
Hari ini Putri sudah merasa lebih baik dan itu membuat Nadia dan Salsa bahagia. Namun tidak untuk Jay. Jay dulu pernah di tipu oleh istrinya. Saat istrinya depresi, ia pura pura sudah merasa lebih baik. Nyatanya, ia hanya berpura-pura dan di saat yang lain lengah dan mulai percaya. Istri pertamanya malah bunuh diri dengan cara tragis. Jadi sekarang Jay tidak sepenuhnya percaya dengan apa yang dilakukan oleh Putri. Karena ini baru beberapa hari dan gak mungkin Putri sekarang bisa tersenyum seakan gak terjadi apa-apa.
Namun Jay gak bisa mengawasi 24 jam karena bagaimanapun ia juga harus bekerja. Jadi Jay meminta Nadia dan Salsa menjaga putri dengan sebaik mungkin.
Setelah Jay berangkat kerja, Nadia dan Salsa menemani Putri di kamarnya.
"Kak?" panggil Putri.
"Iya dek, ada apa?" tanya Nadia.
"Aku bosen di kamar." jawab Putri.
"Iya sudah bagaimana kalau kita keluar, jalan-jalan." ujar Nadia tersenyum.
"Bukan kita kak, tapi aku. Aku mau keluar sendirian kak, aku butuh waktu sendiri untuk menenangkan fikiranku." jawab Nadia.
"Tapi kak, bagaimana jika kakak kenapa-napa?" tanya Salsa.
"Gak dek, kakak gak mungkin kenapa-napa. Kakak kan udah besar, udah bisa jaga diri baik-baik." jawab Putri, ia sangat menyayangi Salsa. Karena selama ini hanya Salsalah yang selalu ada di dekatnya. Sedangkan jika sama Nadia, Putri sebenarnya tidak terlalu akrab.
__ADS_1
"Tapi Mas Jay berpesan agar kakak menjaga kamu dengan baik-baik." ujar Nadia.
"Aku keluar hanya sebentar kak, aku janji. Dalam waktu 1 jam. Aku pastikan sudah kembali ke rumah ini." ucap Putri meyakinkan.
"Baiklah, tapi janji ya. Jangan bikin kakak khawatir." ujar Nadia.
"Iya kak, aku janji."
Dan setelah itu, Putripun keluar seorang diri. Walaupun ada rasa hawatir di hati Nadia dan Salsa namun mereka berdua berusaha memberikan kepercayaan untuk Putri pergi seorang diri. Karena Nadia percaya, adiknya tidak mungkin ingkar janji.
Sedangkan Putri pergi ke suatu toko dan ia membeli obat penggugur kandungan. Setelah selesai membeli, ia ingin sekali pergi ke kantor polisi untuk bertemu dengan Melinda. Namun ia urungkan karena ia belum siap bertemu dengan temannya yang tega menghancurkan masa depannya.
Putri pun memilih untuk pulang ke rumah karena ia tak mau membuat kakak dan adiknya jadi hawatir.
"Alhamdulillah kamu sudah pulang. Kakak hawatir, kalau kamu belum pulang." ucap Nadia.
"Kakak gak kenapa-napa kan?" tanya Salsa.
"Kakak gak kenapa-napa. Santai aja." jawab Putri
"Kak Nadia, aku istirahat dulu ya, capek." ujar Putri.
__ADS_1
"Iya udah dek, nanti waktunya makan siang. Kakak bangunin ya." ucap Nadia.
"Iya kak." jawab Putri tersenyum.
"Aku temenin ya kak." ujar Salsa.
"Gak usah dek, kakak ingin istirahat sendiri." ucap Putri.
Dan setelah itu, Putripun pergi ke kamarnya. Ia istirahat sejennak memikirkan semua masalah yang menimpa dirinya.
Jujur sampai sekarang, ia tak menyangka Melinda tega berbuat keji kepada dirinya.
Putri pun menulis surat khusus buat Melinda. Putri berharap dengan surat itu, Melinda mengerti dan faham dengan apa yang ia rasakan.
Setelah selesai menulis surat, Putri membuka tasnya dan ia melihat ada beberapa obat penggugur kandungan.
Putri pun meminum obat itu dengan jumlah yang sangat banyak. Padahal seharusnya cukup satu aja namun ia minum lebih dari 10.
Setelah minum obat, Putri merasa perutnya sangat sakit. Dan tak lama kemudian ada darah yang mengalir di kakinya. Putri merasa gak tahan dengan rasa sakit yang ada di perutnya bahkan ia juga merasa kepalanya mulai berdenyut-denyut.
Dan tak lama kemudian, Putripun pingsan di kamarnya dengan darah yang terus mengalir.
__ADS_1
Sedangkan Nadia dan Salsa duduk santai di ruang keluarga, merek gak berani masuk ke kamar Putri karena takut mengganggu istirahat Putri.
Saat jam menunjukkan pukul setengah 12 siang. Nadia mengajak Salsa untuk masak bersama. Mereka ingin membuat makanan sepesial buat Putri.