Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Sebatang Coklat


__ADS_3

Alvin mengejar Cinta yang menuju ke taman belakang. Ia melihat Cinta masih menangis dengan terisak isak. Alvin mencoba untuk duduk di samping Cinta.


"Kamu kenapa, Cin?" tanya Alvin, jujur ia tidak tega melihat orang yang ia sayang sedih seperti ini.


"Aku gak papa, kak." Jawab Cinta, ia tak mungkin membicarakan perihal perasaannya kepada orang lain, bagaimana pun ia ingin menyembunyikan sebisa mungkin tentang perasaan yang ia rasakan saat ini.


"Iya sudah jika kamu gak mau cerita. Oh ya aku punya sesuatu buat kamu."


"Apa?" tanya Cinta sambil melihat ke arah Alvin. Alvin membuka tasnya dan ia memberikan sebatang Coklat kepada Cinta. Cinta mengambil Coklat itu sambil tersenyu. "Makasih ya ka." Ucapnya..


"Iya. Kata orang jika kita sedih, kita harus makan coklat karena dengan makan coklat maka hati kita akan sedikit tenang dan kita gak akan sedih lagi. Aku juga setiap kali sedih atau galau, aku pasti makan coklat dan al hamdulillah, aku merasa sedikit tenang. Coba deh, kamu makan dan setelah itu rasakan efeknya." Ucap Alvin.. Cinta pun merobek bungkus coklat itu dan memakanny dengan pelan dan yah, setelah coklat itu habis. Cinta merasa sedikit tenang.


"Gimana? enakkan? sekarang jangan sedih lagi ya."


"Iya ka."


"Jika kamu butuh seseorang untuk kamu ajak ngobrol atau mendengarkan segala keluh kesah kamu, aku siap jadi pendengar setia. Atau jika kamu butuh bantuan, aku siap bantu kamu. Apapun itu."


"Iya ka, makasih ya. Kaka sangat baik sama aku."

__ADS_1


"Sama sama Cin. Aku hanya gak ingin melihat orang yang aku sayang sedih. Aku sedih jika kamu sedih, aku senang jika kamu senang."


"Maaf ya ka karena aku gak bisa membalas perasaan kaka."


"Gak papa, aku ngerti kog. Cinta gak harus saling memiliki. Toh jika kamu jodoh aku, pasti kelak kita akan bersatu. Tapi jika kita gak berjodoh, yah mungkin Alllah sedang mempersiapkan jodoh yang terbaik untukku. Aku serahkan semua kepada Sang Maha Pencipta. Aku sayang kamu tapi seperti kataku, aku gak akan maksa kamu untuk membalas perasaanku atau belajar menyayangiku. Cukup dengan aku melihat kamu bahagia, itu sudah membuatku senang. Tidak harus di sampingmu, melihat kamu dari jauhpun dalam keadaan sehat itu juga sudah cukup."


"Kaka sangat dewasa, aku bahagia bisa bertemu dengan laki laki seperti kaka. Aku yakin di luar sana pasti banyak yang ingin bisa menjadi pendamping kaka."


"Aku tak butuh mereka dan aku juga tidak berharap mereka menyukaiku. Karena yang aku butuhkan dan yang aku cari adalah seseorang yang mempunyai hati yang tulus, ikhlas dan selalu ingat akan Tuhan. Susah sekarang mencari wanita yang seperti kamu, kebanyakan wanita jaman now jauh dari jalan yang benar. Mereka lebih memilih pergaulan yang bebas dari pada mentaati aturan tuhan."


"Suatu saat pasti ada orang yang jauh lebih baik dari aku, ka."


"Oh ya, kakak habis lulus dari sini mau ngapain, mau nikah, kuliah, kerja atau gimana?"


"Aku mau kerja sambil kuliah, Cin."


"Kuliah di mana?"


"Entahlah. Papa nyuruh aku kuliah di london sedangkan Mama menyuruhku kuliah di Paris. Tapi kakak menyuruhku kuliah di Amrik, karna kan kebetulan kakakku juga kulilah di sana. Tapi aku sendiri, aku pengen kuliah di sini aja Cin biar aku bisa lihat kamu, bisa lihat perkembangan kamu walaupun dari jauh."

