
1 bulan telah berlalu, kini kehidupan Cinta dan Taufiq berjalan dengan sangat harmonis.
Mereka juga sudah tidak tinggal lagi dengan ayah dan bunda. Melainkan mereka
tinggal di rumah yang dulu pernah mereka tempati berdua. Mereka juga sering
datang ke RESTO dan tak lupa mengunjungi bunda angkat Cinta. Sampai saat ini
Cinta masih belum memberitahu kepada ibu angkatnya bahwa dirinya sudah ingat
tentang masa lalunya. Cinta nunggu waktu yang tepat untuk memberitahu.
Cinta dan Taufiq sangat sangat bahagia bahkan tiap malam mereka selalu saja melakukan
hubungan badan dan akhirnya setiap jam 2 pagi kadang jam 3 pagi mereka harus
mandi di pagi buta karena mereka harus melakukan sholat tahajjud. Cinta dan Taufiq tidak mempermasalahkan rasa dingin di pagi hari malah mereka menikmati rasa dingin itu dengan mengucapkan
rasa syukur karena masih di beri umur panjang dan kesehatan untuk melakukan
ibadah.
Oh ya Elsa kemaren juga sudah pulang. Dan Elsa kaget ketika mengetahui bahwa Naila itu
adalah Cinta sahabatnya. Elsa benar benar terharu dan dia meminta maaf karena
sudah mencoba merayu suami sahabatnya dan memintanya untuk menikahinya. Tapi
walaupun Elsa berbicara seperti itu, Cinta tidaklah marah. Ia hanya
menanggapinya dengan senyuman. Taufiq dan Cintapun mencoba untuk menjelaskan
semuanya secara detail kenapa Cinta bisa seperti ini. Dan setelah selesai
bercerita, Elsa dan Cinta berpelukan. Di dalam hati Elsa akan berusaha untuk
melupakan Taufiq dan belajar mencintai Angga. Sebenarnya sejak Elsa pergi
keluar negeri, dia sering chatan dengan Angga. Elsa juga tau kalau Angga saat
ini bekerja di RESTO milik Cinta, sahabatnya.
Angga sudah beberapa kali mencoba mengungkapkan perasaannya kepaa Elsa lewat sebuah chat
dan vidiocall. Tapi Elsa tidak menanggapinya dan mulai sekarang ia akan mencoba
untuk membuka hati buat Angga yang ia rasa bahwa Angga benar benar tulus menyayangi dan mencintainya. Ia tak ingin menganggangu rumah tangga sahabatnya.
Tapi jujur sampai detik ini ia tidak habis fikir bahwa apa yang di ucapkan
Taufiq selama ini memanglah benar bahwa istrinya masih hidup dan sekarang ia
bisa melihat semua kenyataannya.
Sebenarnya sejak awal Cinta datang ke rumahnya, Elsa sudah menaruh curiga tapi Elsa
berusaha untuk menahan itu semua dan menepis semua fikiran yang mengatakan
bahwa dia adalah Cinta, sahabatnya. Tapi Elsa berusaha untuk menolak apa yang
ada dalam hati dan fikirannya karena ia sendiri melihat langsung pemakanan sahabatnya tapi setelah Taufiq menjelaskan
secara detail barulah ia percaya dengan apa yang ia ucapkan. Elsa sangat
bersyukur untuk itu.
__ADS_1
“El?” Panggil Cinta. Sekarang mereka berdua ada di kampus, Angga sengaja gak ikut
karena pulang kuliah dia langsung kerja di RESTO milik Cinta. Sebenarnya Cinta
sudah menyuruhnya untuk libur aja kalau Angga capek tapi Angga bersikeras kalau
dia ingin menjadi pegawai professional dan Cinta gak bisa mencegahnya. Walaupun
RESTO itu adalah miliknya tapi tidak membuat Angga menjadi pegawai nakal. Ia
adalah pekerja keras dan Cinta tidak salah mempercayakan RESTO nya kepada
Angga.
“Iya ada Cin?” ucap Elsa.
“Kamu kapan akan menerima Angga jadi pacar kamu?” tanya Cinta hati hati.
“Entahlah tapi secepatnya aku akan memberikan dia jawaban.”
