Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Nembak Angga


__ADS_3

1 bulan telah berlalu, kini kehidupan Cinta dan Taufiq berjalan dengan sangat harmonis.


Mereka juga sudah tidak tinggal lagi dengan ayah dan bunda. Melainkan mereka


tinggal di rumah yang dulu pernah mereka tempati berdua. Mereka juga sering


datang ke RESTO dan tak lupa mengunjungi bunda angkat Cinta. Sampai saat ini


Cinta masih belum memberitahu kepada ibu angkatnya bahwa dirinya sudah ingat


tentang masa lalunya. Cinta nunggu waktu yang tepat untuk memberitahu.


Cinta dan Taufiq sangat sangat bahagia bahkan tiap malam mereka selalu saja melakukan


hubungan badan dan akhirnya setiap jam 2 pagi kadang jam 3 pagi mereka harus


mandi di pagi buta karena mereka harus melakukan sholat tahajjud.  Cinta dan Taufiq tidak mempermasalahkan rasa dingin di pagi hari malah mereka menikmati rasa dingin itu dengan mengucapkan


rasa syukur karena masih di beri umur panjang dan kesehatan untuk melakukan


ibadah.


Oh ya Elsa kemaren juga sudah pulang. Dan Elsa kaget ketika mengetahui bahwa Naila itu


adalah Cinta sahabatnya. Elsa benar benar terharu dan dia meminta maaf karena


sudah mencoba merayu suami sahabatnya dan memintanya untuk menikahinya. Tapi


walaupun Elsa berbicara seperti itu, Cinta tidaklah marah. Ia hanya


menanggapinya dengan senyuman. Taufiq dan Cintapun mencoba untuk menjelaskan


semuanya secara detail kenapa Cinta bisa seperti ini. Dan setelah selesai


bercerita, Elsa dan Cinta berpelukan. Di dalam hati Elsa akan berusaha untuk


melupakan Taufiq dan belajar mencintai Angga. Sebenarnya sejak Elsa pergi


keluar negeri, dia sering chatan dengan Angga. Elsa juga tau kalau Angga saat


ini bekerja di RESTO milik Cinta, sahabatnya.


Angga sudah beberapa kali mencoba mengungkapkan perasaannya kepaa Elsa lewat sebuah chat


dan vidiocall. Tapi Elsa tidak menanggapinya dan mulai sekarang ia akan mencoba


untuk membuka hati buat Angga yang ia rasa  bahwa Angga benar benar tulus menyayangi dan mencintainya.  Ia tak ingin menganggangu rumah tangga sahabatnya.


Tapi jujur sampai detik ini ia tidak habis fikir bahwa apa yang di ucapkan


Taufiq selama ini memanglah benar bahwa istrinya masih hidup dan sekarang ia


bisa melihat semua kenyataannya.


Sebenarnya sejak awal Cinta datang ke rumahnya, Elsa sudah menaruh curiga tapi Elsa


berusaha untuk menahan itu semua dan menepis semua fikiran yang mengatakan


bahwa dia adalah Cinta, sahabatnya. Tapi Elsa berusaha untuk menolak apa yang


ada dalam hati dan fikirannya karena ia sendiri  melihat langsung pemakanan sahabatnya tapi setelah Taufiq menjelaskan


secara detail barulah ia percaya dengan apa yang ia ucapkan. Elsa sangat


bersyukur untuk itu.

__ADS_1


“El?” Panggil Cinta. Sekarang mereka berdua ada di kampus, Angga sengaja gak ikut


karena pulang kuliah dia langsung kerja di RESTO milik Cinta. Sebenarnya Cinta


sudah menyuruhnya untuk libur aja kalau Angga capek tapi Angga bersikeras kalau


dia ingin menjadi pegawai professional dan Cinta gak bisa mencegahnya. Walaupun


RESTO itu adalah miliknya tapi tidak membuat Angga menjadi pegawai nakal. Ia


adalah pekerja keras dan Cinta tidak salah mempercayakan RESTO nya kepada


Angga.


“Iya ada Cin?” ucap Elsa.


“Kamu kapan akan menerima Angga jadi pacar kamu?” tanya Cinta hati hati.


“Entahlah tapi secepatnya aku akan memberikan dia jawaban.”


