Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Rumah Tangga Jay dan Ila


__ADS_3


 


Sejak Jay dan Ila di karuniai seorang anak, hidup mereka serasa sempurna. Jay dan Ila sangat menyayangi dan mencintai Alina bahkan mereka selalu memberikan yang terbaik untuk Alina. Cinta dan kasih sayang, selalu mereka curahkan untuk buah hati mereka. Semua kebutuhan dan keinginan Alina, selalu mereka berikan yang terbaik, tak peduli berapapun harganya. Toh mereka bekerja juga untuk buah hati mereka sendiri.


Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan segala sesuatu yang ada di permukaan bumi sebagai perhiasan bagi kehidupan dunia, termasuk di dalamnya adalah harta dan anak-anak.


Dijadikan indah pada pandangan (manusia) kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (surga). [Ali Imran:14].


Anak merupakan karunia dan hibah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai penyejuk pandangan mata, kebanggaan orang tua dan sekaligus perhiasan dunia, serta belahan jiwa yang berjalan di muka bumi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.


Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalah adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik menjadi harapan. [Al Kahfi:46].


Dan diantara bentuk perhiasan dunia adalah bangga dengan banyaknya anak, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah diantara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak. [Al Hadid:20].


 


Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.


Nikahilah wanita yang banyak anak (subur) dan penyayang. Karena aku bangga dengan jumlah kalian yang banyak. [HR Nasa’i].


Nikah adalah sunnahku dan barangsiapa yang tidak mengamalkan sunnahku maka bukan termasuk golonganku. Nikahilah wanita yang banyak anak (subur) dan penuh kasih sayang. Karena aku bangga dengan jumlah kalian yang banyak pada hari kiamat. [HR. Nasa’i]


Seorang yang bijak, jika sudah mengetahui bahwa anak merupakan perhiasan, tentunya ia akan menjaga perhiasan tersebut sebaik-baiknya. Yakni dengan membekali mereka dengan pendidikan yang baik. Hingga mereka betul-betul menjadi penyejuk pandangan mata, memiliki keluhuran budi pekerti, akhlak mulia dan sikap ksatria. Hal ini adalah perkara yang wajib atas setiap orang tua. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.


***Hai orang-orang yang beriman\, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. [At Tahrim:6]***.


Dari Abu Hurairah berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.


Jika manusia meninggal, maka terputuslah amalannya, kecuali tiga perkara; shadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shalih yang mendo’akannya. [1]


Jadi, seorang pendidik akan meraih derajat yang tinggi, pahala berlipat ganda dan meninggalkan pusaka yang mulia di dunia bagi anak cucunya.


Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.


Sesungguhnya seseorang akan diangkat derajatnya di surga, maka ia berkata,”Dari manakah balasan ini?” Dikatakan,” Dari sebab istighfar anakmu kepadamu”.[2]


Selain sebagai perhiasan dan penyejuk mata, juga bisa menjadi fitnah (ujian dan cobaan) bagi orang tuanya. Ia merupakan amanah yang akan menguji setiap orang tua. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,


Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. [At Taghabun:14,15].


Firman Allah di atas dengan sangat tegas menandaskan, anak bisa menjadi fitnah dunia bagi kita. Ibarat permata zamrud yang wajib kita pelihara. Maka berhati-hatilah, janganlah kita terlena dan tertipu sehingga kita melanggar perintah Allah Azza wa Jalla dan menodai laranganNya.


Jangan sampai anak kita menjadi penyebab turunnya murka dan bencana Allah Azza wa Jalla pada diri kita. Allah Azza wa Jalla befirman,


Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan RasulNya, dan juga janganlah kalian mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu padahal kamu mengetahui. Dan Ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan, dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. [Al Anfal:27, 28].


 


artikel ini saya ambil di almanhaj.or.id yang berjudul buah hati antara perhiasan dan juga ujian keimanan.


 


\===============


Jay dan Ila selalu mengajarkan putrinya itu untuk mengaji, walaupun umurnya belum nyampek 2 tahun. Setiap Jay dan Ila sholat berjamaah, Alina akan ia taruh di sampingnya sambil di pasangkan mukenah kecil yang memang khusus anak anak. Tentu di depannya juga di kasih berbagai mainan dan juga susu, biar Alina tak menganggu saat kedua orang tuanya lagi sholat.


