
Keesokan harinya, Taufiq Cinta dan dan ketiga putranya lagi leyeh leyeh di ruang tamu. Hari ini mereka tidak ada jadwal keluar. Mereka akan menghabiskan waktunya seharian di rumah saja. Dengan di temani secangkir teh dan jgua cemilan yang lumayan banyak. Cinta memutar film upin ipin kesukaan Will tapi Jay dan Pram kuran suka karena mereka memang tidak suka menonton tivi.
"Bun, aku sudah gak sabar deh pengen cepat cepat sekolah." Ucap Pram duduk di samping bunda.
"Iya bun, aku juga. Di sana pasti banyak anak anak seumuran aku deh jadi aku pasti punya banyak temen." Ujar Jay tersenyum.
"Emang Pram dan Will tidak cukup buatmu untuk jadikan mereka sebagai teman?" tanya Taufiq.
"Cukup Yah hanya saja kalau mempunyai banyak teman lagi pasti akan lebih asyik." Jawab Jay.
"Oh ya bun, Ica dan Ila sekolah di sana juga kan?" tanya Pram sedangkan Will masih fokus menonton tivi.
"Iya sayang, mereka akan satu sekolah dengan kalian." Jawab Cinta sambil mengelus rambut pram.
"Nanti aku akan duduk di samping Ica." Jawab Pram.
"Aku juga akan duduk di sampign Ila." Ucap Jay gak mau kalah.
"Terus aku sama siapa?" tanya Will cemberut, film upin ipin masih iklan dan Wil mendengar ucapan Pram dan Jay.
"Wil kan bisa cari teman di sana nanti." Jawaab Taufiq.
"Gak mau, aku mau sama Ica." Ujar Wil menangis. Cinta memeluk Will dengan erat dan berusaha untuk menenangkannya.
"Ica duduk sama aku." Jawab Pram gak mau kalah.
"Kalian gak boleh duduk sama Ica ataupun Ila. Biar semuanya adil. Kalian akan duduk bertiga di bangku paling depan. Biar nanti bunda yang urus. Nanti bunda akan bilang sama guru kalian kalau kalian tidak boleh di pisahkan dan bunda harap kalian di sana gak boleh bertengkar dan harus saling menolong satu sama lain. Kalian faham?" tanya Taufiq agak sedikit tegas.
"Faham ayah." Ucap mereka kompak.
__ADS_1
"Sip." Taufiq tersenyum gembira.
"Kalian sekolah untuk apa?" tanya Cinta kemudiaan.
"Cari teman." Jawab Jay.
"Main." Jawab Will.
"Cari Ilmu." Jawab Pram.
"Kenapa Jay sekolah mencari teman?" tanya Cinta
"Karena aku suka punya teman banyak." Jawab Jay polos.
"Terus kenapa Will sekolah cuma untuk main?" Sekarang giliran Taufiq bertanya.
"Karena bermain itu menyenangkan." Jawab Will tertawa.
"Karena aku ingin pintar dan bisa jadi orang sukses jadi bisa bahagiain ayah dan bunda." Jawab Pram dngan mata yang berbinar.
Yah dari ketiga anaknya hanya Pram saja yang paling bisa berfikir dewasa dan Cinta harap kelak Pram bisa menjadi panutan untuk Jay dan Will.
"Kalian tau gak sayang?" tanya Taufiq.
"Apa yah?" tanya mereka kompak.