“Syukurlah, aku menyarankan agar kamu tidak lalu lama menggantungkan dia. Kasihan dia. Aku


lihat dia benar benar tulus menyayangi dan  mencintai kamu. Aku takut jika kamu tidak memberikan dia jawaban, dia akan menyerah dan mencari wanita lain apalagi di luaran sana banyak yang ingin


menjadi kekasih Angga.” Ucap Cinta hati hati. Ia sengaja memanas manasi


sahabatnya agar ia tidak terus memberikan harapan pada Angga.


“Jangan begitu dong. Kamu sengaja ya nakut nakutin aku.” Ujar Elsa.


“Aku bukan nakut nakutin kamu. Aku hanya berbicara sesuai apa yang ada dala benakku. Laki


laki itu tidak suka di biarkan menunggu terlalu lama apalagi kemaren aku lihat


ada adik kelas kita yang secara terang terangan menyatakan perasaanya kepada


cemburu?” tanya Cinta.


“Iya terus aku harus gimana?” tanya balek Elsa.


“Iya terima dong.”


“Gimana caranya?” tanya Elsa tak mengerti.


“Duh sejak kapan sih sahabatku ini jadi bodoh. Kamu kan bisa bilang lewat pesan, atau kamu


von dia dan bilang kalau kamu mau jadi pacar dia. Gitu aja kan gampang.” Ucap Cinta.


“Tapi aku malu.”


“Malu kenapa?” tanya Cinta tak mengerti.


“Iya malu aja.”


“Rasa malunya kamu itu gak beralasan tau gak. Jika kamu terus seperti ini, jangan


menangis jika besok kamu mendengar kalau Angga sudah jadian dengan wanita lain.”


Ancam Cinta yang sudah mulai greget dengan sahabatnya itu.


“Kog gitu sih ngomongnya?” tanya Elsa sedih.


“Kamu sih gak cepat bertindah.” Jawaab Cinta acuh tak acuh.


“Baiklah, aku akan segera bilang ke dia kalau aku mau jadi pacarnya.”

__ADS_1


“Kapan?”


“Nanti malem saat dia menelvon aku.” Jawab Elsa.


“Beneran ya?”


“Iya aku beneran.”


“Sip aku tunggu ceritamu besok. Sekarang yuk pulang, aku capek banget nih. Akhir akhir


ini aku sering capek rasanya.”


“Mungkin karena kamu terlalu lelah mengurusi RESTO.”


“Lelah gimana, aku aja datang ke RESTO seminggu sekali dan itupun aku gak melakukan apa


apa. Terus dari mana capeknya?”


“Ya mana aku tau. Oh ya boleh gak kalau aku kerja di tempatmu?” tanya Elsa.


“Lah ngapain kamu ngelamar kerja di tempatku?” tanya balek Cinta tak mengerti.


“Ya gak papa sih. Aku bosen di rumah. Jadi aku ingin kerja di tempatmu. Gak di gaji


juga gak papa kog.” Ucap Elsa tersenyum.


“Mana ada orang kerja gak di gaji. Tapi ya sudahlah, kamu boleh kerja .”


“Mulai kapan?”


“Kamu pengennya kapan?”


“Besok.”


“Iya sudah mulai besok, kamu boleh kerja di tempatku.”


“Sip. Tapi aku taruh di tempat yang sama dengan Angga ya?” rayu Elsa.


“Ha! Jangan bilang kalau kamu kerja karena ingin berduaan dengan Angga.”


“La itu kamu tau.”


“Jadi kamu mau pacaran di RESTO ku.”


“Emang kenapa? Gak boleh ya?” tanya Elsa sedih.


“Iya gak papa sih. Terserah kalian lah. Tapi jangan melakukan sesuatu di luar batas.”


“Oke, aku ngerti.”


“Iya sudah ayo pulang.”


“Naik apa?” tanya Elsa.


“Naik mobil. Suamiku sudah ada di depan.”


“Lah kapan kamu yang chat dia?”


“Tadi pas bubar kelas.”


“Oh. Iya sudah ayo.”


Merekapun segera pergi menuju depan pintu gerbang kampus. Di sana Cinta bisa melihat mobil


suaminya. Elsa dan Cinta pun segera pergi menuju mobil itu. Cinta duduk di

__ADS_1


depan di samping suaminya sedankgan Elsa duduk di belakang.


__ADS_2