Biasanya juga selesai sholat, Alina akan ia pangku agar Alina bisa mendengarkan setiap orang tuanya mengaji. Awalnya selalu aja berontak dan menangis tapi lama kelamaan bisa mulai nyaman dan diam jika ada orang mengaji. Bahkan hampir tiap hari, rumah itu akan Ila putar dengan ayat ayat suci Al Qur'an. Sejak Alina lahir, Jay dan Ila sepakat tak ada lagi dengerin lagu dangdut, lagu pop atau lagu lainnya. Semuanya mereka isi dengan ayat ayat suci Alqur'an dan sesekali sholawatan.


Setiap malam, ketika Alina mau tidur. Jay dan Ila seringkali menceritakan sebuah cerita tentunya. Tapi bukan tentang si kancil yang cerdas tapi tentang kisah kisah nabi, walaupun Alina tak terlalu faham tapi jika terus di ulang juga pasti akan membuat Alina mengerti dan bahkan akan sangat faham dengan apa yang kita ucapkan. Jay dan Ila juga kadang membacakan surat surat pendek setiap kali Alina mau tidur hingga kini Alina hanya bisa mengucap Allah, Muhammad, pappa, mamma, dan beberapa kata yang sebenarnya belum terdengar jelas. Mungkin karena ia masih sangat kecil jadi Alina belum bisa berbicara dengan jelas.


Hari ini adalah hari Minggu, dimana Jay sedang libur kerja dan biasanya, setiap kali Jay libur kerja. Jay akan membawa istri beserta anaknya untuk liburan. Minggu lalu mereka berlibur ke rumah Cinta dan Taufiq, dan minggu lalunya juga mereka berlibur ke rumah Elsa dan Angga, minggu lalunya lagi, mereka berlibur ke rumah Pram dan juga Will, serta ke rumah Rachel dan Arsha yang kini mereka telah menjadi saudara iparnya karena telah menikah dengan Ani dan Ana, yang merupakan adik kandungnya sendiri.


Untuk saat ini, Jay ingin membawa istri dan anaknya untuk liburan ke kebun binatang. Jay ingin mengenalkan nama nama hewan kepada Alina.


Saat bangun tidur, Jay dan Ila langsung sholat, sebelum sholat mereka membangungkan Alina terlebih dahulu agar dia terbiasa bangun shubuh dan setelah itu mereka pun sholat berjamah.


Selesai sholat, Jay mengajak istri dan anaknya untuk jalan jalan di depan rumah. Alina kini sudah bisa berjalan walaupun kadang masih aja jatuh tapi Alina adalah anak yang kuat, walau jatuh beberapa kali tak pernah sekalipun ia menangis. Ia akan bangkit lagi dan jalan tanpa tau arah. Untuk itu Jay dan Ila harus mengawasinya dengan ketat karena takut jika Alina akan menabrak sesuatu yang akan melukainya. Alina juga sekarang, jika ada sesuatu akan ia makan walaupun itu bukanlah sebuah makanan. Untuk itu Jay dan Ila selalu menyiapkan makanan ringan seperti wafer, roti dan mari roma untuk di pegang Alina tapi tetep saja Alina masih dengan aktivnya mengambil sesuatu untuk ia makan.


Ila tak bisa membiarkan Alina sendirian karena takut terjadi apa apa. Setelah setengah jam olah raga kecil kecilan di depan rumah, kini mereka bertiga masuk ke dalam rumah. Mereka akan bersiap siap untuk sarapan pagi dan setelah itu, akan langsung berangkat ke Kebun Binatang.


"Sayang, aku mandi dulu ya." ujar Jay.


"Iya mas." jawab Ila tersenyum.


Jay langsung masuk ke kamar mandi sedangkan Ila menemani Alina yang sedang bermain masak masakan.



 



 


 



 


__ADS_1


 


 



 



 


 



 



 


 



 



 


Semua mainan Alina sangatlah lengkap dan semuanya serba pink. Jay dan Ila memang selalu membelikan apa aja yang di tunjuk oleh Alina. Setiap kali Alina di bawa ke toko mainan, pasti yang akan ia tunjuk adalah masak masakan. Entahlah mungkin kelak Alina ingin menjadi seorang cheff.