"Tujuan kita sekolah itu ada beberapa hal. Pertama adalah Mendapatkan ilmu yang jarang ditemukan di tempat lain. Maksudnya ayah adalah Di sekolah, kita diajarkan untuk datang tepat waktu dengan jam yang ditentukan oleh sekolah itu sendiri dan kita juga harus memakai seragam sekolah yang sesuai dengan harinya. Ini merupakan alasan untuk membuat kita disiplin apabila nanti sudah bekerja dan berhubungan dengan banyak rekan kerja ataupun bos. Yang kedua adalah Sarana menemukan jati diri dan belajar bersosialisasi. Maksudnya adalah sekolah merupakan agen sosiolisasi kedua setelah ayah dan ibu yang dapat membentuk karakter anak nantinya. Mengapa demikian? Sekolah membuat anak paham bahwa hidup bukan hanya berhubungan dengan satu bagian saja, yaitu keluarga, tapi juga berhubungan dengan orang-orang lain di luar keluarga (termasuk guru, teman atau staff sekolah). Di sekolah, anak juga akan mengerti seberapa penting hidup berdampingan satu sama lain karena kita ialah makhluk sosial yang masih membutuhkan sesama. Yang ketiga adalah Memaknai arti persaingan dan persahabatan. Maksudnya adalah sekolah merupakan tempat persaingan yang bisa disebut sebagai bagian dari hukum alam. Kalau saya mendapatkan juara pertama di kelas, itu bisa diartikan bahwa saya telah berhasil mengalahkan semua lawan saya di kelas. Dan itu bukanlah arti sekolah. Tapi, sekolah mengubah persepsi tentang persaingan menjadi kebanggaan bersama saat saya dan teman-teman bisa sukses bersama melewati semester yang melelahkan ataupun ujian yang sangat berat. Yang diharapkan dari sekolah ialah membangun persahabatan dari hanya sebuah pertemuan sehari-hari. Mungkin saja kita bisa jalan-jalan atau belajar bareng selepas pulang sekolah. Dan semua itu saya rasakan sampai saat ini walau saya sudah empat tahun melepas masa SMA. Saya paham bahwa persahabatan akan selalu abadi sampai kapanpun meskipun saya dan teman-teman sudah tidak lagi merasakan masa-masa sekolah. Yang nomer empat adalah Tempat ditemukannya sebuah kebanggaan. Maksudnya adalah Sekolah merupakan ladang pengalaman. Ada orang yang cemerlang di bidang akademik sehingga mereka bisa meraih sampai ke lomba SAINS nasional. Atau ada orang yang memiliki keinginan untuk mengembangkan diri di bidang olahraga sehingga berniat menjadi atlet sebagai cita-citanya. Dari sebuah pengalaman, di sana terciptalah kebanggaan yang sejati. Nomer lima adalah Sekolah bukan soal menghapal, maksudnya adalah kalau tujuan bersekolah hanya untuk mencari nilai bagus dengan cara menghafal semua materi pelajaran semalaman (kemungkinan esok-esok harinya sudah meluap ilmunya) supaya bisa cari kerja nantinya dengan IPK 4.00, itu salah total. Sebenarnya jaman sekarang banyak perusahaan yang juga mementingkan pengalaman, bukan hanya soal nilai dari jurus menghafal. Yang terpenting untuk mendapatkan nilai tinggi ialah mengerti bagaimana pengaplikasian ilmu tersebut di dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat dunia kerja dimulai. Sekarang kalian faham kan maksud ayah?" tanya Taufiq setelah menjelaskan panjang lebar.
"Iya yah aku faham." Ucap Pram dan Will.
__ADS_1
"Aku gak faham yah. Ayah menjelaskan gitu, aku pusing. Aku gak terlalu faham." Jawab Jay polos.
"Nanti Jay akan faham dengan apa yang ayah ucapkan tadi jika Jay sudah sekolah." Ucap Taufiq tersenyum.
"Tapi ayah titip kalian gak boleh terlalu dekat dengan cewek lain, entah itu Ica, Ila ataupun cewek lainnya." Ucap Cinta.
"Kenapa bun?" tanya Pram, Jay dan Will kompak.
"Karna tidak boleh." Jawab Cinta.
"Kenapa?" tanya mereka bertiga tidak mengerti.
"Dosa sayang. Pram, Jay dan Will mau jika Allah marah kepada kalian?" tanya Cinta.
"Enggak bun." Jawab mereka denga polosnya.
"Kalau begitu jangan berdekatan dengan mereka. Jagalah jarak sayang. Mungkin bunda dan ayah gak bisa lihat kalian di luar sana tapi Allah akan selalu bersama kalian. Allah tau apa yang kalian lakukan bahkan Allah tau apa yang ada dalam hati kalian masing masing. Jadi jangan bikin ayah dan bunda kecewa. Kalian harus jaga diri kalian masing masing agar kita bisa selamat dunia akhirat. Kalian faham kan sayang?" tanya Cinta.
"Aku ngerti maksud bunda. Aku janji gak akan melakukan hal hal yang akan buat Allah marah." Jawab Pram tersenyum.
"Aku tidak faham tapi aku janji aku gak akan deket deket sama cewek." Ucap Will.
"Aku juga." Ujar Jay ikut ikutan.
"Iya sudah sekarang sudah jam 11 siang. Sekarang kalian mandi setelah itu kita sholat dhuhur berjamaah lalu makan siang. Setelah itu ayah akan mengajak kelian ke kebun binatang. Di sana kita bisa mengenal berbagai macam binatang. Kalian harus tau dan melihat secara langsung jadi jika kalian lihat binatang, kalian bisa tau itu binatang apa." Ucap Taufiq.
"Baik yah, aku akan segera mandi." Jawab Pram, ia segera pergi menuju kamarnya.
"Aku juga akan mandi yah." Jawab Will.
__ADS_1
"Aku juga" Ujar Jay yang langsung lari menuju kamar masing masing.
Cinta sudah memberikan mereka kamar masing masing agar tidak terus menerus tidur dengan orang tua apalagi mereka adalah laki laki. Jadi harus bisa di didik dengan tegas agar kelak mereka bisa menjadi laki laki yang mandiri dan bertanggung jawab.