Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Bersih Bersih Rumah


__ADS_3

Cinta dan Taufiq bangun tidur jam setengah dua. Mereka langsung pergi mandi dan sholat berjamaah. Selesai sholat, Cinta segera pergi ke dapur untuk masak makan siang sedangkan suaminya menemani dia di sampingnya.


"Yang?" Panggil Taufiq


"Iya sayang, ada apa?" tanya Cinta sambil meneruskan masaknya.


"Kamu cantik deh." Puji Taufiq


"Hemmm mas juga ganteng kog." Puji Cinta sambil mencium pipi suaminya. Taufiq pun membalas ciumannya lalu memeluk Cinta dari belakang.


"Terusin aja masaknya yank, aku gak akan ganggu. Aku hanya akan memelukmu seperti ini." Ucap Taufiq yang terus memeluk istrinya dari belakang.


"Kamu kenapa sayang?"


"Aku kangen."


"Kan kita sudah bersama, kog masih kangen."


"Entahlah, aku cuman ngerasa kangen banget sama kamu."


"Yank?" Panggil Taufiq.


"Iya sayang."


"Jangan pernah tinggalin aku ya.."


"Aku gak akan pernah ninggalin mas kog. Lagian kenapa mas bilang gitu."


"Gak ada, mas cuma takut aja kamu ninggalin mas. Mas sayang banget sama kamu, Cin. Mas gak mau kehilangan kamu." Ucap Taufiq, ia lalu membalikkan tubuh istrinya sehingga mereka bisa saling bertatapan.


"Kamu nangis mas?" tanya Cinta yang langsung mengusap air mata suaminya. Tapi Taufiq gak menjawaabnnya, ia malah memeluk istrinya dan menangis dalam pelukan istrinya.


"Mas kenapa? aku ada salah tah? Mas jangan begini. Aku gak bisa lihat mas sedih dan menangis seperti ini." Ucap Cinta yang bingung kenapa tiba tiba suaminya menangis dalam pelukannya.

__ADS_1


"Aku tadi bermimpi." Ucap Taufiq.


"Mimpi apa?"


"Kamu ninggalin aku untuk selama lamannya."


"Itu hanya mimpi mas, jangan di ambil hati. Lebih baik kita banyak banyak doa aja agar Allah memperpanjang umur kita agar kita bisa bersama sampai kakek nenek, sampai kita punya anak dan cucu. Sekarang jangan nangis lagi ya. Jelek tau............" Ucap Cinta sambil melepas pelukannya.


"Iya, kamu benar. Aku akan selalu berdoa agar kita selalu bersama. Sungguh, aku masih belum siap jika harus kehilangan kamu. Kita baru saja menikah kemaren dan aku gak mau kisah rumah tangga kita harus berakhir secepat ini."


"Iya sudah, lebih baik kamu cuci muka dulu sana. Lalu duduk di sana, aku mau menyelesaikan masakannya dulu. Kamu pasti laper kan?" tanya Cinta


"Iya hehe." Taufiq mencium kening istrinya lalu pergi ke kamar mandi untuk cuci muka. Selesai cuci muka, ia segera duduk diĀ  kursi sambil menatap istrinya yang sibuk memasak.


"Kamu masak apa sayang?" tanya suaminya.


"Aku masak nasi, jangan bening, sambel, lalapan timun, tahu goreng, penyet tempe, telur mata sapi, ikan lele di bakar."


"Kog banyak banget sayang. Kita kan cuma berdua, nanti mubazir loh kalau sampai terbuang."


"Syukurlah kalau gitu."


Cinta sudah selesai masak dan sekarang ia tinggal menata semua masakannya di atas meja.


"Wah kayaknya lezat banget nih." Ucap Taufiq melihat semua makanan sudah tersaji di hadapannya.


"Coba kamu cicipi dulu, enak gak?"


"Enak yank." Jawab Taufiq setelah mencicipi masakannya.


"Iya sudah ayo kita makan."


"Oke."

__ADS_1


Selesai makan, Taufiq membantu istrinya untuk cuci piring. Lalu Cuci baju, Cinta yang mencuci sedangkan Taufiq yang membilasnya. Setelah selesai mereka berdua menjemur baju itu bersama sama.


"Kita sudah selesai cuci piring, sudah cuci baju juga gak. Sekarang ngapain?"


"Bersih bersih kamar, nyapu dan ngepel." Jawab Cinta melihat kamarnya yang agak kotor.


"Oke deh. Aku yang nyapu dan ngepel, kamu yang bersih bersih kamar." Ucap Taufiq.


"Oke, tapi nanti jika aku selesai lebih dulu. Aku bantuin kamu ya yank." Ucap Cinta sambil melipat selimutnya.


"Iya sayang."


Merekapun secara gotong royong membersihkan rumah hingga tak terasa semuanya sudah selesai.


"Ah rasanya capek banget." Ucap Cinta yang langsung duduk di sofa ruang tamu.


"Perlu aku pijet sayang?" tanya Taufiq yang merasa kasihan kepada istrinya.


"Gak perlu mas, entar lagi juga hilang capekknya. Kamu juga pasti capek kan habis bersih bersih. Sini duduk dekat aku." Ucap Cinta yang langsung menarik tangan Taufiq agar duduk di dekatnya.


"Senang ya bisa bersih bersih rumah sama istri." Ucap Taufiq sambil senyum senyum sendiri


"Pastinya dong. Walaupun hal sepele tapi jika di kerjakan bersama, pasti akan beda. Seperti ada rasa kesenangan tersendiri. Makanya kamu sering bantu bantu aku ya hehehe."


"Siap bos, aku pasti akan selalu bantu istriku tercinta."


"Iya sudah, yuk mandi. Kita keluar." ucap Cinta setelah ia merasa lelahyah hilang.


"Mau kemana lagi sayang?" tanya Taufiq


"Aku pengen ke caffe. Aku pengen Es Krim."


"Baiklah, yuk mandi bareng."

__ADS_1


"Oke."


__ADS_2