Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Masak dan makan bersama


__ADS_3

Keesokan tepat hari Minggu, Ila Aisyah dan Cinta masak bareng sedangkan Alina di asuh oleh Jay dengan di bantu oleh Will dan juga Taufiq.


Hari ini mereka akan memasak tempe penyet, tahu goreng, talur mata sapi, sambal pedas manis, sayur bening, dadar jagung, sate kambing, ayam panggang dan rawon. Tak ada asisten yang membantu mereka memasak karen Cinta memang ingin masak dengan kedua menantunya. CInta sangat bahagia melihat semua anak dan menantunya yang sangat akrab, tak ada pertengkaran di antara mereka. Walaupun kadang pernah beberapa kali selisih faham tapi mereka selalu menghadapinnya dengan kepala dingin sehingga masalahpun cepat selesai.


"Aisyah, kamu yang goreng tahu dan telurnya ya. Jangan lupa bikin tempe penyet juga sama smbelnya. Biar aku yang bakar satenya dan manggang ayamnya." Ucap Ila kepada Aisyah sedangkan Cinta sendiri sibuk bikin rawon dan sayur bening.


"Oke." Ucap Aisya semangat.


"Tapi Aisyah gak boleh capek capek ya soalnya kan kamu hamil muda." Ucap Cinta menasehati.


"Siap bun. Aku gak akan capek kog, malah aku senang bisa masak dengan bunda dan juga Ila." Kata Aisyah sambil menggoreng tahun.


Mereka bekerja sama hingga semua acara masak memasakpun selesai. Ila dan Aisyah sibuk menata semua makanan di atas meja sedangkan Cinta membersihkan dapurnya yang sedikit berantakan dan mencuci peralatan yang tadi terpakai. Setelah semua siap. Ila pun memanggil suaminya, saudara iparnya dan juga ayah mertuanya. Mereka berkumpul di ruang makan sedangkan Alina di gendong oleh Ila.


Mereka makan bersama sambil sesekali di selipi obrolan agar suasana tetap ceria dan gak ada rasa canggung. Selesai makan, kini gantian Will, Jay dan Taufiq yang mencuci piringnya sedangkan Cinta, Ila dan Aisyah duduk santai di ruang keluarga sambil nonton acara pagi pagi pasti Happy.

__ADS_1


"Sini Il, biar Alina aku yang gendong." Ucap Aisyah sambil mengambil Alina dari pangkuan Ila.


"Gak papa tah sayang, kamu lagi hamil lho." Ujar Cinta yang memang sangat perhatian terhadap kandungan Aisyah.


"Gak papa kog bun. Aku malah seneng bisa menggendong Alina, dia sangat lucu, cantik dan imut. Aku sampai gak sabar menanti buah hatiku lahir." Ucap Aisyah senang


"Semoga kandunganmu baik baik aja sampai kelahiranmu nak. Dan semoga dia menjadi anak yang bisa berbakti kepada kedua orang tua dan bisa menjadi orang yang berguna untuk orang orang di sekitarnya." ucap Cinta.


"Aamiin bun." Kata Aisyah.


"Entahlah aku juga belum tau. Tapi cewek atau cowok, aku tetep bersyukur." Jawab Aisyah


Tak lama kemudian Jay, Will dan Taufiq pun datang di tengah tengah mereka.


"Sudah selesai semua yank?" tanya Cinta kepada Taufiq. Walau mereka sudah tua dan punya cucu tapi Cinta dan Taufiq selalu berusaha untuk menjaga keharmonisan rumah tangganya dan selalu bersikap romantis.

__ADS_1


"Sudah." Jawab Taufiq sambil meminum air yang ada di meja.


Mereka pun mengobrol bersama sampai siang hari. Dengan adanya Alina di tengah tengah merek membuat suasana sangat rame dan bahagia.


Setelah adzan dzuhur berkumandang. Mereka semua pun pamit untuk ke kamar masing masing. Mereka tidur siagn sampai jam satu siang. Setelah itu, langsung mandi, sholat dhuhur berjamaah dan makan siang bersama. Kali ini yang masak adalah asisten di rumah itiu. Selesai makan, Cinta mengajak mereka untuk melihat ibu angkatnya (B. Inah ) yang kini tiinggal bersama Bu Wati dan putranya (Orng yang dulu pernah di tolong oleh Cinta. Kini Putra B. Wati sudah kerja dan akan segera menikah dalam waktu dekat. Cinta memang sengaja meminta B.Wai untuk tinggal bersama ibu angkatnya karena B. Inah tinggal sendirian sejak Cinta kembali dengan Taufiq.


Cinta juga sekalian melihat resto yang di kelola ibu angkatnya. Karyawannya pun masih sama walau kini mereka semua sudah pada nikah dan punya anak tapi mereka tetep setia bekerja di restoran itu dan Cinta pun menggaji merkea 3 kali lipat dari restoran lainnya karena mereka bekerja di saat Cinta maish merintis usaha dari nol. Jadi Cinta menghargai kesetiaan mereka yang masih jadi karyawan di Resto BASMALLAH.


Sari dan Noval yang dulu juru masak di Resto Basmallah kini mereka berdua sudah menikah. Siapa sangka, mereka yang dulu selalu di tempatkan di dapurĀ  sebagai koki membuat keduanya saling jatuh cinta dan akhirnya memutuskan untuk menikah dan kini mereka di karuniai dua orang putra..


Ayu dan Arifin yang dulu sebagai pelayan di Resto Basmallah mereka juga diam diam menjalin sebuah hubungan dan tak lama setelah itu mereka menikah dan di karuniari satu anak laki laki dan 2 anak perempuan. Sedangkan Rizki yang bekerja di kasir ia menikah dengan teman kuliahnya dulu saat mereka sama sama satu jurusan.


Cinta tak bisa hadir di pernikahan merkea karena memang mereka menikah sederhana, tapi Cinta memberikan mereka hadiah yang sangat fantastis yaitu sebuah rumah yang sederhana untuk mereka tinggali.


Cinta memang diam diam selalu memperhatikan setiap pegawainya karena bagi Cinta, dia tak akan sukses seperti ini jika gak ada bawahannya atau orang yang bekerja untuknya dalam mengelola dan memajukan setiap usaha yang ia dirikan seperti resto misalnya.

__ADS_1


Makanya Cinta selalu memperhatikan jangan sampai ada pegawainya yang bekerja sampai kelelahan dan juga ketika ada yang sakit, Cinta akan menyuruh seseorang untuk mengantarkannya ke rumah sakit dan semua biaya akan di tanggung oleh Cinta secara pribadi.


__ADS_2