Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Angga Stroke, Dokter Farel Yang Menangani


__ADS_3


Angga sudah berada di rumah sakit Will, hanya saja Pram gak bertemu dengan Will di karenakan Will hari ini gak masuk kerja karena gak ada jadwal operasi.


Pram hanya bertemu dengan beberapa dokter yang ada di sana. Kini Angga sedang di periksa sedangkan Pram, Ica dan Elsa menunggu di luar ruangan. Angel sendiri duduk di pangkuan Pram.


Tak lama kemudian, suara pintu berbunyi dan seorang dokter yang memeriksa Angga tadi keluar.


"Dok bagaimana keadaan suami saya?" tanya Elsa.


"Suami ibu kena stroke ringan. Ayo kita masuk ke ruangan saya biar saya bisa menjelaskan secara detail." ujar dokter Farel.


Setelah itu, mereka semua pun masuk ke ruangan Dokter Farel.


"Dok, bagaimana keadaan papa saya? Beliau gak papakan?" tanya Ica.


"Seperti yang saya katakan tadi Papa Anda terkena stroke." ucap Dokter Farel


"Papa Anda kemungkinan besar akan sulit untuk berbicara, jikapun bisa mungkin bicaranya akan cadel, tidak terlalu lancar dan tidak beraturan. Ia juga sulit untuk berjalan lagi sehingga harus memakai kursi roda. Sedangkan untuk kedua tangannya sudah sulit untuk di gerakkan lagi karena sudah mati rasa." Lanjutnya.


"Kenapa bisa sampai stroke dok?" tanya Elsa.


"Mungkin karena suami ibu mempunyai tekanan darah tinggi (hipertensi) sehingga saat ia terjatuh mengalami sumbatan yang menghalangi aliran darah ke otak. Yang membuat Pak Angga menjadi stroke." jawab Dokter Farel.


"Apakah suami saya bisa di sembuhkan dok?" tanya Elsa sambil menitikkan air mata karena ia gak menyangka sang suami akan mengalami stroke seperti ini.


"Susah buk, kemungkinan nya sangat kecil sekali." jawab Dokter Farel.

__ADS_1


"Baiklah dok, Terimakasih atas penjelasannya. Apakah kami sudah bisa menjenguk Pak Angga?" tanya Pram


"Bisa mas, silahkan."


"Kalau gitu, kami permisi dulu." ujar Pram.


Setelah itu Pram, Elsa dan Ica pergi ke ruangan dimana Angga di rawat. Sedangkan Angel berjalan di samping Pram sambil menggandeng tangan Pram.


Sesampai di ruangan Angga, Elsa langsung memeluk sang suami yang sudah lemah tak berdaya.


"Mas, kenapa kamu bisa jadi seperti ini. Padahal tadi pagi kamu masih baik-baik aja tapi sekarang keadaan kamu sudah seperti ini." ujar Elsa menitikkan air mata


Sedangkan Angga yang sudah sadar hanya bisa menangis. Ia merasa sulit untuk menggerakkan tubuhnya bahkan ia juga merasa kesulitan dalam berbicara hingga Angga hanya memilih untuk diam saja.


"Nak, mama ingin membawa Papa kamu untuk berobat keluar negeri." ujar Elsa mengambil keputusan tanpa bermusyawarah dulu dengan anak dan menantunya.


"Tapi bun..." belum selesai Ica bicara, Elsa langsung memotong nya.


"Baiklah, aku akan mengabulkan permintaan mama. Aku akan menelfon salah satu rekan bisnisku untuk meminjamkan pesawat jet pribadi nya agar mama sama papa bisa berangkat hari ini juga." ucap Pram yang mengerti bagaimana perasaan mama mertuanya.


"Baiklah nak. Kalian gak usah ikut. Kamu juga kan harus mengurusi perusahaan mu sendy, kamu juga harus membantu ayahmu untuk mengelola dan mengawasi perusahaan adik kamu dan adik ipar kamu. Ica juga gak usah ikut, karena kamu harus mengurus Angel, cucu mama. Jagalah Angel selagi mama dan papa gak ada. Bagaimana Angel adalah harta yang terindah dan berharga. Jangan sampai kalian kehilangan buah hati kalian untuk yang keduakalinya." ujar Elsa.


"Terus bagaimana dengan bisnis papa yang ada di luar negeri?" tanya Pram


"Itu biar jadi urusan mama." jawab Elsa.


"Baiklah, kalau gitu aku akan segera menghubungi temanku." ujar Pram yang langsung keluar untuk menelfon temannya.

__ADS_1


Setelah selesai menelvon temannya, ia kembali ke dalam ruangan.


"Gimana?" tanya Ica.


"Alhamdulillah, pesawat jet pribadi nya gak kepakek. Jadi kita bisa meminjamnya." jawab Pram..


"Kalau gitu kapan kita berangkat?" tanya Elsa yang sudah gak sabar.


"Bentar aku akan menemui Dokter Farel dulu " jawab Pram.


Setelah itu Pram menemui Dokter Farel. Mereka berbincang-bincang, setelah mencapai kesepakatan akhirnya Angga boleh di bawa keluar negeri. Angga di taruh di kursi roda yang sudah di sediakan karena Angga sulit menggerakkan kakinya.


Mereka pergi dengan mobil Pram menuju rumah temannya. Dan setelah itu temannya pun mengantarkan ke tempat dimana Jet Pribadinya sudah siap mengantarkan Angga dan juga Elsa berangkat keluar negeri.


Pram juga sudah menyuruh asistennya untuk mengantarkan barang barang Elsa dan Angga ke tempat dimana ia berada sekarang. Untunglah asistennya ada yang jujur dan amanah sehingga Pram mempercayakan dia untuk menaruh baramg barang berharga milik Angga da Pram untuk di masukkan ke dalam koper.


Setelah barang-barang itu ada di tangan Pram. Ia pun memasukkan semua barang-barang itu ke dalam pesawat. Angga dan Elsapun juga sudah masuk ke dalam pesawat.


Dan tak lama kemudian pesawatpun lepas landas.


Pram dan Ica berharap agar Angga bisa segera sembuh dan mereka bisa berkumpul bersama lagi.


Pram juga mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada temannya yang sudah bersedia meminjamkan pesawat jet pribadi nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Maaf jika ada kesalahan dalam membahas masalag Stroke. Karena saya gak tau bagaimana cara menjelaskan nya.

__ADS_1


Dan maaf juga jika salah dalam membahas tentang pesawat jet pribadi dan tak bisa menjelaskan secara detail karena saya seumur umur belum tau rasanya naik pesawat. Saya hanya melihatnya di tivi, di gambar, di hp dan di atas kepala saya jika kebetulan ada pesawat yang melintas hehe.


Jangan lupa Like, Komen dan Votenya ya 😊


__ADS_2