Jay juga membelikan sepeda motor dan mobiil mobilan khusus anak kecil seharga 3 juta dan 4,5 juta.


 


 



 



Alina kadang kalau sore hari sering kali naik sepeda motor ini dengan di pegang oleh Ila karena takut jatuh. Sebenarnya sepeda motor ini bisa jalan sendiri karena ada remotnya dan juga bisa berbunyi layaknya sepeda motor beneran hanya saja bedanya sepeda motor ini menggunakan baterai. Begitupun dengan mobil mobilan yang juga bisa jalan sendiri. Kedua duanya menggunakan remot, tapi walaupun tanpa remot pun juga bisa jalan.


Alina sangat bahagia waktu itu saat ia dengan sendirinay menunjuk sepda motor warna pink. Waktu itu hari Minggu sore, Jay dan Ila mengajak Alina jalan jalan sore di taman. Kebetulan taman itu sangatlah luas hingga banyak orang yang menyewakan sepeda motor dan mobil mobilan milik mereka. Dan waktu itu sudah banyak yang makek bahkan sampai ada yang ngantri segala hanya ingin mencoba sepda motor dan mobil mobilan itu.


Perjamnya pun sangatlah murah cuma 25 ribu khusus mobil dan 15 ribu khuss sepeda motor. Dan karena penuh Jay dan Ila terpaksa menunggu namun Alina yang waktu itu gak sabaran hanya bisa menangis. Mau gak mau Jay dan Ila langsung membawa Alina saat itu juga ke Mall yang menjual sepeda motor dan mobil mobilan itu. Sejak itu Alina senang dan suka main sepeda motor di depan rumah. Sedangkan yang mobil mobilan hanya di pakai sesekali aja jika kepengen.


 


\======================


 


Setelah menunggu sekitar setengah jam, akhirnya Jay pun sudah selesai mandi. Jay segera memakai bajunya dan setelah itu, ia menyempatkan sholat dhuha. Selesai sholat ia menghampiri sang istri.


"Yank, sana kalau mau mandi. Biar Alia aku yang jaga." ujar Jay tersenyum.


"Iya mas." Ila pun segera pergi ke kamar mandi sedangkan Alina di jaga oleh Jay.. Jay ikut bermain masak masakan dengan putrinya. Jay sangat bahagia melihat putrinya yang selalu bahagia. Alina memang beda dengan yang lain, Alina selalu ceria dan jarang menangis. Hanya menangis saat saat tertentu aja, seperti apa yang ia inginkan dan tak segera di turuti. Tapi selebihnya Alina akan main dengan dunianya sendiri tanpa memikirkan sekitarnya.


Jay mengelus elur rambut Alina namun Alina menepisnya seakan akan ia bilang " Jangan di ganggu pa, aku lagi main." ya seperti itulah. Alina juga menatap Jay lama setelah itu ia mulai sibuk dengan mainannya. Jay hampir saja tertawa melihat tingkah laku putrinya itu, dia seperti seorang bos yang sok sibuk. Bahkan dirinya yang selaku bos aja, gak pernah sampai seperti itu. Jay percaya kelak, Alina akan menjadi orang yang sukses dan menjadi bos besar.


 


"Pis, pis pa." ucap Alina sambil menatap Jay.


"Alina mau pipis?" tanya Jay dan Alina hanya menganggukkan kepala aja.


"Iya udah ayo." ucap Jay sambil menggendong Alina menuju kamar mandi.


"Yank?" panggil Jay dari luar pintu kamar mandi.


"Iya mas, ada apa?" tanya Ila dari dalam kamar mandi.


"Alina mau pipis, sekalian aja dia mandikan." jawab Jay. Dan tak lama kemudian, Ila pun membuka pintu. Ila mengambil Alina dari gendongan suaminya.


Sedangkan Jay meminta asisten rumah tanggannya membersihkan mainan Alina agar tidak berserakan. Sambil nunggu Ila dan Alina selesai mandi, Jay pun membuka hpnya.


Dan setelah 20 menit, barulah Ila dan Alina keluar dari kamar mandi. Jay segera menaruh hpnya kembali.


"Mas, Alina sudah selesai mandi. Aku minta tolong pakaikan dia baju, bajunya ambil aja di lemari, terserah yang mana aja. Aku juga mau pakai baju." ujar Ila.


