
Semalaman Cinta gak bisa tidur walaupun hanya sejennak. Di
satu sisi hati dan cintanya sudah di miliki oleh Ivan tapi di sisi lain, ia tak
ingin mengecewakan ayah dan juga bundanya yang telah membesarkan dirinya hingga
saat ini. Jujur Cinta penasaran dengan orang yang akan di jodohkan dengan
dirinya karena entah kenapa saat ayahnya membahas tentang dia, ada rasa
tertarik ingin mengenal lebih jauh lagi. Apalagi dia seorang hafiz dan
lululusan Al Azhar, jangan di ragukan lagi. Pasti dia seseorang yang faham betul
tentang agama. Bukankah ciri ciri yang ayahnya katakan sesuai dengan apa yang
ia inginkan. Sesuai dengan apa yang selama ini ia minta kepada Sang Maha
Pencipta. Tapi kenapa setelah Allah mengabulkan doanya, dia jadi bimbang
seperti ini. Cinta benar benar bingung, gak tau harus berbuat apa. Ia pun
memutuskan untuk ambil wudhu dan sholat lalu untuk menenangkan hatinya, ia pun
mengaji sampai tak terasa adzan subuh pun terdengar. Ia segera sholat subuh,
setelah selesai ia mengambil buku dalam tasnya karena tadi malam ia gak sempat
belajar karena memikirkan perjodohan itu.
Setelah Cinta selesai belajar, ia segera mandi, pakai
seragam lalu turun ke bawah untuk sarapan.
"Mata kamu kenapa sayang, kamu gak tidur
semalaman?" tanya sang bunda
"Enggak bun, Cinta gak bisa tidur."
"Kenapa?"
"Entahlah. Aku masih bingung bun."
"Banyak hal yang mengganggu fikiranku."
"Lebih baik kamu sholat istikhoroh, sayang. Agar Allah
memberikan petunjuk untukmu agar kamu tidak salah ambil keputusan."
"Iya bun."
"Iya sudah sekrang kamu makan dulu lalu cepetan
brangkat, udah siang nih. Nanti kamu telat."
__ADS_1
"Oke." Cinta segera makan makanan yang di masak
oleh sang bunda tercinta. Dan hanya dalam hitungan 10 menit, ia pun
menghabiskan nasi dan lauk pauknya yang ada di piring. "Bun, aku sudah
makan. Sekarang aku mau berangkat dulu ya."
"Kamu mau naik angkot."
"Ini sudah siang, sayang. Lebih baik kamu pakek mobil
bunda aja."
"Terus bunda pakek apa?"
"Nanti bunda numpang sama ayah."
"Iya sudah, aku berangkat dulu ya."
"iya sayang hati hati." Setelah mencium tangan
sang bunda, Cinta segera mengambil kunci mobil yang ada di atas meja lalu pergi
ke garasi dan langsung meluncut ke sekolah. Hanya dalam waktu 20 menit, iapun
sudah sampai. Ia langsung pergi ke kelas dan duduk santai di sana sambil
Cinta gak membersihkan kelasnya terlebih dahulu karena ia sendiri juga datang
dengan waktu yang sangat mepet. Tapi ia lihat kelasnya cukup bersih, mungkin
tadi temannya sudah membersihkan kelas terlebih dahulu. Ia, Elsa dan Ivan kini
duduk di kelas yang berbeda. Yah begitulah kalau ujian, mereka harus duduk
sesuai nomer yang mereka dapat.
Jujur, Cinta tidak terlalu konsen mengerjakan soal ujian.
Ia masih saja kerikiran tentang perjodohan tersebut. Ada rasa di mana ia ingin
agar waktu berjalan dengan cepat agar ia bisa ketemu dengan orang itu tapi ada
juga rasa yang di mana ia belum siap untuk bertemu. Entahlah, Cinta hanya mengusap
wajahnya. Lalu ia mencoba untuk kembali konsen mengerjakan soal soal ujian itu.
Setelah semua soal ia jawab, ia segera mengumpulkan kertas jawabannya lalu
pergi menuju mushollat. Yah di saat saat seperti ini, ia harus lebih
mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta. Tidak ada yang bisa membantunya dan
iapun tak ingin mengeluh kepada siapapun. Ia mencoba untuk menutup rapat rapat
masalah yang ia hadapi saat ini.
Setelah selesai sholat dhuha dan ngaji, ia segera pergi ke
__ADS_1
taman belakang. Di sana sudah ada Elsa dan juga Ivan yang lagi ngobrol.
"Kamu kenapa sih Cin, wajahnya kusut banget?" Tanya Elsa
"Aku gak bisa tidur semalam."
"Kenapa?"
"Gak tau susah aja mau tidur." Ucap Cinta yang
tak ingin berterus terang kepada sahabatanya.
"Kamu sakit?" tanya Ivan dengan penuh
kekhawatiran.
"Enggak."
"Syukurlah. Tadi pagi kamu sudah makan?" tanya
Ivan lebih lanjut.
"Sudah, Van."
Setelah itu tak ada lagi obrolan di antara mereka. Semuanya
sama sama diam dan sibuk dengan fikiran masing masing. Sehingga tak terasa bell
berbunyi. Mereka segera masuk kelas untuk mengikuti ujian selanjutnya.
Jika biasanya pulang pukul 13.20, maka ketika ujian
pulangnya lebih cepat yaitu jam 11.00
Ujian
kali ini yaitu Bahasa Indonesia. Dan pelajaran ini mudah kejebak tapi bagi
Cinta, pelajaran ini sangat mudah jika kalian faham dan mengerti. Tidak butuh
waktu yang lama buat Cinta menyelesaikan soal ujiannya. Jika pelajaran yang
lainnya butuh waktu 15 sampai 20 menit untuk selesai maka jika bahasa indonesia
hanya butuh waktu 10 menit. Setelah selesai mengerjakan semuannya, Cinta segera
mengumpulkan kertas ujiannya lalu pergi meninggalkan kelas. Dan tanpa menunggu
Elsa atau Ivan terlebih dahulu, ia memilih untuk segera pulang karena hari ini
ujiannya cuma dua. Sekarang yang ada dalam fikirannya adalah ia ingin cepat
cepat sampai rumah dan istirahat. Sekarang kepalanya benar benar pusing dan ia
ingin sekali merebahkan tubuhnya di kasur. Ia benar benar lelah, lelah dengan
fikirannya yang sejak tadi malam memikirkan perjodohan itu.
__ADS_1