Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Mengajak Untuk Umrah Bersama


__ADS_3


Setelah hampir satu jam menunggu, akhirnya pesanan pun datang. Ani pun menata pesanan itu di atas meja. Untunglah, di lemari ada peralatan makan yang masih bersih sehingga mereka tak perlu membeli peralatan makan lagi.



Setelah makanan selesai di tata dengan rapi, Ani pun mengajak mereka makan bersama.


Denis dan Dimas sangat bahagia bisa makan enak begitupun dengan Ibu Fatma. Tiba-tiba Denis ingt dengan bakso yang sudah dingin, Dimas mengambil nya dan menuangkannya ke dalam baskom yang ia ambil dari dalam kemari


"Denis kenapa masih mau di makan? Baksonya sudah dingin. Lebih baik di buang aja." ujar Ani.


"Baksonya masih enak kog kak. Lagian kita gak boleh buang-buang makanan karena di luar sana banyak yang menahan rasa lapar karena gak ada yang mau di makan. Biarlah ini aku yang makan, sisanya nanti aku taruh dan akan aku angetin jika aku lapar lagi." jawab Denis tersenyum.


"Iya udah terserah kamu." jawab Ani lembut.


Selesai makan, mereka pun lupa gak beli air. Sehingga Rachel pun mencari toko terdekat untuk membeli minuman, untunglah tak jauh dari sana. Ada toko, Rachel pun membeli beberapa botol minuman dan setelah itu, ia kembali lagi.

__ADS_1


Rachel memberikan minuman itu kepada istrinya, Ibu Fatma dan kedua anaknya, Denis dan Dimas. Sedangkan satunya untuk dirinya sendiri.


Selesai minum, mereka mulai ngobrol kembali.


"Ibu, saya ingin mengajak ibu dan kedua anak ibu untuk ikut umrah bersama kami." ujar Ani tersenyum.


"Kamu serius nak?" tanya Ibu Fatma


"Iya bu, kami serius. Aku dan suami memang sudah bernadzar jika aku hamil, aku ingin mengajak orang lain untuk ikut umrah bersama. Bukan hanya kita, tapi juga ada beberapa asistem kami yang juga ikut." ujar Ani.


"Alhamdulillah, selamat atas kehamilannya dan terimakasih karena Nak Rachel dan Nak Ani mau membawa kami untuk ikut umrah bersama." ujar Ibu Fatma terharu sampai menitikkan air mata.


"Mulai besok kamu gak boleh kerja lagi, kamu harus sekolah sama adik kamu juga. Dan masalah hidup kalian nanti biar kakak yang nanggung. Kamu dan adik kamu harus sekolah, buktikan pada kami kalau kelak kalian berdua akan menjadi orang yang sukses, orang yang berhasil." ujar Rachel.


"Iya kak, aku janji. Aku akan belajar dengan giat dan rajin." ujar Denis tersenyum bahagia karena akhirnya bisa sekolah lagi. Yah walaupun ketinggalan kelas tapi gak papa, Denis akan semangat untuk belajar agar kelak bisa menjadi orang yang sukses seperti Rachel dan bisa berbagi dengan mereka yang sangat membutuhkan.


"Dimas, mau janji sama kakak? Belajar yang rajin?" tanya Ani. Namun Dimas hanya menganggukkan kepalanya saja.

__ADS_1


"Dimas memang seperti itu orangnya, jarang berbicara dan lebih suka diam. Selain pemalu, Dimas juga irit banget kalau ngomong. Persis seperti ayahnya yang gak terlalu suka banyak berbicara. Namun Dimas sangat baik dan hormat kepada orang tua." ucap Ibu Fatma yang gak enak karena Dimas gak menjawab pertanyaan Ani


"Gak papa bu, setiap orang memang mempunyai sifat dan karakter masing-masing. Oh ya kami mau pulang dulu karena sudah lama di sini. Denis besok ada asisten kakak yang akan datang ke sini untuk menyekolahkan kalian berdua sekalian akan mengantarkan kalian beli seragam sekolah dan juga perlengkapan sekolah. Dan untuk kapan berangkat umrahnya, nanti akan saya kabari lagi." ujar Rachel.


"Iya nak, terimakasih ya. Dan hati hati di jalan." ujar Ibu Fatma.


"Iya bu, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Kakak pulang ya Denis, Dimas."


"Iya kak, hati-hati di jalan." ujar Denis.


"Iya."


Dan setelah itu, Ani dan Rachel pun segera pulang ke rumahnya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=


Jangan Lupa untuk Like, Komen dan Votenya ya 😊


__ADS_2