
Saat Ani dan Rachel mau ajak ngobrol, namun anak penjual koran itu malah melihat ke arah tukang bakso. Ani dan Rachel yang faham dengan apa yang di lihatnya, langsung mengajak anak itu untuk menghampiri tukang bakso.
"Dek, mau bakso?" tanya Ani.
"Gak kak, aku masih kenyang." jawab anak itu tersenyum.
"Yakin, kenyang? kakak yang akan beliin lho." ujar Ani.
"Gak usah kak, beneran. Aku masih kenyang." ucap anak itu yang masih dengan senyumannya.
"Nolak rezeki itu gak boleh lho. Ayo."
Ani dan Rachel pun mengajak di makan bakso. Namun hanya anak itu yang makan karena Ani dan Rachel masih kenyang setelah habis makan gorengan.
"Kak, boleh gak baksonya di bungkus aja?" tanya anak itu seperti sedang memohon.
"Emang kenapa?" tanya Rachel.
"Ibu dan adek belum makan, kasihan. Mending ini buat ibu dan adek aja." jawab anak itu yang masih memikirkan adek dan ibunya.
"Kamu makan aja, biar nanti buat adek dan ibu kamu, kakak yang belikan. Kamu nikmati aja baksonya." ujar Rachel.
"Makasih ya kak." ucap anak itu senang.
Dia pun makan baksonya dengan sangat lahap.
__ADS_1
Selama ini dirinya hanya bisa menatap orang yang yang makan bakso ini tapi sekarang dirinya pun bisa makan betapa enak dan lezatnya bakso mercon ini.
Setelah selesai makan, Rachel juga memesan 5 bungkus bakso. Dan bakso itu ia berikan kepada anak itu.
"Ini buat adek dan ibu kamu." ujar Rachel.
"Tapi ini kebanyakan namun kak." jawab anak itu.
"Gak papa, mungkin ini rezeki kamu." ujar Ani tersenyum.
"Ayo kita ngobrol di sana." ucap Ani saat melihat ada kursi kosong.
Mereka bertiga pun duduk di kursi itu.
"Adek siapa namanya?" tanya Rachel.
"Kalau adik kamu siapa namanya?" tanya Ani.
"Dimas kak." jawab anak itu yang selalu saja tersenyum.
"Adek kog jualan koran? Gak sekolah?" tanya Rachel.
"Sudah berhenti kak, dua tahun yang lalu saat kelas 3." jawab Denis
"Kenapa berhenti?" tanya Ani yang merasa kasihan.
"Gak ada biaya kak, lagian aku harus kerja demi adek dan ibu. Aku juga harus nabung buat beli kursi roda buat ibu." jawab Denis.
__ADS_1
"Emang ayah kamu ada dimana?" tanya Rachel.
"Meninggal kak karena kecelakaan. Waktu itu ayah dan ibu mau pergi kondangan naik sepeda motor tapi ayah dan ibu malah di tabrak orang. Ayah meninggal namun ibu lumpuh dan gak bisa jalan lagi. Dan sejak itu aku berhenti sekolah demi membantu cari uang buat ibu dan adek." jawab Denis yang membuat Ani dan Rachel merasa sedih dan gak menyangka nasib Denis seperti itu. Di saat yang lain sibuk main, tapi dirinya sibuk jualan koran buat adik dan ibunya.
"Adek jualan koran dari jam berapa sampai jam berapa?" tanya Rachel.
"Dari jam setengah enam pagi kak sampai jam 5 sore." jawab Denis.
"Dan seharian itu adek dapat berapa?" tanya Ani.
"Banyak kak, kadang 8 ribu kadang 10 rb kadang 15 rb tapi juga pernah dapet 20 rb kak." jawab Senis tersenyum.
"Oh terus adek makan apa seharian?" tanya Ani.
"Beli gorengan kak dua ribu. Lumayan dapat 2. Buat makan siang soalnya paginya aku makan di rumah, "malemnya juga makan di rumah. Kalau minum, bisa minum air kran di masjid. Gratis hehe." jawab Denis yang bercerita seakan tanpa ada beban.
"Boleh kakak bertemu dengan ibu dan adiknya?" tanya Rachel.
"Boleh kak." jawab Denis.
"Iya udah, kamu ikut kakak masuk mobil ya, kita beli kursi roda dulu buat ibu kamu." ujar Rachel.
"Tapi aku gak akan di culik kan kak?" tanya Denis polos.
"Enggak, ngapain kakak nyulik kamu. Iya udah ayo, mobil kakak ada di sana." ujar Rachel.
Dan setelah itu mereka bertiga pun pergi ke tempat di mana mobil sedang di parkirkan.
\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Jangan Lupa Like, Komen dan Votenya ya 😊