
Setelah makan bersama, Elsa dan Angga memutuskan untuk pulang sedangkan Pram dan Jay bersama istrinya memutuskan untuk jalan jalan bareng ke Mall untuk membeli perlengkapan bayi. Sedangkan Ani dan Ana pamit keluar karena ada urusan. Will juga pergi ke lokasi jadian kecelakaan karena ia merindukan istrinya. Cinta dan Taufiq memutuskan untuk datang ke rumah kedua orang tuanya.
Sesampai di rumah kedua orang tua Taufiq.
"Assalamu'alaikum ma, pa." Ucap Cinta sambil mencium tangan mertuanya begitupun dengan Taufiq.
"Kalian cuma berdua ke sini?" tanya Linda, mamanya Taufiq.
"Iya ma." Jawab Cinta.
"Anak anak pada kemana?" tanya papanya Taufiq.
"Biasalah, mereka pada sibuk dengan aktivitas mereka masing masing." Jawab Cinta tersenyum.
"Oh. Kalian sudah sarapan?" tanya mamanya Taufiq.
"Sudah ma, barusan makan sama anak anak, sama menantu dan juga sama besan." Jawb Taufiq yang sedari tadi diam.
__ADS_1
"Tumben kumpul?" tanya papanya Taufiq.
"Entahlah mungkin pada kangen sama aku." Jawab Cinta tersenyum.
"Emmmm kamu gak ke rumah ayah dan bundamu Cin, sama ibu angkat mu juga?" tanya mamanya Taufiq.
"Gak ma." Jawab Cinta.
"Kenapa?" tanya papanya Taufiq.
"Hehe gak ada waktu. Nanti deh aku kesana setelah pulang dari sini sekalian mau liat restoranku yang di kelola oleh Ibu Inah. Aku juga akan ke rumah Bu Wati dan anaknya. Pasti anaknya sudah besar sekarang." Ucap Cinta.
"Aku juga nanti mau ke panti asuhan deh. Aku kangen sama Ibu Laila, pengurus panti hehe." Ucap Cinta yang baru inget dengan Ibu Wati dan Ibu Laila. Gara gara sibuk dengan kehidupannya dan mengurus putra putrinay sampai sampai Cinta kadang lupa sama keluarga besarnya dan juga orang lain yang sudah ia anggap sebagai keluarga sendiri.
"Jangan gara gara sibuk, kamu sampai lupa untuk jenguk keadaan mereka Cin." Ucap mamanya Taufiq menasehati.
"Iya ma. Lain kali aku akan sering sering mengunjungi mereka semua." Ucap Cinta.
__ADS_1
"Iya sudah sekarang bantuin mama yuk bikin kue." ucap mamanya Taufiq.
"Oke siap ma." Ujar Cinta tersenyum. Sedangkan Taufiq dan papanya masih berada di ruang tamu.
"Gimana keadaan Will?" tanya papanya Taufiq.
"Iya gitu pa. Dia sekarang jadi dingin dan cuek, gak lagi ceria kayak dulu." Jawab Taufiq yang sedih melihat putranya yang seperti itu.
"Sabar, kelak dia pasti akan bangkit dari masalah ini. Kamu jangan lupa untuk terus mendoakannya agar tuhan memberikan kebahagiaan untuk cucuku itu." Ucap papanya Taufiq.
"Jika doa, aku gak pernah putus untuk terus mendoakan putra dan putriku pa." Ujar Taufiq.
"Memang berat rasanya kehilangan orang yang sangat kita cintai. Bahkan jika itu terjadi sama kita pun, mungkin kita juga tak akan mampu dan bisa melewati semuanya. Bagaimanapun seorang istri itu adalah harta berharga yang tak akan pernah tergantikan oleh siapapun."
"Iya, pa. Jika aku kehilangan Cinta, mungkin aku juga akan stres bahkan jauh lebih buruk dari pada keadaan Will sekarang." Ucap Taufiq.
"Nah itulah, kamu aja bisa bicara seperti itu padahal kamu belum mengalaminnya dan hanya berandai andai. Jadi kamu dan istrimu tak perlu bersusah payah mencarikan jodoh untuknya hanya untuk mengembalikan keceriaannya dia. Biarlah dia melakukan sesuka hatinya, selama itu bisa membuatnya nyaman dan tenang. Kita biarkan saja." Ucap papanya Taufiq menasihati putranya.
__ADS_1
"Iya pa." Jawab Taufiq.
Setelah ngobrol lama dengan papanya Taufiq dan Cinta pun kebetulan juga udah selesai membantu mama mertuanya untuk membuat kue.Cinta dan Taufiqpun pamit pulang karena mereka juga akan pergi menemui ayah dan ibunya Cinta dan juga ibu angkatnya Cinta.