
Keesokan harinya, Jay dengan di bantu oleh Will langsung bertindak. Mereka mengambil CCTV saat Putri dan teman-temannya sedang kumpul bersama. Dan ada teman wanitanya bernama Melinda yang menaruh obat tidur di minuman Putri.
Dan setelah itu, Melinda pamit kepada teman-temannya yang lain mau mengantarkan Putri pulang. Nyatanya Melinda membawa Putri ke salah satu apartemen miliknya. Dan Melinda juga menyewa seseorang untuk melecehkan Putri.
Jay dan Will juga sudah menangkap laki-laki bejat itu yang umurnya sudah hampir kepala tiga. Jay menyeret laki-laki itu ke kantor polisi.
Jay dan Will juga memberikan semua bukti yang bisa menjerat Melinda masuk sel jerusji tahanan. Jay pastikan Melinda akan mendapat hukuman yang sangat setimpal.
Dan setelah itu, polisi yang sudah mendapatkan barang bukti langsung dengan sigap mendatangi rumah Melinda dan membawa Melinda secara paksa ke kantor polisi karena Melinda enggan dan gak mau di bawa bahkan Melinda mencoba untuk kabur.
Setelah memastikan Melinda dan laki-laki bejat itu sudah di tahan, setelah itu semuanya akan di urus oleh pengacara Jay. Karena Jay sendiri muak melihat wajah orang yang berhati iblis dan tega merusak masa depan temannya sendiri.
Jay juga memastikan nama Melinda akan terus di sorot oleh wartawan dan media lainnya agar mereka tau kebusukan Melinda bahwa Melinda bukan orang baik yang pantas untuk di jadikan teman. Namun Jay merahasiakan nama Putri karena Jay tak mau Putri menjadi terkenal karena masalah ini. Jay tak mau Putri malu dan mendapat gunjingan dari orang lain.
Untuk itulah, sebisa mungkin Jay merahasiakan nama Putri.
Dan kini semua orang mencaci maki Melinda namun bagi Jay itu masih belum seberapa dibandingkan dengan apa yang telah di lakukan oleh Melinda kepada Putri.
__ADS_1
Setelah selesai, Will pamit langsung pulang ke rumahnya sedangkan Jay ia menemui Nadia yang berada di kamar Putri.
Putri sendiri dari kemaren sangat shok setelah ia tau dirinya sedang mengandung. Bahkan Putri sangat histeris dan memukul-mukul perutnya. Namun Nadia selalu bisa menenangkan nya. Putri dan Salsa selalu ada di dekatnya karena takut Putri melakukan sesuatu yang mebahayakan dirinya sendiri.
Bagaimana pun sekarang Putri tak bisa di biarkan sendiri.
Jay juga meminta orang lain tak mendekati nya. Bahkan keluargannya yang ingin menjenguk keadaan Putri, tak di izinkan. Karena takut jika Putri malu bertemu mereka semua. Will juga menyarankan agar istri, orang tua dan saudaranya memahami perasaan Putri. Biarkan Putri tenang terlebih dahulu. Biarkan Putri bersama Nadia dan Salsa karena hanya mereka berdua yang sangat di butuhkan oleh Putri saat ini.
Saat Jay masuk ke dalam kamar Putri, Jay melihat Putri sudah tertidur lelap, mungkin karena ia kelelahan karena terus menerus menangis. Jay memeluk Nadia seakan akan ingin memberikan kekuatan kepada istrinya itu.
Nadia, Salsa bahkan Putri juga sudah tau kalau Melinda, teman Putri dan juga laki-laki yang telah menodai Putri sudah masuk penjara dan Jay pastikan mereka akan lama berada di balik jerusi apalagi bukti-bukti yang ia dapatkan sangatlah kuat.
"Sudahlah, jangan bahas masa lalumu. Kamu kan sudah tobat dan mereka yang telah kamu dzolimi juga sudah memaafkan mu. Jadi ini tidak ada kaitannya dengan masa lalumu. Mungkin ini ujian dari Allah untuk keluarga kita terutama Putri." ujar Jay sambil memeluk sang istri.
"Tapi aku malu sama orang tua dan saudara-saudaramu mas. Aku malu karena aib yang menimpa adikku." ucap Nadia.
"Kamu gak perlu malu. Inget, Putri hanyalah korban. Dia juga tak menginginkan ini semua. Orang tuaku bahkan saudaraku memaklumi ini semua, mereka mengerti bagaimana perasaan kamu dan adikmu. Adikmu gak bersalah, dia hanya di jebak oleh manusia yang tak punya perasaan. Kamu gak usah mikir macam-macam. Sekarang yang harus kita lakukan adalah selalu memberikan support buat Putri agar dia bisa kuat menjalani ini semua." ujar Jay menasehati istri nya.
"Mas, aku ingin bertemu wanita dan laki-laki yang telah merusak masa depan adikku." ucap Nadia
__ADS_1
"Gak harus sekarang sayang, inget prioritas kita saat ini adalah Putri. Jika Putri sudah tenang, baru kita bersama-sama datang ke kantor polisi dan bertemu orang itu." ujar Jay.
"Baiklah mas, aku akan nurut. Terimakasih sudah menjebloskan mereka berdua ke dalam penjara." ucap Nadia.
"Mereka memang pantas mendapatkan nya. Oh ya kamu sudah makan?" tanya Jay.
"Belum mas, aku gak sempet makan karena aku sibuk mengurusi Putri dari tadi." jawab Nadia.
"Iya udah ayo makan, aku temenin. Kasihan dede bayi yang ada di dalam perut jika ibunya tak mau makan. Kamu gak mau kan terjadi sesuatu sama anak kita?" tanya Jay.
"Aku gak mau mas, aku ingin dia lahir dengan selamat."
"Nah kalau gitu, kamu gak boleh stres dan kamu juga harus pintar-pintar jaga kesehatan."
"Iya mas, maaf ya karena aku sampai telat makan gini."
"Gak papa tapi jangan di ulangi lagi ya."
"Iya mas."
__ADS_1
Dan setelah itu Jay dan Nadia pun segera makan makanan yang sudah di siapkan oleh asistennya.