan di belakangnya dan langsung masuk ke dalam mobil. Mereka duduk di kursi belakang sedangkan Nadia juga duduk di kursi belakang di tengah tengah mereka.


Jay segera menyetir mobilnya menuju rumah sakit.


Tak butuh waktu lama, merekapun sudah smpai di depan rumah sakit.


Jay segera menggendong Nadia dan memanggil dokter, kebetulan Will melihat saudaranya menggendong Nadia.

__ADS_1


"Kenapa Jay?" tanya Will


"Gak tau, tiba tiba Nadia pingsan." jawab Jay


"Iya sudah bawa aja ke keruanganku." ujar Will


Jay menggendong Nadia menuju ruangan Will sedangkan Putri dan Salsa terus mengekor di belakang kakak iparnya yang sedang menggendong Nadia.


Will memeriksa Nadia dan ia tersenyum.


"Jay istrimu gak kenapa-napa." jawab Will


"Tapi kenapa ia pingsan, akhir akhir ini ia juga seringkali mual dan gak nafsu makan lagi." ujar Jay


"Itu memang sudah biasa untuk orang hamil." ucap Will tersenyum


"Hamil?" tanya Jay


"Ia istrimu hamil. Tapi lebih baik istrimu periksa lagi ke dokter kandungan." jawab Will.


"Iya." jawab Will, karena dirinya bukan dokter kandungan jadi Will gak bisaa memeriksa nya lebih spesifik.


Jay pun langsung membawa Nadia ke dokter kandungan yang juga ada di rumah sakit itu.


"Selamat ya pak, istri Anda sudah hamil 4 Minggu." ucap Dokter perempuan yang baru saja selesai memeriksa Nadia.


"Alhamdulillah, aku akan jadi ayah lagi." ujar Jay bahagia


"Selamat ya kak, akhirnya kakak akan punya anak lagi dan kami akan segera punya ponakan." ucap Salsa senang karena akhirnya ia akan segera punya ponakan yang sudah ia nanti nantikan selama ini.


"Iya dek, makasih ya." ujar Jay tersenyum.


Jay sangat bahagia sekali karena akhirnya ia akan punya anak lagi. Kali ini Jay akan menjaganya dengan baik baik agar kejadian yang dulu tak terulang kembali.


Tak lama kemudian, Nadia mulai sadar

__ADS_1


"Aku ada dimana?" tanya Nadia.


"Alhamdulillah sayang, kamu sudah sadar. Kamu ada di rumah sakit. Tadi kamu pingsan." jawab Jay tersenyum.


"Aku kenapa mas?" tanya Nadia


"Kamu akan segera jadi ibu sayang." ujar Jay


"Maksudnya apa mas?" tanya Nadia tak mengerti


"Kamu hamil." jawab Jay tersenyum


"Alhamdulillah, aku gak nyangka bisa hamil. Sebentar lagi aku akan jadi seorang ibu." ujar Nadia bahagia


"Iya sayang, bentar lagi kita akan jadi orang tua." ucap Jay


"Selamat ya kak, kami bahagia kakak hamil." ucap Putri


"Terimakasih ya dek." ujar Nadia tersenyum.


Ia bener bener gak menyangka, padahal ia merasa baru kemarin ia hamil, namun sekarang Allah memberikan dia amanah berupa anak yang kini berada dalam perutnya. Nadia mengusap usap perut yang masih datar itu, ia gak sabar ingin segera bertemu dengan anaknya.


"Aku sudah hamil berapa bulan mas?" tanya Nadia


"Empat Minggu sayang, berarti 1 bulan." jawab Jay


"Berarti 8 bulan lagi ya mas, kita akan bertemu dengan anak kita " ujar Nadia tersenyum.


"Iya sayang." ucap Jay


Setelah memeriksa kandungan Nadia, akhirnya merekapun pulang ke rumah. Sepanjang jalan Nadia selalu membahas tentang anaknya yang nanti akan di kasih nama siapa dan Nadia juga gak sabar ingin membeli peralatan dan perlengkapan bayi mereka.


Sedangkan Putri dan Salsa sangat bahagia melihat kakaknya yang juga bahagia.


\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Jangan Lupa Like, Komen n Vote nya ya 😊


__ADS_2