Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Hadiah Untuk Anak Panti


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu. Kini kesehatan Cinta sudah benar benar pulih. Ia juga sudah kembali ke rumahnya. Ayah dan bundanya sudah pulang sejak 2 hari yang lalu. Jadi Cinta tak lagi harus menggantikan posisi ayahnya di kantor. Ia sekarang bisa fokus untuk menghadapi ujian kenaikan kelas. Kini ia juga sudah lebih dekat dengan Ivan. Sejak ia pingsan seminggu yang lalu, Ivan selalu ada di dekatnya dan ia juga menjaga jarak dengan Elsa. Tapi mereka tetap bersama hanya saja waktunya Ivan lebih sering ia habiskan untuk ngobrol bareng Cinta. Elsa gak bermasalah, ia sekarang dekat dengan salah satu cowok yaitu anak IPS. Dia mengutarakan perasaannya lewaat sebuah surat. Sebenarnya Elsa tidak terlalu menyukainya tapi ia akan memberikan kesempatan itu untuk membuktikan kalau ia tulus menyayangi dirinya.


Walau Ivan dan Cinta sudah begitu dekat tapi bukan berarti mereka pacaran karena Cinta masih tetap dengan pendiriannya yaitu ia tidak akan pacaran sebelum ijab qobul. Ia hanya ingin pacaran dengan pria yang halal untuknya. Dan Ivan pun berjanji akan melamar Cinta setelah mereka lulus SMA lalu mereka akan kuliah di universitas yang sama agar mereka selalu bersama dimanapun mereka berada.


"Cin?" Panggil Ivan, selesai ujian mereka pergi ke sebuah caffe yang tak jauh dari sekolah. Sedangkan Elsa gak ikut karena ia mau kencan bareng pacarnya yang anak IPS itu.


"Iya, Van. Ada apa?" tanya Cinta sambil meminum juz apel yang ada di mejannya.


"Aku gak nyangka, kini kita bisa duduk berdua. Padahal saat pertama kali kita ketema, aku berfikir kamu adalah orang yang super sibuk sehingga aku susah untuk bisa ngobrol berdua sama kamu. Tapi nyatanya sekarang,tidak sesusah yang aku kira, buktinya aku dan kamu ada di caffe ini dan bisa ngobrol panjang lebar."


"Makanya jangan suka berfikir negatif dulu, belum kenal aku, udah berfikir kayak gitu hemmmz"


"Maaf hehe.. Oh ya habis ini, kamu mau kemana?"


"Ke suatu tempat?"


"Boleh aku tau? tanya Ivan. Cinta berfikir sejennak dan akhirnya ia pun menjawabnya. "Aku mau ke panti."


"Ngapain?"


"Aku mau ketemu sama adik adikku di sana, aku kangen sama mereka."


"Bolehkah aku ikut?"

__ADS_1


"Kamu mau?"


"Kenapa tidak. Aku suka anak kecil."


"Ah syukurlah jika kamu suka sama anak kecil. Baikhlah habis ini, kita langsung ke sana."


"Oke. Tapi kita ke Mall dulu ya."


'Ngapain?" tanya Elsa penasaran


"Kita beli beli dulu, buat oleh oleh untuk mereka."


"Oke aku setuju."


"Kenapa beli banyak kayak gini , Van?"


"Itu kan buat hiburan untuk mereka. Kasihan kan jika mereka gak punya mainan."


"Iya tapi kenapa harus banyak kayak gini?"


"Biar mereka gak saling rebut sana sini."


"Ohhhh..."

__ADS_1


Merekapun melangkahkan kaki menuju pintu keluar, tiba tiba saja Ivan menghentikan langkahnya.


"Kenapa Van?" tanya Cinta.


"Ikut aku yuk?"


"Kemana?"


"Ke sana." Ivan menunjuk ke salah satu toko yang menjual mukenah yang motifnya imut imut. Di toko itu dengan di bantu Cinta, Ivan memilih mukenah. "Ternyata kalau mukenahnya untuk anak kecil, bagus ya Van. Imut gitu. apalagi motifnya ini loh bikin gemes." Ucap Cinta, ia sudah mengambil 10 mukenah dengan motif yang berbeda beda. Sedangkan ivan mengambil sarung khusus untuk anak anak dan baju koko sekaligus songkoknya.


"Van, kamu yakin mau beli ini semua."


"Iya aku yakin."


"Kamu dapat dari mana uang?"


"Aku punya usaha kecil kecilan."


"Usaha?" tanya Cinta tak percaya.


"Iya nanti deh, aku ceritakan. Sekarang kita bayar dulu ya."


"Oke deh."

__ADS_1


Selesai bayar, Cinta dan Ivan segera pergi ke Panti Asuhan, di sana mereka di sambut hangat oleh anak anak panti. Tak lupa mereka memberikan hadiah satu persatu kepada adik adik panti agar mereka gak saling rebut satu sama lain.Setelah selesai, Cinta membawa Ivan masuk dan memperkenalkan Ivan kepada pengurus Panti. Dan sejak itu, Ivan menjadi donatur tetap di panti itu sama seperti Cinta.


__ADS_2