Jay pun dengan sigap mengambil Alina dari gendongan Ila. Ila langsung mencari baju di lemari. Begitupun dengan Jay, sambil menggendong Alina, Jay mengambil baju di lemari Alina dan memakainkannya. Jay seperti sudah sangat mahir dalam mengurus buah hatinya. Jay juga menyisir rambut Alina dengan pelan agar Alina gak sakit setelah itu memberikan bedak bayi di pipinya.


Sedangkan Ila setelah ia selesai pakai baju, ia juga sholat dhuha 4 rakaat dengan dua kali salam. Selesai sholat, Ila  segera menyisir rambunya dan memakai make up dan juga hijabnya. Setelah selesai semu, barulah Ila mengajak suaminya untuk sarapan pagi. Sedangkan Alina kembali ke gendongan Ila karena tak mungkin terus menerus membiarkan Jay yang menggendongnya.


 


 


\==============

__ADS_1


 


Jay mengambil nasi dan lauk pauknya untuk istrinya karena ia melihat Ila tak bisa mengambil nasinya sendiri karena ia harus menggendong Alina. Setelah mengambilkan untuk Ila, Jay mengambil nasi dan lauk pauk untuk dirinya sendiri.


Ila  makan dengan sesekali menyuapi Alina.  Sejak kecil Alina hanya minum Asi saja sampai berumur 6 bulan. Dan setelah itu mulai MPASI tapi tetep ASI di utamakan. Dan sejak umurnya 12 bulan atau satu tahun baru mulai di kasih makan roti, wafer, biskuitt. Dan sejak umur 15 bulan sampai sekarang, Ila memberikan nasi yang agak lembut dengan di kasih sayur bening untuk Alina, dan Alina sangat suka apalagi saat di makan dengan hangat, gak panas tapi juga gak terlalu dingin. Sayur bening itupun menggunakan rempah rempah tradisional dan tanpa micin tentunya. Karena Ila tak mau jika Alina memakan dengan makanan yang ada micinya. Bahkan sayurnya aja, Ila beli khusus Sayuran hidroponik.


 


Sayuran hidroponik adalah sayuran yang tumbuh dengan bantuan cairan yang mengandung mineral yang diperlukan oleh sayuran untuk tumbuh. Berbeda dengan sayuran lainnya yang membutuhkan tanah untuk tumbuh, tanaman hidroponik hanya membutuhkan air bermineral untuk tumbuh. Air yang digunakan untuk menanam sayuran ini pun bisa didaur ulang.


Selain air dan mineral, tanaman hidroponik juga membutuhkan lampu, sistem filtrasi untuk air dan udara, serta alat kontrol iklim. Semua hal ini diperlukan untuk menunjang pertumbuhan tanaman hidroponik. Biasanya, sayuran hidroponik ditanam dalam rumah kaca maupun di luar ruangan.


 


Tanaman hidroponik sangat dijaga cara dan tempat penanamannya, serta tidak membutuhkan tanah, maka sayuran hidroponik tidak perlu penggunaan pestisida untuk melindunginya dari serangan hama serangga. Jadi, kebanyakan produk tanaman hidroponik adalah juga organik.


Selain itu, keuntungan menanam secara hidroponik lainnya adalah:


Hanya memerlukan lebih sedikit air dibandingkan cara konvensional, sehingga biaya untuk air lebih sedikit juga


Nutrisi, kelembapan (pH), dan lingkungan sebagai tempat tumbuhnya bisa dikontrol


Sayuran tumbuh lebih cepat karena oksigen (dari air) lebih banyak tersedia di daerah akar


Hasil panen lebih banyak


Bisa ditanam di mana saja, tidak memerlukan lahan yang luas untuk menanamnya


Tidak memerlukan budidaya atau penyiangan


Rotasi tanaman juga tidak diperlukan


Beberapa tanaman, seperti selada dan stroberi, dapat dikondisikan dengan baik hingga mencapai ketinggian yang lebih baik untuk penanaman, budidaya, dan panen.


 


Apa kekurangan sayuran hidroponik?


Di balik semua kelebihannya itu, tentu tanaman hidroponik juga memiliki beberapa kekurangan.


Walaupun tanaman hidroponik memiliki risiko lebih kecil untuk terkena hama, tetapi tidak menutup kemungkinan tanaman hidroponik bisa mengalami sedikit masalah hama.


