Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Rachel Sakit


__ADS_3

Saat bangun pagi, Ani merasa ada yang aneh. Ia melihat sang suami yang menggigil kedinginan.


"Mas kamu kenapa?" tanya Ani panik.


"Entahlah, tubuhku rasanya sangat dingin" jawab Arsha


Anipun langsung mematikan AC nya dan mengambil selimut tebal untuk menyelimuti tubuh sang suami.


"Masih dingin?" tanya Ani


"Lumayan." jawab Rachel, Ani melihat wajah suaminya begitu pucat. Ani memegang dahi suaminya dan ternyata sangat panas.


"Mas kamu demam. Bentar ya aku buatin bubur dulu." ujar Ani.


Ia langsung pergi ke dapur untuk membuat bubur. Gak butuh waktu lama, hanya 20 menit bubur pun jadi. Ani juga membuat teh hangat. Setelah selesai, Ani segera membawa bubur dan teh hangat itu ke kamarnya, tak lupa membawakan obat untuk suaminya.


"Mas makan dulu ya." ujar Ani lembut


"Tapi lidahku pahit" jawab Rachel


"Gak papa, namanya juga orang gak enak badan, pasti ya lidahnya pahit. Kalau gak pahit, berarti dia gak sakit. Ayo makan, dikit Aja. Demi aku. Aku sudah buatin bubur lho dengan penuh cinta dan kasih sayang, masa iya gak di makan atau mau aku panggilkan Kak Aisyah untuk ke sini?" tanya Ani

__ADS_1


"Jangan, kasihan dia. Nanti dia hawatir." jawab Rachel


"Iya udah aku gak akan panggil kak Aisyah tapi bubur ini harus di habisin." ujar Ani


"Baiklah."


Akhirnya Rachel pun mau makan walaupun lidahnyA sangatlah pahit.


Ani menyuapi suaminya dengan hati hati, ia berharap suaminya bisa segera sembuh kembali karena jujur ia gak tega melihat suaminya sakit seperti ini.


"Udah ya." ujar Rachel


"Hemm tapi sisa sedikit. Yakin gak mau di habisin?" tanya Ani dan Rachel hanya menjawabnya dengan gelengan kepala.


Ani memberikan obat yang ia pegang dengan segelas teh hangat yang ia buat barusan.


Rachel pun meminum obat itu dengan teh hangat.


"Sekarang kamu tidur aja ya biar cepet sembuh. Aku akan menemani kamu di sini." ujar Ani


"Kamu gak kerja?" tanya Rachel

__ADS_1


"Mana mungkin aku kerja, sedangkan suamiku sakit seperti ini." jawab Ani tersenyum sambi mencium kening suaminya.


"Aku gak papa, jika kamu memang ingin kerja. Bukanya kamu ada meeting pagi ini." ujar Rachel


"Meeting nya bisa di cancel mas. Aku akan menemani kamu sampai kamu sembuh." ucap Ani lembut.


"Makasih ya sayang, kamu sudah perhatian banget sama aku." ujar Rachel tersenyum


"Kamu itu suami aku mas, mana mungkin aku tega mengabaikan kamu. Lebih baik kamu tidur dulu ya, aku mau mandi dulu." ucap Ani


"Iya."


Rachel pun akhirnya tidur kembali sedangkan Ani langsung mandi, membersihkan tubuhnya karena terasa lengket. Habis mandi, ia segera pakai baju dan sholat. Selesai sholat, ia membersihkan tempat tidurnya dan setelah itu pergi ke ruang makan.


Di meja makan semua makanan sudah tersedia di atas meja. Tapi Ani gak nafsu jika hanya makan sendirian, ia gak terbiasa makan sendiri akhirnya ia meminta semua asistennya untuk menemani sarapan pagi bersama


"Bi, tolong panggil yang lain ya, suruh temani saya makan di sini." ujar Ani tersenyum


Bibi itu mengangguk dan langsung memanggil asisten yang lain


Setelah itu mereka pun makan bersama. Ani senang bisa makan dengan asistennya itu.

__ADS_1


Selesai makan, Ani segera pergi ke kamar untuk menemui suaminya. Sedangkan asisten yang lain, sibuk membersihkan rumah seperti biasanya.


__ADS_2