
Cinta menghampiri laki laki dan wanita itu.
"Jadi seperti ini kelakuanmu, Van?" Tanya Cinta dengan nangis terisak isak. Ivan yang mendengar suara Cinta langsung menoleh ke belakang.
"Cin, aku bisa jelaksan semuanya."
"Kamu jahat, Van. Aku sudah memberikan kepercayaan buat kamu tapi apa yang kamu buat. Kamu bermesraan sama wanita lain yang belum halal untuk kamu sentuhh. Kamu tega, Van."
"Cin, maafin aku."
"Van, aku sangat tulus menyayangimu. Tapi kenapa kamu tega menyakiti aku seperti ini. Aku memang tidak setuju ketika kamu mengajak aku untuk menjalani sebuah hubungan, bukan karena aku gak cinta tapi karena aku tidak mau melanggar aturanNya. Aku selalu berusaha untuk bisa meluangkan waktuku untukmu walau hanya sekedar ngobrol tapi apa yang kamu perbuat di belakangku. Inikah caramu membalas rasa sayangku."
"Cin, aku menyesal." Ucap Ivan dengan menunduk. Tak berani menatap orang yang ia sayang dengan penuh rasa amarah.
"Jangan terus mendekatiku jika hanya ingin membuatku terluka. Dan jangan mengajari aku apa itu Cinta jika pada akhirnya hanya akan menggoreskan luka dan jangan beri aku harapan jika harapan itu hanya harapan palsu dan jangan berjanji jika kamu tak bisa menepati." Ungkap Cinta yang masih menangis tersedu sedu.
__ADS_1
"Maafin aku, Cin." Hanya itu yang keluar dari mulut Ivan.
"Sudahlah, Van. Mulai hari ini jangan dekati aku lagi dan aku tak ingin melihat wajahmu lagi. Aku sudah muak. Aku permisi. Silahkan teruskan kemesraan mu itu." Cinta segera keluar dari caffe itu dan langsung masuk mobil. Ia segera pulang ke rumah dan masuk kamar. Di sana ia melampiaskan semua kemarahan dan kekecewaannya pada laki laki itu. Ia sungguh tak menyangka jika laki laki yang selama ini terlihat begitu alim ternyata berhati busuk. Ia sungguh sungguh tak menduga. Ia sangat membenci laki laki itu. Sangat membencinya.
Untunglah, Allah membukakan mata hatinya sehingga ia bisa melihat sifat asli laki laki itu. Jika tidak, mungkin selamannya dia akan menyesal karena sudah dekat dan memberikan hati serta cintanya untuk laki laki yang hanya memikirkan nafsunya. Sudah satu jam ia menangis tapi rasa sakitnya masih saja begitu terasa hingga ia tak sadar bahwa bundanya pulang dan sudah berdiri di depan pintu kamarnya. "Bunda." ucap Cinta melihat bunda yang hanya berdiri dan menatap ke arahnya.
"Kamu kenapa sayang?" tanya bunda yang langsung menghampiri anak kesayangannya.
"Aku gak kenapa napa, bun."
"Bun, aku sakit hati." Ucap Cinta sambil menggigit bibir bawahnya karena merasa malu dan juga bingung kenapa dia ingin sekali mencurahkan isi hatinya kepada sang bunda.
"Siapa yang membuatmu sakit hati sayang.?"
"Dia Bun."
__ADS_1
"Dia siapa sayang.."
"Orang yang ada dihati aku."
"Siapa yang ada di hati kamu sayang, bunda tak bisa melihatnya. Berbicaralah dengan jelas sayang."
"Orang yang Cinta sayang bun, anaknya pak kepsek. Masak bunda lupa sih, kan baru kemaren Cinta cerita bun."
"Oh yang itu. Kenapa dengan dia, sayang.?"
"Tadi aku ke Caffe bun. Tadinya mau beli Es krim tapi tiba tiba aku melihat dia sedang bermesraan dengan wanita lain bun dan hatiku sangat sakit rasanya."
"Kamu jangan menangis, sayang. Seharusnya kamu bersyukur karena Allah sudah memberi kamu petunjuk. Kamu bisa lihat dengan mata kepala mu sendiri bagaimana sifat asli dia. Jika kamu tau setelah kalian menikah, apa itu gak tambah sakit. Syukurlah, sekarang kamu bisa mengetahuinya. Lupakan dia sayang, dia tidak pantas menerima cinta kamu, dia tidak pantas menerima kasih sayang kamu. Lagian bukankah ayah dan bunda sudah menjodohkan kamu dengan orang lain. Lebih baik kamu berhenti menangis sebelum mata kamu tambah bengkak sayang. Kamu tau, tidak ada orang tua yang ingin menjerumuskan anaknya. Untuk itulah, ayah dan bunda memilih dia jadi suamimu karena ayah dan bunda tau betul bagaimana sifat dia sayang, dia tidak akan pernah menyakitimu. Jangankan menyakitimu, menyakiti hewan kecilpun ia tak tega. Seharusnya kamu bersyukur sayang karena kamu akan mendapatkan laki laki seperti dia. Laki laki yang menjadi idaman semua wanita. Sekarang kamu kompres matamu agar nanti jika kamu ketemu dia, tidak bengkak seperti ini. Sekarang bunda mau masak, bunda mau masak dan bikin kue untuk menyambut kedatangannya."
"Iya bun."
__ADS_1
Setelah sang bunda keluar dari kamar, entah kenapa Cinta merasa hatinya begitu plong ketika ia sudah mencurahkan semua isi hatinya kepada sang bunda. Sekarang ia tak ingin menangis lagi, ia tak ingin menangisi seseorang yang tak pantas buat ia tangisi. Ia pun segera mengkompres matanya agar tidak terlihat bengkak. Cinta berharap laki laki yang akan di jodohkan dengan dirinya mampu menyembuhkan luka ini dan membuatnya merasa nyaman ada di dekatnya.