
Setelah sampai di kantor polisi, Aisyah pun meminta kepada salah satu polisi untuk memberikan waktu berbicara dengan Nadia.. Polisi itupun hanya mengangguk lalu pergi ke sel dimana Nadia berada. Lalu membawa Nadia ke hadapan Aisyah.
Polisi itu juga pergi memberikan waktu untuk mereka berdua, agar bisa ngobrol secara leluasa.
"Assalamualaikum Nadia." ujar Aisyah tersenyum manis.
"Waalaikumsalam, A...Aisyah." ucap Nadia, gak nyangka jika yang datang itu adalah orang yang pernah ia bully, yang pernah ia siksa dan bahkan dengan kejinya sampai membuatnya celaka.
"Bagaimana kabarnya?" tanya Aisyah lembut.
"Alhamdulillah baik, kamu sendiri bagaimana kabarnya?" tanya Nadia yang sudah bisa menguasai rasa terkejut nya.
"Aku juga baik, Alhamdulillah." jawab Aisyah.
"Kamu ngapain di sini?" tanya Nadia.
"Hanya ingin melihat kamu, takut kamu kenapa napa. Tadi malam aku mimpi kamu." jawab Aisyah.
"Oh."
"Kamu gak mau minta tolong ke aku, apa gitu? biar aku bisa berguna dan bermanfaat buat kamu. Aku hanya ingin membantu mu..Maaf karena diriku, kamu sampai masuk dalam penjara." ujar Aisyah tulus.
"Kamu gak perlu minta maaf. Ini memang salahku dari awal. Aku sudah bully kamu, aku sudah menyiksa kamu tapi gak pernah sedikitpun kamu membela diri ataupun menyerang aku balik. Padahal jika kamu mau, kamu bisa membalasku mengingat kamu adalah istri dari pemilik rumah sakit itu. Tapi kamu tetep diam, tak melawan. Bahkan kamu gak memberitahu siapapun tentang aku yang selalu bully dan menyiksa kamu. Andai gak ada adik ipar kamu, mungkin aku akan terus menyiksa kamu.
Maafkan aku karena aku sudah jahat sama kamu, maafkan aku. Hanya karena rasa iri dan cemburu yang terlalu berlebihan membuatku menjadi orang kayak yang tak punya hati. Bahkan dengan kejinya aku sampai tega membuat kamu dam suamimu celaka." ucap Nadia menangis.
__ADS_1
"Sudahlah gak usah bahas masa lalu, aku sudah memaafkan mu. Kita lupakan masa lalu." ujar Aisyah tersenyum.
"Kamu memang orang baik, kamu selalu baik kepada orang lain walaupun orang itu sudah beberapa kali menjahatimu. Kamu gak punya rasa dendam, iri, cemburu atau apapun. Kamu selalu berfikir positi dan selalu menghadapi sebuah masalah dengan tenang dan senyuman. Pantas jika kamu di sukai oleh banyak orang dan di cintai oleh Will. karena kamu adalah wanita baik, beda dengan diriku yang selalu merasa iri dan dengki. Selalu membuat onar dan tak pernah memikirkan bagaimana perasaan orang lain, yang aku fikirkan adalah perasaanku dan juga kebahagiaan ku sendiri." ucap Nadia.
"Aku tau kamu sebenarnya orang baik. Aku yakin kelak kamu akan berubah menjadi orang yang jauh lebih baik dari pada yang sebelumnya. Aku akan membantu kamu agar hukuman kamu ini di ringankan. Masa depan kamu masih panjang. Kamu gak pantas di hukum seumur hidup, kamu juga harus punya suami dan juga anak. Aku ingin kamu hidup normal seperti yang lainnya, bukan mendekam di penjara sampai seumur hidup. Kamu juga harus mengurus kedua adik dan orang tuamu, bukan?" ujar Aisyah.
