
Setelah hampir 2 jam akhirnya Will pun keluar dengan wajah di tekuk.
"Gimana keadaan istriku Will?" tanya Pram.
"Maafin aku Pram..." Jawab Wi
"Ada apa Will, coba jelaskan biar aku faham." Ucap Pram emosi.
"Anakmu gak bisa di selamatkan sedangkan istrimu masih kritis. Maafkan aku karena aku gak bisa menolong keponakanku sendiri." Ucap Will sedih.
"Ya tuhan........Kenapa seperti ini?" ujar Pram, ia menangis. Dari dulu, ia kepengen banget punya anak dan saat istrinya hamil. Pram lah orang yang sangat antusias. Pram sangat sudah tak sabar ingin melihat putranya lahir dan Pram bisa menggendong dan bermain dengannya tapi ternyata tuhan berkehendak lain, tuhan mengambil putra pertamannya. Pram sangat sedih tapi ia tau, ia tak bisa terus menerus menangis. Masih ada istrinya yang harus ia jaga. Ia tak boleh lemah. Pram bangkit karena ia ingin melihat putranya walau kini ia sudah tiada.
__ADS_1
"Baiklah, terus di mana putraku sekarang?" tanya Pram dingin.
"Ayo ikut aku." Ucap Will.
Pram masuk ke dalam ruangan, ia melihat putranya yang kini sudah menutup mata untuk selamanya. Pram melihat wajah putranya yang hampir mirip dengannya. Pram mencium kening putranya berulang ulang. Tak terasa lagi lagi Pram menangis, ia tak menyangka harus di tinggal oleh putranya yang telah lama ia rindukan.
Will merasa bersalah karna ia sebagai saudaranya namun tak bisa melakukan apapun.
----------------------------------------
Cinta dan Taufiq pun juga merasakan rasa sedih yang mendalam karena ia harus kehilangan cucunya. Cucu pertamanya.
__ADS_1
Pram hanya duduk di samping istrinya sambil menggenggam erat tangan istrinya dan menciumnya berulang ulang. Jay dan Ila berdiri di samping mereka. Aisyah, Will, Arsah, Rachel, Ani dan Ana hanya bisa diam melihat kesedihan di keluarga mereka.
Aisyah tak menyangka kedatangannya ke rumah ibu mertuanya akan mengakibatkan Ica kehilangan buah hatinya. Gara gara Ica sibuk memasak untuk menyambut kedatangan dirinya hingga membuat Ica terpeleset dan ia tak bisa melihat putranya untuk terakhir kalinya.
Will yang merasa istrinya sedang sedih hanya bisa memeluknya dengan erat. Tak ada yang bisa di salahkan karena memang itu adalah ujian dari yang maha kuasa. Padahal Cinta sudah memperingatkan Ica dan Ila agar tak masuk ke dappur karena keadaan mereka yang hamil tapi tetep aja mereka memaksa kareka mereka ingin menyambut kedatangan saudara iparnya dan hasilnya seperti ini. Padahal Cinta sudah menyuruh beberapa pelayan untuk memasak tapi Ica dan Ila yang memang sama sama keras kepala tak mau mendengarkan apa yang di ucapkan oleh mertuanya. Pram dan Jay yang sibuk mendampingi istrinya masing masing juga tak menyangka jika Ica akan terpeleset dan Pram terlambat menolongnya padahal istrinya berada tak jauh dari dirinya.
-----------------------------------------------------
3 bulan kemudian..........
Ila sudah melahirkan anak perempuan. Sedangkan Ica hanya bisa berusaha untuk tersenyum walau hatinya sangat pedih mengingat putranya yang kini sudah berasa di surga.
Semua keluarga dari pihak Ila dan juga dari pihak Jay datang berkunjung silih berganti. Dan kini Aisyah juga sudah hamil satu bulan.
__ADS_1
Pram dan Ica berharap dalam waktu dekat mereka juga bisa segera mendapatkan anak kembali agar Ica tak terlalu sedih dengan kepergian putranya.