
*Elsa*
Setelah ia keluar dari RESTO BASMALLAH, ia tidak langsung pulang melainkan ia pergi ke
kantor Taufiq untuk memberi tahu tentang kepergiannya. Sesampai di ruangan
Taufiq, ia melihat Taufiq memegan foto Cinta dengan wajah tersenyum. Inilah
pertama kalinya Elsa melihat Taufiq tersenyum kembali setelah kematian
istrinya. Elsa mencoba nyamperin Taufiq dan duduk di sampingnya.
Elsa : Ka?
Taufiq : (Menoleh ke arah Elsa) iya, ada apa?” (Ucap Taufiq tanpa basa basi)
Elsa : Tumben kaka tersenyum lagi, kaka juga terlihat sangat bahagia?
Taufiq : Iya, hari ini aku teramat amat sangaat bahagia.
Elsa : Ada apa? Apakah kaka memenangkan tender miliaran lagi sampai kaka sebahagia ini?”
Taufiq : Bukan
Elsa : Lalu?
Taufiq : Karena aku merasa istriku akan segera kembali
Elsa : Tapi bagaimana mungkin bukankah Cinta sudah tiada. Kaka yang melihat saat Cinta di
tabrak oleh pengendara sepeda motor sampai begitu sangat tragis. Kaka juga yang
membawa Cinta ke rumah sakit dan kaka mendengar sendiri jika dokter mengatakan
jika Cinta sudah tiada. Bahkan kaka sendiri juga yang menguburkannya dengan
penuh air mata. Lalu bagaimana bisa kaka bilang jika Cinta akan segera kembali?
Taufiq : Firasat seorang suami tidak pernah salah, El.
Elsa : “Apakah kaka sudah bertemu dengan Naila? Tapi itu tidak mungkin jika memang Taufiq
sudah bertemu dengannya tentu ia akan menanyakan tentang Naila kepadaku.” Gumam
Elsa dalam hati.
Taufiq : Percayalah El jika suatu saat kamu sudah menikah, kamu dan suamimu pasti akan
punya ikatan batin yang sangat kuat. Walaupun kamu melihat secara langsung dia
mengalami kecelakaan dan bahkan sampai menguburkannya tapi jika hati bilang, ia
masih hidup. Tentu pasangan kita masih hidup karena firasat dan hati kita itu
gak pernah salah. Selama ini aku selalu percaya jika istriku masih hidup dan sampai
sekarang aku masih percaya akan hal itu dan aku yakin kelak aku akan bersatu
dengannya.
Elsa : Terserah kaka deh. Jika memang suatu saat nanti kaka bisa bersatu kembali
dengan Cinta. Aku bahagia walaupun aku rasa itu sangatlah tidak mungkin (ucap
Elsa terusterang)
Taufiq : Elsa, hari ini aku ingin ngomong serius sama kamu
Elsa : Apa?
Taufiq : Maafkan sikapku selama ini yang selalu dingin sama kamu, yang selalu saja
__ADS_1
bersikap cuek dan jutek sama kamu. Maafkan aku karena aku gak bisa menghargai
semua usahamu untuk bisa membuatku jatuh cinta sama kamu. Maafkan aku karena
sampai detik ini aku gak bisa membalas perasaanku sama kamu. Maafkan aku untuk
semua yang pernah aku lakukan sama kamu. Aku tau, aku terlalu egois. Tapi
jujur, aku gak bisa membalas kebaikanmu, aku gak bisa memberikan kamu sedikit
perhatianku, aku gak bisa El karena aku gak mau memberikan kamu harapan. Aku
gak mau kamu kecewa ketika kamu tau bahwa aku tak akan pernah bisa mencintai
orang lain selain istriku. Cintaku, hatiku, hidupku hanya untuk istriku, hanya
dialah yang berhak dengan hatiku, cintaku juga tubuhku. Aku sangat menyayangi
dan mencintainya. Dia adalah istriku dan aku hanya ingin menjadikan dia istriku
satu satunya di dunia dan di akhirat. Aku gak mau menghianatinya, aku gak bisa
El. Dia adalah hadian dari tuhan untukku dan aku harus menjaganya sebaik
mungkin. Apapun yang terjadi, sebanyak apapun godaan yang menghampiriku, aku
tidak akan pernah goyah. Cintaku tetap untuk istriku.
Elsa : Aku tau ka, aku tau cinta dan kasih sayang kaka hanya untuk istri kaka. Tapi kaka
juga harus membuka mata kaka jika Cinta sudah tiada. Kenapa kaka begitu ngotot
mengatakan jika Cinta masih hidup.
Taufiq: Karena kenyataannya istriku masih hidup.
Elsa : Terserah kaka deh kadang cinta memang membutakan mata hati seseorang.
