Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Makan Bersama


__ADS_3

Sesampai di kantor, Cinta di sambut hangat oleh bawahannya. Cinta hanya tersenyum sambil sesekali menganggukkan kepala ke mereka semua. Oh ya Cinta sudah berpakaian biasa seperti orang kantoran, dan jika kalian nanya, kapan yang salin. Tadi pas mau sampai kantor, Cinta sempat berhenti sejennak untuk ganti baju di dalam mobil.


Setelah berada di ruangan ayahnya, Cinta segera duduk. Sekertaris ayahnya masuk dan memberitahu apa saja yang harus ia kerjakan. Cinta hanya mendengarkan dengan serius, setelah ia cukup faham. Sekertarinya ayahnya langsung keluar dan Cinta segera melakukan apa yang harus ia lakukan. Pertama tama ia mengambil setumpuk berkas yang ada di atas meja, ia cek satu persatu. Setelah semuanya selesai, ia menghidupkan laptop dan mengecek setiap email yang masuk. Untunglah Cinta sering bantu ayahnya jadi ia masih bisa mengurus kantor ini. Kalau ia dari dulu malas, mungkin sekarang ia tak mungkin duduk di tempat ayahnya dan hanya bisa plonga plongo saja tanpa tau apa yang harus ia kerjakan. Tadi sekertarisnya bilang kalau setengah jam lagi ia harus menemui client ayahnya, berarti Cinta harus siap siap dari sekarang karena ini termasuk client penting dan ia menggantikan posisi ayah nya untuk sementara waktu. Cinta tak ingin mengecewakan ayahnya dan ia harus bisa bersikap tegas dan jangan salah bicara. Cinta mempersiapkan berkas berkas penting yang harus ia bawa saat bertemu dengan klien ayahnya nanti dan sebelumnya ia sudah mempelajarinnya terlebih dahulu jadi nanti tinggal menjelaskannya saja, Cinta juga mengungkapkan beberapa ide untuk memajukan perusahaan ayahnya. Walau cinta masih SMA tapi ia mahir dalam urusan bisnis karena ayahnya sudah mengajarinya dalam beberapa bulan terakhir ini.


Setelah Cinta bertemu dengan client ayahnya, Cinta merasa sangat puas karena Client yang ia temui tadi mau di ajak kerjasama dan ia juga mau  menaruh setengah sahamnya di perusahaan ayah dan itu berarti perusahann ini akan semakin berjaya. Cinta tak menyia nyiakan kesempatan itu, ia mulai bergerak untuk mengadakan rapat besar besaran. Sebelumnya ia sudah mencari tau siapa saja yang menanamkan modal atau saham di perusahaan ini. Cinta berniat untuk memperluas bisnis ayahnya, ia juga sudah tau apa yang harus ia lakuakn dan ia yakin ayahnya pasti setuju dengan idenya ini.


Setelah semuanya selesai, Cinta segera pulang ke rumahnya karena jam sudah menunjukkan pukul 16.15...Cinta segera mengambil baju di rumahnya dan ketika ia merasa sudah cukup, ia segea meluncur ke rumah Elsa. Di sana ia melihat Elsa sedang ngobrol dengan Ivan di depan rumahnya.


"Assalamu'alaikum." Ucap Cinta yang langsung di jawab oleh mereka berdua.


"Kog lama Cin." tanya Elsa

__ADS_1


"Maaf tadi masih harus bertemu dengan client ayah."


"Oh...."


"Kalian sudah makan belum?" tanya Cinta..dan keduanya hanya menggeleng. Tadi pas Ivan datang, Elsa hanya memberikan jus mangga.


"Iya sudah ayo masuk, aku akan memasak untuk kalian." Ucap Cinta seperti rumahnya sendiri. Tadi sebelum ke rumah Elsa, Cinta sudah belanja banyak untuk satu minggu. Ia belanja beras, danging, telur dan sayur sayuran.


"Emang kamu gak capek, kamu kan baru pulang kerja. Masa iya langsung masak. Kalau kamu lapar, aku bisa beli online kog." Ucap Elsa melihat Cinta langsung menaruh belanjaannya dan langsung pergi ke dapur. Bahkan ia gak ganti baju dulu.


"Aku gak capek, kog. Kalian tenang saja. Lebih baik kalian duduk manis dan sejam lagi kita akan makan bersama. Oke, aku gak suka di bantah jadi jangan bilang jika kalian mau beli makanan di luar." Ucap Cinta, Elsa dan Ivan pun akhirnya akan menjawab dengan anggukan kepala.

__ADS_1


Cinta segera menanak nasi, hari ini ia ingin masak ayam bakar pedas, jangan sup, lalapan timun, sambal pedas manis dan goreng kerupuk. Tadi ia sudah beli kerupuk mentahnya jadi Cinta bisa goreng kerupuk tiap hari tanpa harus beli di warung lagi.


Ivan mengamati Cinta yang sepertinya sudah mahir dalam hal memasak. Ivan benar benar takjub sama Cinta, karena Cinta bisa segalanya. Bukan hanya pintar di sekolah, ia juga pintar dalam berbisnis dan ia juga pintar dalam hal memasak, sangat peduli terhadap orang lain dan hatinya benar benar tulus. Ivan semakin merasa bahwa dirinya benar benar sangat menyukai orang yang kini sedang memasak di depannya. Ingin rasanya, Ivan segera lulus agar ia bisa segera melamar Cinta, gadis pujaan hatinya. Walaupun ia baru kenal Cinta kemaren tapi entah kenapa ia merasa bahwa ia sudah mengenal Cinta begitu lama dan ia ingin sekali bisa selalu ada di dekatnya tapi sayang, ia merasa sulit untuk bisa duduk berdua dengannnya apalagi ngomong panjang lebar. Ivan hanya bisa mengelus dada dan mengungkapkan semua perasaannya kepada sang Maha Pencipta.


Setelah satu jam Cinta memasak akhirnya semua masakanpun selesai dan sudah ada di atas meja dengan tatanan yang begitu rapi sampai sampai Ivan dan Elsa di buat takjub.


"Ah, aku seperti makan di lestoran bintang lima." Ucap Elsa dengan mata yang berbinar binar.


"Iya, aku gak nyangkal loh, kamu bisa sehebat ini." Kata ivan melihat masakan Cinta yang bisa membuat siapa saja yang melihatnya langsung ingin melahapnya saat itu juga.


"Sudah gak usah muji muji gitu deh. Yuk sekarang kita makan bareng, habis makan, aku mau cuci piring lalu mandi. Aku udah gerah banget nih." Kata Cinta, ia merasa dirinya gerah banget, keringat sudah mengalir dari dahi ke pelipis da leher ke dadanya. Ia benar benar ingin segera membersihkan dirinya.

__ADS_1


"Oke oke." Jawab Elsa dan Ivan.


Mereka semua makan dengan begitu lahap bahkan sangking lahapnya, tak ada satupun yang tersisa di atas meja. Setelah selesai makan, Elsa membantu Cinta mencuci piring. Sedangkan Ivan bantu bantu bersihkan kotoran yang ada di atas meja makan dan di dapur. Setelah selesai semua, Ivan pamit pulang dan Cinta segera mandi. Elsa sendiri ia memilih menghabiskan waktunya di depan tivi.


__ADS_2