Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Cerita Tentang Masa Lalu 2


__ADS_3

Di dalam mobil Pram, Jay dan juga Will memasang wajah cemberut dan itu membuat Taufiq dan Cinta heran padahal ini hari pertama masuk sekolah tapi wajah mereka sudah pada di tekuk dan cemberut gitu.


"Putra bunda kenapa kog pada cemberut semua?" tanya Cinta dengan penuh kasih sayang.


"Aku gak mau sekolah di sana." Jawab mereka kompak.


"Log kenapa?" tanya Taufiq heran. Ia tetap fokus menyetir.


"Karena gurunya cuma mengajarkan kita nulis banyak garis. Padahal kami kan sudah bisa membaca dan mengitung. Aku ingin sekolah SD." Jawab Pram.


"Aku juga." Ucap Will.


"Iya, bun. aku juga bun. Aku gak mau sekolah TK yang muridnya aja belum bisa bedain man A dan mana B. Kita beda sama mereka." Ucap Pram kesal.


"Yah yah...bunda faham maksud kalian. Nanti bunda dan ayah akan fikirkan lagi jika sampai rumah." Ujar Cinta.


"Beneran bun. Pokoknya besok aku gak mau sekolah lagi sebeum ayah dan bunda memindahkan kami ke sekolah SD." Ujar Will.

__ADS_1


"Iya sayang, ayah dan bunda akan usahakan agar kalian segera masuk SD." kali ini Taufiq butuh bantuan sang ayah agar cucu cucunya bisa masuk SD walaupun pendaftaran untuk masuk SD sudah di tutup sejak seminggu yang lalu.


Sesampai di rumah Cinta langsung membantu Aisyah untuk membuatkan kue kesukaan suami dan ketiga putranya. Setelah selesai Ciinta langsung berkumpul dengan suami yang lagi asyik ngobrol dengan mereka bertiga.


"Yang, aku pengen ngomong." Ucap Cinta.


"Iya sayang, mau ngomong apa?" tanya Taufiq.


"Minggu depan aku dan Elsa mau ke rumah Ivan."


"Ivan siapa?" tanya Taufiq.


"Emmm ya mas ingat sekarang. Emang mau ngapain sayang kita ke sana?" tanya Taufiq.


"Aku ingin bertemu keluarga dia sekalian mau ke makam dia."


"Makam? emang temanmu sudah meninggal tah?" tanya Taufiq kaget

__ADS_1


"Yah dia sudah meninggal setelah Dokter memvonis aku meninggal." Jawab Cinta.


"Aku gak ngerti maksudmu sayang. Emang dia meninggal kenapa?" tanya Taufiq penasaran


"Bunuh diri." Jawab Cinta pelan.


"Kenapa dia bunuh diri?" tanya Taufiq semakin penasaran.


"Karena dia sudah mencoba mencelakaimu sayang."


"Maksudmu apa sayang, aku semakin gak faham." Ucap Taufiq.


"Oke aku akan cerita dari awal biar kamu faham sayang. Dulu aku dan Ivan saling mencintai tapi sayang, Ivan menghianatiku. Aku melihat dia berciuman dengan wanita lain di hadapanku. Saat itu aku memutuskan untuk selalu menghindarinya, aku tidak akan memberikan kesemmpatan untuk dia dekat dekat lagi denganku. Aku juga mencoba menerima perjodohan dari kedua orang tuaku. Tapi Ivan tidak terima dengan pernikahan ini karena ia masih menyimpan rasa untukku hingga akhirnya saat kamu ingin menyebrang, Ivan berniat untuk membuatmu celaka tapi sayang, aku berhasil menyelamatkanmu tapi sebagai gantinya, aku yang terluka. Dan saat dokter memvonis aku menigngal, Ivan merasa dirinya adalah seorang pembunuh. Dia merasa bersalah dan akhirnya mencoba bunuh diri. Akut au cerita ini dari Elsa kemaren. Jadi aku memutuskan aku sama Elsa akan kesana minggu depan jam 8 pagi. Elsa akan di antar oleh suaminya dan aku juga ingin kamu mengantarkanku ke rumah Ivan. Kamu mau kan?" tanya Cinta.


"Jujur, hatiku sakit saat kamu bahas tentang dia apalagi dia adalah penyebab kamu koma dan bikin rumah tangga kita berantakan bahkan aku menderita selama satu tahun setengah lamanya. Tapi aku juga tidak mau membenci seseorang untuk itu aku akan mengizinkanmu ke sana sekalian aku juga yang akan mengantarkanmu. Nanti kita titipkan anak anak kita ke mama dan papaku." Ucap Taufiq tersenyum, ia memeluk istrinya dan mencium kening Cinta berulang ulang.


"Terima kasih sayang. Makasih udah mau memaafkan dia walaupun dia sudah banyak melakukan kesalahan. Makasih juga udah mau nganterin aku kesana.."

__ADS_1


"Apapun yang membuatmu bahagia, aku akan melakukannya sayang." Ujar Taufiq tersenyum. Mereka berpelukan tanpa menghiraukan ketiga anaknya yang sedari tadi menatap mereka bertiga.


__ADS_2