Taufiq : Aku gak di butakan oleh cinta tapi memang benar istriku masih hidup El.
sangat sangat berterima kasih ke kamu karena selama istriku gak ada di
sampingku, kamu selalu ada untukku tapi aku tidak pernah menganggap kamu lebih
dari seorang adik karena kamu adalah sahabat terbaik dari istriku. Aku cuman
berharap kelak kamu bisa mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik dari aku.
Elsa : Tapi gimana jika sekarang aku mengatakan kalau aku sudah terlanjur mencintai kaka
dan aku ingin kaka jadi suamiku.
Taufiq : Aku gak bisa. Aku gak mau menduakan istriku. Lebih baik kamu buang rasa cinta
itu jauh jauh El agar kamu tidak semakin merasakan rasa sakit. Belajarlah untuk
melupakanku dan belajarlah untuk bisa membuka hati untuk orang lain. Aku yakin di luar sana ada seseorang yang
teramat sangat menyayangi dan mencintai kamu hanya saja ia belum bisa
mengatakan perasaannya. Jika kamu mau memberikan perhatian sedikit saja
untuknya, aku yakin ia akan jujur tentang perasaannya.
Elsa : Aku tidak mau membahas orang lain ka.
Taufiq : Tapi ini harus El. Kamu harus sadar, kamu gak boleh mencintai laki laki yang
sudah beristeri. Kamu gak mau kan di bilang PELAKOR, kamu gak mau kan merusah
rumah tangga sahabatmu sendiri?
Elsa : Aku gak akan merusak rumah tangga sahabatku tapi masalahnya sahabatku sudah tiada
__ADS_1
ka.
Taufiq : Harus berapa kali aku bilang, El. Sahabatmu itu masih hidup, istriku masih
hidup.
Elsa : Jika memang dia masih hidup lalu di mana dia sekarang?
Taufiq : Aku gak bisa ngasih tau kamu sekarang El. Tapi aku janji cepat atau lambat aku
akan mempertemukan kalian berdua.
Elsa : (Gak mungkin jika orang yang akan kaka pertemukan denganku itu adalah Naila. Gak
mungkin. Karena walaupun Naila sangat mirip dengan Cinta. Naila adalah anaknya
Bi Inah, dia dari kampung dan Cinta sudah tiada. Gak mungkin kalau Naila itu
Cinta.) gumam Elsa dalam hati.
Taufiq : Jika nanti istriku sudah kembali, aku harap kamu bisa jaga jarak dengan ku El
karena aku gak mau istriku cemburu atau sakit hati dan jangan sampai istriku
tau jika kamu mencintaiku karena itu bisa membuat istriku sedih dan aku gak mau
jika hal itu terjadi. Aku gak akan membiarkan istriku sedih ataupun merasakan
cemburu dan sakit hati. Istriku harus selalu bahagia, bahagia dan bahagia.
Elsa : Terserah kaka deh. Pusing aku ngomong sama kaka. Oh ya aku ke sini mau bilang
ke kaka, aku gak bisa ke sini lagi lebih tepatnya aku gak bisa menemui kaka
untuk beberapa hari ke depan, aku gak tau sampai kapan tepatnya tapi yang jelas
aku akan segera kembali.
Taufiq : Kamu mau pergi kemana El?
Elsa : Mamaku sakit dan papa menyuruhku untuk segera menemui mama di luar negeri.
Taufiq : Kapan berangkat?
Elsa : Besok habis subuh
Taufiq : Kenapa dadakan El?
Elsa : Bukankah kaka senang jika aku segera pergi. Dengan begitu gak ada yang ganggu kaka lagi.
Taufiq : Maksud kamu apa El?
Elsa : Kaka seneng kan jika aku gak lagi datang ke sini. Kaka senengkan jika aku gak nemui
kaka lagi. Iya kan?
Taufiq : Bukan gitu maksudku El. Aku cuman ingin kamu berhenti mencintaiku dan membuka
hati untuk orang lain. Dan jika kamu terus menerus datang ke sini maka sulit
buat kamu untuk bisa melupakan aku dan aku gak mau karena cinta yang kamu
miliki, itu bisa membuat istriku sedih dan cemburu sedangkan aku gak pengen
jika istriku itu sedih. Kamu pasti faham maksudku El.
Elsa : Iya, aku faham. Iya sudah, aku harus pulang dulu. Pusing aku ngomong sama kaka.
Taufiq : Aku juga pusing El, ngomong sama kamu. Aku nasehatin kamu kayaknya percuma.
Kamu gak akan faham dengan apa yang ada dalam fikiranku.
Elsa : Iya sudah kalau gitu, aku pulang dulu. Assalamu’alaikum.
__ADS_1
Taufiq : Waalaikumsalam.
Elsa pun segera keluar dari ruangan Taufiq dengan wajah sedih dan kesal.