"Ibuku sudah meninggal, ayahku yang aku tau kondisi kejiwaannya terganggu karena di pecat dari pekerjaannya setelah kasus aku jadi viral. Sedangkan kedua adik aku putus sekolah karena gak kuat di bully oleh temen temennya. Aku sudah menghancurkan kekuargaku, aku sudah menghancurkan masa depan kedua adikku. Bahkan aku penyebab ibuku meninggal dan penyebab ayahku di pecat dari tempat kerjanya hingga berakhir dengan kondisinya yang mengenaskan. Sedangkan aku gak bisa berbuat apa apa. Karena aku ada di sini dan tak bisa melakukan apapun. Aku bener bener menyesal, sangat menyesal." ucap Nadia menitikkan air mata
"Baiklah aku akan membantu mu, aku akan minta suamiku meringankan hukumanmu. Dan untuk sementara waktu aku akan menyuruh seseorang mencari keberadaan ayah dan kedua adikmu." ujar Aisyah.
"Terima kasih, aku akan selalu mengingat semua kebaikanmu. Terima kasih karena kamu masih mau membantuku setelah apa yang telah aku lakukan ke kamu. Semoga Allah membalas kebaikanmu." ucap Nadia tulus.
"Aamiin." ujar Aishah tersenyum.
"Iya Alhamdulillah namanya Khaleed. Bentar ya aku punya fotonya." ucap Aisyah. Ia mengambil hp nya dan memperlihatkan foto putra kesayangannya.
"Tampan ya?" ucap Nadia melihat tersenyum.
"Iya, Alhamdulillah." jawab Aisyah.
"Oh ya aku gak bisa lama lama. Soalnya aku gak izin kalau mau ke sini. Tapi minggu depan aku akan ke sini bersama kedua adik kamu." ujar Aisyah
"Iya. Terimakasih sudah mau menjenguk aku." ucap Nadia.
__ADS_1
"Iya sama sama Nad, aku pulang dulu ya. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Setelah kepergian Aisyah, Nadia tersenyum karena ia sudah meminta maaf kepada Aisyah dan Aisyah pun sudah memaafkannya. Nadia juga melihat Aisyah dalam keadaan baik baik aja. Nadia bersyukur karena Allah sudah menjaga dan melindunginya.
Jika memang Nadia kelak keluar dari sel tahanan ini, ia berjanji akan menjadi manusia yang berguna dan bermanfaat untuk banyak orang. Nadia tidak akan menjadi wanita yang serakah, sombong dan mempunyai hati yang selalu iri dengki kepada orang lain.
Nadia kini bisa bernafas lega, dari dulu ia selalu merasa takut dan merasa bersalah, takut jika Aisyah meninggal dalam kecelakaan itu karena itu sama artinya dengan Nadia membunuh Aisyah. Namun melihat Aisyah yang terlihat sehat, membuat Nadia bisa bernafas lega paling tidak rasa bersalah yang selama ini mengganggu hati dan fikirannya, sedikit demi sedikit mulai agak terasa lega walaupun gak sepenuhnya.
Dan sekarang ia berharap satu Minggu bisa segera berlalu agar ia bisa segera bertemu dengan kedua adiknya.
Sejak dirinya masuk ke dalam penjara, tak ada satupun keluargannya yang datang untuk menjenguknya.
Tapi Nadia sadar, mereka pantas melakukan semua itu mengingat dirinya yang telah melakukan kesalahan yang sangat fatal di masa lalu.
Semoga Allah mengampuni nya dan memaafkan semua kesalahannya di masa lalu.
"Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupn sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan." Doa Nadia dalam hati.
Setelah itu, Nadia pun di antar oleh pak polisi ke dalam sel tahanan lagi.
Sedangkan Aisyah, menelvon seseorang dan meminta mereka mencari tau tentang keluarga Nadia terutama kedua adiknya.
Namun masalah ini gak ada yang boleh tau dulu karena takutnya mereka menentang apa yang di lakukan oleh Aisyah
__ADS_1