“Syukurlah, aku menyarankan agar kamu tidak lalu lama menggantungkan dia. Kasihan dia. Aku
lihat dia benar benar tulus menyayangi dan mencintai kamu. Aku takut jika kamu tidak memberikan dia jawaban, dia akan menyerah dan mencari wanita lain apalagi di luaran sana banyak yang ingin
menjadi kekasih Angga.” Ucap Cinta hati hati. Ia sengaja memanas manasi
sahabatnya agar ia tidak terus memberikan harapan pada Angga.
“Jangan begitu dong. Kamu sengaja ya nakut nakutin aku.” Ujar Elsa.
“Aku bukan nakut nakutin kamu. Aku hanya berbicara sesuai apa yang ada dala benakku. Laki
laki itu tidak suka di biarkan menunggu terlalu lama apalagi kemaren aku lihat
ada adik kelas kita yang secara terang terangan menyatakan perasaanya kepada
cemburu?” tanya Cinta.
“Iya terus aku harus gimana?” tanya balek Elsa.
“Iya terima dong.”
“Gimana caranya?” tanya Elsa tak mengerti.
“Duh sejak kapan sih sahabatku ini jadi bodoh. Kamu kan bisa bilang lewat pesan, atau kamu
von dia dan bilang kalau kamu mau jadi pacar dia. Gitu aja kan gampang.” Ucap Cinta.
“Tapi aku malu.”
“Malu kenapa?” tanya Cinta tak mengerti.
“Iya malu aja.”
“Rasa malunya kamu itu gak beralasan tau gak. Jika kamu terus seperti ini, jangan
menangis jika besok kamu mendengar kalau Angga sudah jadian dengan wanita lain.”
Ancam Cinta yang sudah mulai greget dengan sahabatnya itu.
“Kog gitu sih ngomongnya?” tanya Elsa sedih.
“Kamu sih gak cepat bertindah.” Jawaab Cinta acuh tak acuh.
“Baiklah, aku akan segera bilang ke dia kalau aku mau jadi pacarnya.”
__ADS_1
“Kapan?”
“Nanti malem saat dia menelvon aku.” Jawab Elsa.
“Beneran ya?”
“Iya aku beneran.”
“Sip aku tunggu ceritamu besok. Sekarang yuk pulang, aku capek banget nih. Akhir akhir
ini aku sering capek rasanya.”
“Mungkin karena kamu terlalu lelah mengurusi RESTO.”
“Lelah gimana, aku aja datang ke RESTO seminggu sekali dan itupun aku gak melakukan apa
apa. Terus dari mana capeknya?”
“Ya mana aku tau. Oh ya boleh gak kalau aku kerja di tempatmu?” tanya Elsa.
“Lah ngapain kamu ngelamar kerja di tempatku?” tanya balek Cinta tak mengerti.
“Ya gak papa sih. Aku bosen di rumah. Jadi aku ingin kerja di tempatmu. Gak di gaji
juga gak papa kog.” Ucap Elsa tersenyum.
“Mana ada orang kerja gak di gaji. Tapi ya sudahlah, kamu boleh kerja .”
“Mulai kapan?”
“Kamu pengennya kapan?”
“Besok.”
“Iya sudah mulai besok, kamu boleh kerja di tempatku.”
“Sip. Tapi aku taruh di tempat yang sama dengan Angga ya?” rayu Elsa.
“Ha! Jangan bilang kalau kamu kerja karena ingin berduaan dengan Angga.”
“La itu kamu tau.”
“Jadi kamu mau pacaran di RESTO ku.”
“Emang kenapa? Gak boleh ya?” tanya Elsa sedih.
“Iya gak papa sih. Terserah kalian lah. Tapi jangan melakukan sesuatu di luar batas.”
“Oke, aku ngerti.”
“Iya sudah ayo pulang.”
“Naik apa?” tanya Elsa.
“Naik mobil. Suamiku sudah ada di depan.”
“Lah kapan kamu yang chat dia?”
“Tadi pas bubar kelas.”
“Oh. Iya sudah ayo.”
Merekapun segera pergi menuju depan pintu gerbang kampus. Di sana Cinta bisa melihat mobil
suaminya. Elsa dan Cinta pun segera pergi menuju mobil itu. Cinta duduk di
__ADS_1
depan di samping suaminya sedankgan Elsa duduk di belakang.