Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Lamarah Will Sukses


__ADS_3

Siang harinya Taufiq pulang ke rumah karena sudah ada janji bersama sang istri untuk menemui calon menantunnya.


Sesampai di rumah, Taufiq melihat istrinya sudah rapi dan siap berangkat.


"Yank, aku mandi dulu ya bentar. Gerah nih." Ucap Taufiq.


"Iya tapi jangan lama lama." Ujar Cinta.


"Iya sayang, janji. Gak akan lama." Ucap Taufiq sambil mencium kening sang istri lalu pergi ke kamarnya dan segera mandi lalu siap siap. Hanya butuh waktu 15 menit, Taufiq pun sudah siap.


"Ayo." Ucap Taufiq, Cinta pun segera berjalan dan masuk ke dalam mobil. Taufiq sengaja gak pakai sopir hari ini agar ia bisa leluasa mengajak istrinya jalan jalan nanti setelah selesai makan siang.


Sesampai di resto, Taufiq segera memarkirkan mobilnya lau ia dan Cintapun segera turun dan masuk ke dalam resto. Cinta melihat Will dan Aisyah sudah ada di santai sambil minum Juz.


"Maaf ayah dan bunda telat." Ucap Taufiq sambil duduk.


"Iya gak papa yah." Ujar Will.


"Oh ya kenalin bun, ini Aisyah. Aisyah kenalin, ini bundaku dan ini ayahku." Ucap Will memperkenalkan ayah dan bundannya. Sebelumnya Will emang sudah bilang kalau ia ingin mempertemukan kedua orang tuanya kepada Aisyah. Awalnya Aisyah menolak tapi karena Will sedikit memaksa akhirnya Aisyah pun mau.


Setelah mereka saling berjabat tangan, Aisyah pun merasa canggung dan malu.


Cinta dan Taufiq hanya tersenyum melihat wajah Aisyah yang malu malu kucing. Bahkan pipinya merah seperti tomat.

__ADS_1


"Nak Aisyah sudah lama kenal sama Will?" tanya Cinta lembut.


"Iya tante, Aisyah sudah lama kenal sama Kak Will. Sudah hampir 5 bulan." Jawab Aisyah.


"Oh...Menurut Nak Aisyah. Will gimana orangnya?" tanya Taufiq.


"Dia sangat baik om, perhatian. Yah walaupun kadang sedikit usil." Jawab Aisyah malu.


"Menurut Aisyah, Will tampan gak?" tanya Cinta.


"Sangat tampan, tan." Jawab Aisyah.


"Aisyah suka sama Wil?" tanya Taufiq.


"Kalau Will mau melamar Aisyah, Aisyah mau nerima?" tanya Cinta.


"Aisyah sih iya. Tapi apakah Kak Will gak punya pacar atau tunangan?" tanya balik Aisyah.


"Aku masih jomblo dan gak pernah deket sama cewek lain keculai kamu, bunda, adik kembarku dan juga anak dari sahabat mama. Dan kamu wanita yang sangat sepesial setelah mama dan kedua adik kembarku." Jawab Will.


"Kakak beneran belum pernah pacaran sama sekali?" tanya Aisyah memastikan. Tapi Will hanya tersenyum lalu menggeleng gelengkan kepala.


"Belom." Jawab Will.

__ADS_1


"Nah. Nak Aisyah sudah mendengar sendiri kan kalau Will belum pernah pacaran. Sekarang Nak Aisyah mau gak jadi mantu mama dan om? Aisyah mau menikah dengan Will?" tanya Cinta.


"Aisyah mau tan. Tapi Aisya gak punya kedua orang tua. Nanti siapa yang akan menjadi wali nikahnya Aisyah?" tanya Aisyah.


"Itu urusan gampang sayang. Nanti om yang fikirkan masalah itu. Yang penting Aisyah mau menerima lamaran kami? Om tidak peduli dengan status Aisyah, om gak peduli Aisyah punya orang tua atau tidak. Om juga gak peduli Aisyah dari kalangan orang kaya atau bukan. Yang om pedulikan adalah Aisyah mau jadi menantu om dan mencintai Will sepenuh hati." Ucap Taufiq lembut.


"Iya om, kalau gitu Aisyah mau menerima lamaran Kak Will. Aisyah mau menyayangi dan mencintai Kak Will. Asal Kak Will juga bersedia menyayangi dan mencinta Aisyah sepenuh hati." Jawab Aisyah.


"Tanpa kamu minta, aku akan selalu menyayangi dan mencintai kamu. Melindungi kamu dengan jiwa ragaku. Aku tidak bisa menjanjikan apa apa tapi aku akan berusaha membuatmu bahagia." Ucap Will tersenyum.


"Baiklah, berarti ini tandanya Aisyah sudah nerima Will untuk menjadi teman hidup Aisyah. Mulai sekarang, Aisyah harus manggil tante dengan sebutan Bunda dan panggil om dengan sebutan ayah seperti Kak Will. Okey?" tanya Cinta.


"Iya bun." Ucap Aisyah tersenyum sambil sesekali milirik ke arah Will.


"Kalau gitu minggu depan Aisyah mau jika langsung akad biar nanti resepsinya 2 bulan lagi. Soalnya kan untuk resepsi kita harus menyiapkan dengan secara matang agar nanti juga hasilnya memuaskan." Ucap Taufiq.


"Aku terserah Kak Will aja. Aku akan nurut." Jawab Aisyah.


"Baiklah, kami senang dengarnya." Jawab Taufiq.


"Sekarang, ayo kita makan. Pasti Aisyah sudah lapar kan?" tanya Cinta. Aisyah hanya menjawabnya dengan senyuman.


Cinta memesan makanan termahal dan terbaik untuk calon menantunya.

__ADS_1


Selesai makan, Cinta dan Taufiq langsung pamit jalan jalan. Menikmati momen berdua sedangkan Will dan Aisyah kembali ke rumah sakit.


__ADS_2