
"Anaknya mau di kasih nama siapa syang?" tanya Cinta.
"Khaleed Sharim Mudzafar yang artinya Sosok pemberani dan pandai berbicara." Jawab Aisyah. Jauh jauh hari Aisyah dan Will emang sudah menyiapkan nama untuk buah hatinya.
"Terus siapa nama panggilannya?" tanya Ciinta.
"Khaleed." Jawab Will yang masih ada di situ. Ia gak ikut keluar karena dia suaminya jadi tak mengapa jika ia melihat tubuh istrinya.
"Nama yang sangat bagus. Semoga kelak dia menjadi anak yang sholeh dan berbakti kepada kedua orang tuanya dan menjadi manusia yang berguna untuk orang lain." Ujar Cinta.
"Aaminn." Will dan Aisyah hanya mengaminkan doa bunda Cinta.
Ica menangis dalam hati melihat kebahagiaan Aisyah dan juga Will hingga tiba tiba Ica merasa kepalanya snagat sakit dan.....
BRUKKKKKKKKKKKKKKKK...................
Ica jatuh tak sadarkan diri. Ila memanggil Pram untuk menggedong istrinya dan menaruhnya di brankar. Will pun memeriksa saudara iparnya itu.
"Coba kamu periksa di dokter kandungan Pram, kayaknya istirmu hamil." Ucap Will.
"Benarkah?" tanya Pram bahagia.
"Iya." Jawab Will.
Pram pun membawa istrinya ke sebuah ruangan sedangkan Willl sudah menelvon temannya untuk memeriksa keadaan dan kandugnan saudara iparnya. Dokter itu mengerti dan sebelum Pram datang, dokter itu sudah menyiakan semuanya. Dan benar saja Ica memang beneran hamil.
"Dok gimana keadaan istri saya dan apakah dia benar benar hamil?' tanya Pram.
"Iya pak.. Istri anda hamil dan kini usia kandungannya sudah memasuki usia 5 minggu. Saya harap bapak menjaganya dengan baik mengingat usia kehamilannya masih sangat muda. Saya juga akan memberikan resep untuk istri bapak." Ucap dokter itu lalu menulis beberapa resep untuk di tebus oleh Pram.
__ADS_1
"Sayang." ucap Ica yang sudah mulai sadar.
"Sayang kamu udah bangun?" tanya Pram senang sedangkan dokter itu sudah keluar karena ia tak mau jadi nyamuk hehe.
"Aku ada di mana?" tanya Ica.
"Di rumah sakit sayang. Tadi kamu pingsan. Oh ya aku ada kabar bahagia untukmu." Ucap Pram.
"Apa?"
"Kamu hamil sayang dan sekarang usia kehamilan kamu sudah 5 minggu." Jawab Pram.
Ica pun langsung memeluk suaminya dan menangis bahagia.
"Alhamdulillah doa kita terkabulkan sayang." Ujar Ica.
"Iya sayang." Ujar Ica senang.
"Iya sudah jika kamu sudah baikan, ayo kita kembali ke ruangan Aisyah, mereka semua pasti menunggu kita." Ucap Pram.
Pram dan Ica pun berjalan menuju kamar Aisyah walau Ica masih sedikit pusing, tapi rasa pusing itu tak terasa karena ia terlalu bahagia dengan kehadiran buah hatinya di dalam perutnya.
"Sayang gimana?" tanya Taufiq.
"Ica hamil ayah." Ucap Pram. Merkea yang disana pun sangat bahagia dan senang karena setelah penantiannya yang lama kini Ica sudah hami lagi.
Aisyah sudah selesai menyusui buah hatinya dan kini Khaleed sudah ada dalam gendoangan Cinta.
Semua yang di ada di ruangan itu tampak bahagia karena ujian demi ujian selalu mereka lewati bersama dengan saling memberikan semangat dan doa.
__ADS_1
Cinta dan Taufiq berharap kelak semua keturunannya akan selalu di berikan kebahagiaan oleh Yang Maha Kuasa
-----------------------------------------
Terima kasih sudah membaca Novel ini hingga tamat. Dan terima kasih juga atas saran dan kritikannya selama ini, tanpa kalian saya bukanlah apa apa.
Salam dari saya EVI TAMALA
Akun Sosial Media saya
Facebook : Evi Tamala
Fanpage Facebook : Evi Tamala New (@evitamalajember)
Instagram : evita_jember
Twitter : @evitajember
Youtube :
Whatsapp : 081331970960
__ADS_1