Beberapa penyakit, seperti Fusarium dan Verticillium, dapat menyebar dengan cepat melalui sistem.


Keterampilan dan pengetahuan diperlukan untuk menanam tanaman hidroponik dengan baik. Tanaman hidroponik membutuhkan suhu, kelembapan, dan jumlah cahaya yang harus dikontrol setiap waktu.


Membutuhkan biaya operasional yang tinggi dibandingkan tanaman konvensional. Tanaman hidroponik memerlukan kontrol cahaya yang membutuhkan banyak energi dan masih banyak biaya lain yang dipakai untuk mengontrol pertumbuhan tanaman hidroponik.


 


Apakah sayuran hidroponik lebih sehat?


Belum bisa dibuktikan bahwa sayuran hidroponik memiliki nutrisi yang lebih tinggi daripada sayuran yang ditanam dengan metode lain, walaupun mungkin penelitian dalam skala kecil telah menunjukkan ha tersebut. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Organic Center tahun 2008 yang membuktikan bahwa nutrisi dalam tanaman organik melebihi nutrisi yang ada dalam tanaman konvensional. Begitu pula dalam penelitian yang dipublikasikan oleh jurnal Practical Hydroponics & Greenhouses tahun 2000 yang menunjukkan bahwa tanaman hidroponik lebih unggul dalam segi nutrisi dan rasanya dibandingkan tanaman konvensional, tergantung nutrisi yang diberikan saat penanaman tanaman hidroponik tersebut.


Kebanyakan penelitian menunjukkan bahwa sayuran hidroponik memiliki nutrisi yang sama dengan sayuran yang tumbuh dengan metode konvensional. Selama sayuran hidroponik memiliki nutrisi (khususnya mineral dalam air) yang memadai untuk pertumbuhannya, juga mendapatkan cahaya dan udara yang cukup, maka sayuran hidroponik dapat tumbuh dengan baik dan memiliki nutrisi yang baik.


Namun, terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa sayuran yang ditanam secara hidroponik juga dapat memiliki nutrisi yang lebih sedikit dibandingkan dengan sayuran konvensional, walaupun mungkin jumlah penelitian ini baru sedikit. Seperti pada penelitian dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry tahun 2003 yang menunjukkan bahwa kandungan karotenoid dalam sayuran hidroponik lebih rendah dibandingkan dengan sayuran yang ditanam secara konvensional.


Perlu diingat bahwa nutrisi dan fitokimia dalam sayuran yang ditanam secara hidroponik memiliki kandungan yang bervariasi tergantung dari berbagai faktor, seperti varietas tanaman, musim, kapan sayuran tersebut dipanen, dan bagaimana sayuran tersebut ditangani dan disimpan setelah dipanen. Penanganan dan penyimpanan sayuran setelah dipanen turut mempengaruhi nutrisinya. Penyimpanan yang buruk dapat menurunkan nutrisi yang terkandung dalam sayuran.



Artikel ini, saya ambil dari hellosehat.com


 


\==============


"Yank, biar aku aja ya, yang nyuapin Alina." ujar Jay yang merasa kasihan karena dari tadi Ila sibuk menyuapi buah hatinya.


"Gak papa mas, mas makan aja. Biar aku menyuapi Alina dulu, nanti jika Alina sudah selesai, baru aku makan." jawab Ila tersenyum karena ia gak mau ngerepotin suaminya dan mengganggu sarapan pagi suaminya.


Jaypun hanya mengangguk, tapi ia berusaha mempercepat makannya dan setelah itu, ia pun mengambil alih tugas Ila untuk menyuapi Alina sedangkan Ila pun segera makan dengan nikmat.


Selesai makan, Jay dan Ila pun segera bersiap siap untuk berangkat ke kebun binatang. Tak ada yang bawa kecuali sebotol susu, buat jaga jaga jika nanti Alina haus. Di dalam botol susu itu, itu isinya adalah ASI yang sudah di peras oleh Ila.


Setelah selesai mereka pun langsung berangkat dengan mobil. Untuk hari ini, Jay tak memakai sopir karena dirinya ingin meluangkan waktu untuk anak istri tanpa gangguan dari orang lain.


 


 


 


 



 


 


 


__ADS_1


 


 


__ADS_2