__ADS_1


"Ka, jangan hanya karena diriku, kaka jadi egois seperti ini. Kaka harus ikuti kata hati kaka. Aku tau orang tua kaka adalah seorang pengusaha terkenal, punya perusahaan di mana mana. Wajar jika orang tua kaka menyuruh kaka kuliah di luar negeri agar kelak kaka menjadi orang yang hebat, yang bisa membanggakan orang tua kaka, apalagi kelak kaka juga harus menggantikan posisi beliau. Jika kaka cuma mementingkan perasaan kaka, sama hal nya kakak mengecewakan mereka semua. Kaka lebih mementingkan seorang perempuan yang belum tentu kelak jadi masa depan kaka. Bisa jadi perempuan itu nantinya akan menikah dengan pria lain. Lalu buat apa kakak nunggu aku? buat apa kak? toh seperti kata kaka, jika kita berjodoh walaupun kaka kulliah di luar negeri, kita pasti akan bertemu dan bersatu di pelaminan. Lalu apa yang kaka takutkan. Sekarang kaka fikirkan lagi matang matang, ikuti apa hati kaka dan aku harap jangan mengecewakan hati mereka semua. Aku selalu mendukung apa yang menjadi keputusan kaka."


"Terima kasih, Cin. Aku akan fikirkan kembali, aku harus kuliah di mana. Kamu sendiri bentar lagi akan naik kelas 3. Setelah lulus, kamu mau lanjutkan kuliah di mana?."


"Aku belum tau dan belum kefikiran ke sana. Bagiku masih jauh. Mungkin aku akan mengikuti saran dari ayah yaitu kuliah di New York. Tapi jika aku boleh memilih, aku mau menikah setelah lulus SMA. Hehehe..........."


"Kenapa kamu menikah muda?"


"Yah, aku pengen ada seseorang yang bisa menjagaku, melindungiku dan aku agar aku tidak terjerumus ke dalam jurang yang nista dan hina. Jikapun aku pengen kuliah setelah menikah, aku pengen bisa kuliah bareng suamiku, biar romantis gitu ka. Jadi enak kemana mana aku selalu bersama suamiku. Bangun tidur bareng, sholat bareng, masak bareng, mandi bareng, brangkat kuliah bareng, apalagi jika jurusannya sama sama dan satu angkatan jadi kan aku bisa satu kelas dengan suamiku bahkan bisa duduk bareng, jadi kalau ada tugas bisa di kerjakan bareng, jam istirahat juga aku bisa tetap bareng suamiku, nanti pulang kuliah juga bareng. Jadi aku dan suamiku bisa selalu dekat hehe....cuma menghayal ka." Ucap Cinta sambil tertawa, yah betapa bahagianya jika dia bisa menikah, lalu habis nikah bisa kuliah bareng suami. Bukankah itu sangat romantis?


"Semoga hayalanmu jadi kenyataan, Cin."


"Amin semoga aja. Emang kamu mau cari calon yang seperti apa?"


"Yang bisa nerima aku apa adanya, bisa mencintai aku, ayah dan juga ibuku. Tidak pernah meninggalkan sholat, pintar ngaji syukur syukur jika dia seorang hafidz hehe...yang bisa melindungiku, menjagaku, mengingatkanku ketika aku salah jalan dan bisa membawaku ke jannah Nya. Seseorang yang bisa memberikan aku kebahagiaan dunia akhirat. Aku tak perlu yang kaya, tampan atau banyak gaya apalagi terkenal. Cukup seseorang yang ngerti agama, yang punya iman kuat agar tidak gampang tergoda dengan hal hal yang menjerumuskan. Apalah artinya jika mendapatkan seseorang yang kaya tapi tidak setia, apalah arti sebuah ketampanan tapi ia jarang sholat, apalah artinya terkenal jika ia banyak selingkuhan sana sini, apalah artinya ia cool jika ia merupakan anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya. Jika ibunya aja yang melahirkan dia, gak bisa ia hargai apalagi aku yang gak ada hubungan darah dengannya. Bisa saja ia menyakitiku di saat aku sudah sah jadi istrinya. Untuk itulah, aku harus hati hati dalam memilih. Aku selalu berdoa semoga Allah memberikan jodoh yang terbaik untukku.. Dan aku yakin jodoh itu adalah cerminan diri sendiri, untuk itu aku selalu belajar menjadi yang terbaik, belajar memperdalam ilmu agama agar kelak suamiku juga pintar dalam hal agama yang bisa selalu menuntunku ke jalan yang benar."


"Impianku sungguh sangat luar biasa, aku harap akulah orangnya. Aku akan belajar menjadi seperti apa yang Engkau impikan. Bolehkan aku menyebut namamu dalam setiap doaku."


"Itu terserah kaka. Itu hak kaka. Iya sudah ka, aku ke kelas dulu. Soalnya udah bell tuh. Oh ya makasih ya coklatnya, sekarang aku sudah sedikit tenang. Sekali lagi makasih ka. Aku mau ke kelas dulu."

__ADS_1


__ADS_2