Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Cara Cinta mengajari sang Anak


__ADS_3

1 tahun kemudian. .....


Sekrang umur Pram, Jay dan Will sudah satu tahun setengah. Banyak perkembangan mereka yang membuat Cinta dan Taufiq semakin gemas dan ingin terus bersama mereka. Kini mereka bertiga sudah bisa berjalan walaupun jalannya masih pelan. Ngomongnya pun sudah semakin lancar tidak seperti dulu lagi yang tidak jelas dan sulit untuk di fahami.


"Bun, Will mau maem." Ucap Will setelah hampir dua jam dia main mobil mobilan di ruang tamu. Cinta hanya tersenyun mendengarnya, ia langsung mengambil nasi dan sayur bening untuk Will. Cinta sudah tidak menyuapi mereka bertiga makan. Cinta akan mengajarkan mereka untuk mendiri dari kecil. Untuk itulah merekan melakukan sendiri ya walaupun hasilnya gak maksimal. Misalkan untuk makan aja Will pasti belepotan, nasinya pada berjatuhan dari piring. Bahkan wajahnya puh juga belepoton tapi Cinta tidak mempermasalahkan itu semua yang penting mereka tidak manja dan mau berusaha. Biasanya jika Will makan, maka kedua saudara kembarnya akan ikut makan. Jadi Cinta akan langsung mengambil 3 nasi piring beserta lauk pauknya. Cinta mengajarkan mereka makan dengan sendok dan duduk di kursi dengan tenang.

__ADS_1


Awalnya emang sulit dan mereka sering berontak tapi Cinta tak pernah putus asa, dia sering menasehati anaknya untuk belajar di simplin dan bersih dan akhirnya anak anaknya pun nurut dengan ucapannya. Mereka makan tidak menggunakan piring beling karena itu sangat berbahaya untuk itu Cinta membeli beberapa peralatan yang terbuat dari kayu bahkan ada piring kayu yang berbentuk boneka. Bukan hanya piring saja yang terbuat dari sendok tapi sendok dan garpu serta tempat minum pun juga terbaut dari kayu. Cinta husus memesan itu semua dari putra putrannya dan piring itu tidak akan berbahaya untuk sang putra. Jadi mereka bisa makan sendiri tanpa perlu bantuan dari orang lain.


   


Selesai bermain dan makan, biasanya mereka akan langsung bobok siang. Bangun tidur mereka akan bermain lagi sampai sore. Tapi di sela sela bermainnya kadang Cinta mengajarkan mereka mengenal huruf dan belajar menghitung. Jadi mereka bisa bermain dan menghitung.

__ADS_1


Dari mereka bertiga yang paling pintar itu adalah Pram, kedua Will dan yang terkahir adalah Jay. Jay terakhir karena ia malas belajar. Tapi mereka bertiga tetep oke kog. Di usia sekarang mereka sudah faham huruf abjad A sampai Z. Untuk angka mereka sudah bisa menghitung sampai 100 dan itu lumayan untuk seusia mereka yang umurnya saja masih belum genap 2 tahun. Mungkin karena Cinta sangat  telaten mengajari mereka setiap hari bahkan sebelum tidur, Cinta seringkali membacakan dongeng untuknya. Selain mereka belajar mengenal huruf dan angka, Cinta juga mengajari mereka mengaji dan sekrang mereka sudah bisa mengucapkan lafal huruf Hijaiyah.


Tidak rugi Cinta berhenti kuliah karena ia bisa mengajari putra putranya sampai mereka bisa mengenal huruf abjad, huruf Hijaiyah, menyebut angka 1 sampai 100 lalu bisa menyebut berbagai macam warna serta bisa membedakan warna satu dengan yang lain. Andai saja Cinta bersikeras meneruskan kuliahnya mungkin selain ketiga putranya akan kekurangan kasih sayang, mereka juga tidak akan sepintar ini.


Selain itu setiap Cinta sholat, Cinta juga akan mengajak ketiga anaknya untuk sholat. Taufiq juga menerapkan selama ia di rumah, ia selalu berusaha untuk sholat berjamaah bersama sang istri dan ketiga anaknya. Cinta pernah mengajak Aisyah untuk sholat berjamaah tapi ia gak mau dan memilih untuk sholat sendiri di kamarnya dan Cinta tak mempermasalahkan itu semua.

__ADS_1


__ADS_2