Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Susah Tidur


__ADS_3

Semalaman Cinta gak bisa tidur walaupun hanya sejennak. Di


satu sisi hati dan cintanya sudah di miliki oleh Ivan tapi di sisi lain, ia tak


ingin mengecewakan ayah dan juga bundanya yang telah membesarkan dirinya hingga


saat ini. Jujur Cinta penasaran dengan orang yang akan di jodohkan dengan


dirinya karena entah kenapa saat ayahnya membahas tentang dia, ada rasa


tertarik ingin mengenal lebih jauh lagi. Apalagi dia seorang hafiz dan


lululusan Al Azhar, jangan di ragukan lagi. Pasti dia seseorang yang faham betul


tentang agama. Bukankah ciri ciri yang ayahnya katakan sesuai dengan apa yang


ia inginkan. Sesuai dengan apa yang selama ini ia minta kepada Sang Maha


Pencipta. Tapi kenapa setelah Allah mengabulkan doanya, dia jadi bimbang


seperti ini. Cinta benar benar bingung, gak tau harus berbuat apa. Ia pun


memutuskan untuk ambil wudhu dan sholat lalu untuk menenangkan hatinya, ia pun


mengaji sampai tak terasa adzan subuh pun terdengar. Ia segera sholat subuh,


setelah selesai ia mengambil buku dalam tasnya karena tadi malam ia gak sempat


belajar karena memikirkan perjodohan itu. 


 


Setelah Cinta selesai belajar, ia segera mandi, pakai


seragam lalu turun ke bawah untuk sarapan.


 


"Mata kamu kenapa sayang, kamu gak tidur


semalaman?" tanya sang bunda


 


"Enggak bun, Cinta gak bisa tidur."


 


"Kenapa?"


 


"Entahlah. Aku masih bingung bun."


 


"Banyak hal yang mengganggu fikiranku."


 


"Lebih baik kamu sholat istikhoroh, sayang. Agar Allah


memberikan petunjuk untukmu agar kamu tidak salah ambil keputusan."


 


"Iya bun."


 


"Iya sudah sekrang kamu makan dulu lalu cepetan


brangkat, udah siang nih. Nanti kamu telat."


 

__ADS_1


"Oke." Cinta segera makan makanan yang di masak


oleh sang bunda tercinta. Dan hanya dalam hitungan 10 menit, ia pun


menghabiskan nasi dan lauk pauknya yang ada di piring. "Bun, aku sudah


makan. Sekarang aku mau berangkat dulu ya."


 


"Kamu mau naik angkot."


 


"Ini sudah siang, sayang. Lebih baik kamu pakek mobil


bunda aja."


 


"Terus bunda pakek apa?"


 


"Nanti bunda numpang sama ayah."


 


"Iya sudah, aku berangkat dulu ya."


 


"iya sayang hati hati." Setelah mencium tangan


sang bunda, Cinta segera mengambil kunci mobil yang ada di atas meja lalu pergi


ke garasi dan langsung meluncut ke sekolah. Hanya dalam waktu 20 menit, iapun


sudah sampai. Ia langsung pergi ke kelas dan duduk santai di sana sambil


Cinta gak membersihkan kelasnya terlebih dahulu karena ia sendiri juga datang


dengan waktu yang sangat mepet. Tapi ia lihat kelasnya cukup bersih, mungkin


tadi temannya sudah membersihkan kelas terlebih dahulu. Ia, Elsa dan Ivan kini


duduk di kelas yang berbeda. Yah begitulah kalau ujian, mereka harus duduk


sesuai nomer yang mereka dapat. 


 


Jujur, Cinta tidak terlalu konsen mengerjakan soal ujian.


Ia masih saja kerikiran tentang perjodohan tersebut. Ada rasa di mana ia ingin


agar waktu berjalan dengan cepat agar ia bisa ketemu dengan orang itu tapi ada


juga rasa yang di mana ia belum siap untuk bertemu. Entahlah, Cinta hanya mengusap


wajahnya. Lalu ia mencoba untuk kembali konsen mengerjakan soal soal ujian itu.


Setelah semua soal ia jawab, ia segera mengumpulkan kertas jawabannya lalu


pergi menuju mushollat. Yah di saat saat seperti ini, ia harus lebih


mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta. Tidak ada yang bisa membantunya dan


iapun tak ingin mengeluh kepada siapapun. Ia mencoba untuk menutup rapat rapat


masalah yang ia hadapi saat ini.


 


Setelah selesai sholat dhuha dan ngaji, ia segera pergi ke

__ADS_1


taman belakang. Di sana sudah ada Elsa dan juga Ivan yang lagi ngobrol.


"Kamu kenapa sih Cin, wajahnya kusut banget?" Tanya Elsa


 


"Aku gak bisa tidur semalam."


 


"Kenapa?"


 


"Gak tau susah aja mau tidur." Ucap Cinta yang


tak ingin berterus terang kepada sahabatanya.


 


"Kamu sakit?" tanya Ivan dengan penuh


kekhawatiran.


 


"Enggak."


 


"Syukurlah. Tadi pagi kamu sudah makan?" tanya


Ivan lebih lanjut.


 


"Sudah, Van."


 


Setelah itu tak ada lagi obrolan di antara mereka. Semuanya


sama sama diam dan sibuk dengan fikiran masing masing. Sehingga tak terasa bell


berbunyi. Mereka segera masuk kelas untuk mengikuti ujian selanjutnya.


Jika biasanya pulang pukul 13.20, maka ketika ujian


pulangnya lebih cepat yaitu jam 11.00


 


Ujian


kali ini yaitu Bahasa Indonesia. Dan pelajaran ini mudah kejebak tapi bagi


Cinta, pelajaran ini sangat mudah jika kalian faham dan mengerti. Tidak butuh


waktu yang lama buat Cinta menyelesaikan soal ujiannya. Jika pelajaran yang


lainnya butuh waktu 15 sampai 20 menit untuk selesai maka jika bahasa indonesia


hanya butuh waktu 10 menit. Setelah selesai mengerjakan semuannya, Cinta segera


mengumpulkan kertas ujiannya lalu pergi meninggalkan kelas. Dan tanpa menunggu


Elsa atau Ivan terlebih dahulu, ia memilih untuk segera pulang karena hari ini


ujiannya cuma dua. Sekarang yang ada dalam fikirannya adalah ia ingin cepat


cepat sampai rumah dan istirahat. Sekarang kepalanya benar benar pusing dan ia


ingin sekali merebahkan tubuhnya di kasur. Ia benar benar lelah, lelah dengan


fikirannya yang sejak tadi malam memikirkan perjodohan itu.

__ADS_1


__ADS_2